Kamis, 24 Februari 2011

Manusia dan Penderitaan

A. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari bahasa sansekerta, derita, dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan seseuatu yang tidak menyenangkan, dapat berupa lahir, batin, atau lahir batin.
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia, dengan intensitas yang berbeda beda, begitu juga dengan peranan individu dalam menghadapi deritanya. Penderitaan akan dialami oleh semua orang , hal itu sudah merupakan 'resiko' hidup. Tuhan memberikan kebahagiaan juga penderitaan kepada umatnya. Derita diberikan agar umatnya sadar dan segera bertobat, juga untuk menunjukkan bahwa manusia sudah diberikan lebih dari makhluk lain. Jika manusia tersebut mengerti maka dia akan pasrah dan mensyukuri semua yang diberikan, maka dia akan bersyukur Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih dari ini.

B. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani. Akibat siksaan muncullah penderitaan. Siksaan siksaan yang dialami bukanlah karena Allah menganiaya mereka, namun karena mereka menganiaya diri mereka sendiri dengan dosa dosa mereka.
Siksaan yang dialami manusia sering dialami dalam kehidupan sehari hari, bahkan sering muncul dihalaman pertama media massa disertai dengan gambar korban. Kasus seperti itu juga merupakan suatu sumber keuntungan, karena dengan adanya berita itu media massa itu cukup laku dan memiliki daya jual yang tinggi.
Siksaan yang psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.
Kebimbangan dialami seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil.Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun dia dalam lingkungan orang ramai.Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin.
Banyak sebab yang menyebabkan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
a)Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka.
b)Gamang
Merupakan ketakutan seseorang bila berada di tempat yang tinggi.
c)Kegelapan
Merupakan ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap
d)Kesakitan
Merupakan ketakutan yang disebabkan rasa sakit yang akan dialami.
e)Kegagalan
Merupakan ketakutan yang disebabkan karena merasa bahwa yang akan dijalankan mengalami kegagalan
Apa yang membuat seseorang menjadi phobia?
Kebanyakan phobia dimulai dengan suatu shock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu, ada juga yang memang sudah merasa tertekan dan gelisah sedari kecil. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan karena penderita hidup dalam ketakutan terus menerus, membuatnya merasa sepuluh kali lebih sakit.

C. Kekalutan Mental
Gejala gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
a)nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b) nampak pada kejiwaannya rasa cema, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Tahapan gangguan kejiwaan adalah :
a) gangguan kejiwaan nampak dalam gejala gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohani
b) Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah
c) kekalutan merupakan titik patah yang bersangkutan mengalami gangguan

Sebab sebab timbulnya kekalutan mental, dapat disebabkan karena :
a) kepribadian yang lemah
b) terjadinya konflik sosial budaya
c) cara pematangan batin

Proses proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah ;
a) Positif : trauma yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
b) Negatif : trauma yang dialami dilarutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi. Bentuk frustasi antara lain :
1) Agresi, berupa kemarahan yang meluap luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi(tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yagn dapat membahayakan orang sekitarnya
2) Regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak kanakan.
3) fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada suatu pola yang sama
4) proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap sikap sendiri yang negatif pada orang lain
5) identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya
6) narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga merasa bahwa dirinya lebih superior daripada yang lain
7) autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia riil
Penderita kekalutan mental banyak terdapat dalam lingkungan seperti :
1) kota kota besar yang banyak memberi tantangan tantangan hidup yang berat, sehingga merasa dikejar kejar dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
2) anak anak usia muda yang tidak berhasil dalam mencapai apa yang diinginkan
3) wanita pada umumnya lebih mudah merasakan suatu masalah yang dibawanya ke dalam hati atau perusahaannya. tetapi sulit mengeluarkan perasaannya
4) orang yang tidak beragama , bahwa diatas dirinya ada kekuasaan yang lebih tinggi, sehingga sifat pasrah umumnya tidak dikenal
5) orang yang terlalu mengejar materi seperti pedagang dan pengusaha memiliki sifat ngoyo dalam memperoleh tujuan kegiatannya

Penderitaan maupun siksaan yang dialami manusia memang merupakan beban berat, sehingga dunia ini benar benar merupakan neraka dalam hidupnya.

D. Penderitaan dan perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan, penderitaan adalah bagian kehidupan manusia yang sifatnya kodrati. Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya bahagia, tapi juga menderita, karena itu tidak boleh pesimis. Cara terbebas dari penderitaan adalah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, waspada, dan berdoa.

E. Penderitaan, Media masa, dan seniman
Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar, terbukti oleh kemajuan teknologi yang sebagian menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita. Sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia adalah kecelakaan, bencana alam, peramg, dll. Berita itu silih berganti mengisi lembaran koran, media elektronik dengan maksud mendpatkan empati. MEdia masa merupakan alat paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat.

F. Penderitaan dan sebab sebabnya
Apabila dikelompokkan berdasarkan sebab sebabnya, maka dapat dirinci sebagai berikut :
a) Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya, hal ini sering disebut nasib buruk. Karena perbuatan buruk antar sesama manusia , perbuatan buruk manusia kepada lingkungannya akan manusia lain menjadi menderita.
b) Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat juga akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan

G. Pengaruh Penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam macam dan sikap dalam dirinya. Apabila sikap positif dan negatif dikomunikasikan oleh para seniman kepada pembaca, penonton, maka para penonton akan memberikan penilaiannya, dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang tidak sesuai harus diganti dengan keadaan yang sudah sesuai

Manusia dan Keindahan

A. Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb. Benda yang mempunyai sifat indah adalah segala hasil seni. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
a. Apakah Keindahan itu
Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Dalam pembatasan fisafat kedua pengertian itu kadang - kadang dicampuradukkan saja. DIsamping itu terdapat perbedaan menurut luasnya pengertian, yaitu:
a) keindahan dalam arti luas
b) keindahan dalam arti estetis murni
c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penghilatan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Pendeknya pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
- keindahan seni
- keindahan alam
- keindahan moral
- keindahan intelektual
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya.
Dari pembagian dan pembedaan terhadap keindahan diatas, masih belum jelas apakah sesungguhnya itu. Keindahan sebenarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu, yang paling sering disebut adalah kesatuan(unity), keselarasan(harmoby), kesetangkupan(symmetry), keseimbangan(balance) dan perlawanan(contrast0.
Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata - kata. Filsuf merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan - pencerapan inderawi kita(beauty is unity of formal relations of our sense perceptions). Sebagian filsuf ain menghubungkan pengertian keindahan dengan ide kesenangan yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran.

b. NIlai Estetik
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan nilai kemasyarakat. Nilai ekstrensik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
c. Kontemplasi dan ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda beda.
d. Apa sebab manusia menciptakan keindahan?
KEindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oelh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Berikut ini akan coba diuraikan alasan dan tujuan seniman menciptakan keindahan :
1) Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbakankan nilai nilai kemanusiaan. Tata nilai ini yang dipandang mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat, sehingga dikatakan tidak indah.
2) Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral.
3) Penderitaan Manusia
Banyak fator yang membuat manusia itu menderita, tetapi manusia itu sendiri yang menentukan faktornya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan dan dikatakan tidak indah.
4)Keagungan Tuhan
Keagungan tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja, seindah indah tiruan yangn dibuat tidak akan menyamaai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri.

d. Keindahan Menurut pandangan Romantik
Pada hakekatnya negatife capability adalah suatu proses. Keraguan, ketidaktentuan dan misteri adalah suatu proses. Proses inilah yang kemudian membuat seseorang menjadi kreatif. Orang yang tidak memiliki negative capability tidak akan kreatif, karena baginya segala sesuatu sudah jelas adanya.

B. Renungan
Renungan berasal dari kata renung artinya diam diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, diantaranya: teori pengungkapan, teori metafisik, dan teori psikologik.
a) Teori Pengungkapan
Dalil teori ini adalah bahwa ' art is an expression of human feeling'. Tokoh teori ekspresi paling terkenal adalah filsuf Italia Benedeto Croce, beliau menyatakan bahwa 'art is expression of impressions'. Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tostoi, dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang telah mengalaminya setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara, dan bentuk yang diungkapkan dalam kata kata memindahkan perasaan itu sehingga orang orang mengalami perasaan yang sama.
b) Teori Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan, dan teori seni. Dalam jaman modern suatu teori senia lainnya yang juga bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer, menurutnya seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita.
c) Teori Psikologis
Teori teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller dan Herbert Spencer. MEnurut Shciller, asal mula senia adalah dorongan batin untuk bermain main yang ada di dalam diri seseorang. Bagi Spencer permainan itu berperanan untuk mencegah kemampuan kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia siakan.
SEbuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.

C. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi, kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, sesuai benar. Kata cocok, kena benar, sesuai benar mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.
Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bawah, atau warna kulit. Pertentangan pun menghasilkan keserasian,misal dalam dunia musik. Sebenarnya irama yang ada adalah pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut.
Karena itu dalam keindahan ini sebagian ahli fikir menjelaskan bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas / pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal.
a) Teori Obyektif dan Teori Subyektif
Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Dari persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang sangat terkenal sebagai teori obyektif dan teori subyektif.
Teori Obyektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat(kualitas) yang memang telah melekat pada bentuk indah yan gbersangkutan, terlepas dari itu oran gsudah mengamatinya.
Teori Subyektif menyatakan bahwa ciri ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Yang tergolong teori subyektif ialah orang yang memandang keindahan dalam suatu hubungan diantara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati benda itu.
b)Teori Perimbangan
Teori obyektif memandan gkeindahan sebagai suatu kwalita dari benda benda. Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa YUnani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka angka. Bangsa Yunani menemukan bahwa hubungan hubungan matematik yang cermat sebagaimana terdapat dalam ilmu ukur dan berbagai pengukuran proporsi ternyata dapat diwujudkan dalam benda benda bersusun indah. Teori perimbangan berlaku dari abad ke 5 sebelum masehi sampai abad ke 17 masehi, teori tersebut runtuh karena desakan filsafat empirisme dan aliran aliran termasuk dalam seni. Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda beda.

Manusia dan Cinta Kasih

manusia dan cinta kasih,


A. Pengertian Cinta Kasih,
Cinta adalah rasa sangat suka dan menarik hati. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau belas kasihan. Perbedaanantara cinta dan kasih adalah cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih kepada bagaimana mengungkapkannya keluar. Artinya dengan adanya cinta, kasih baru dapat dinyatakan.
Menurut Erich Fromm, cinta itu lebih terutama memberi, bukan menerima. Dalam memberi ini, Erich menyatakan ada empat unsur di dalam cinta, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan. Sedangkan menurut Dr. Sarlito W. Sarwono dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.
Dalam Al Quran, cinta dibagi ke dalam tiga tingkatan, yaitu tinggi, menengah, dan rendah. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan jihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri, dan kerabat. Sedangkan cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta kepada keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.

B. Cinta Menurut Ajaran Agama,
Tak dapat diragukan lagi, bahwa semua agama di dunia ini mengajarkan kepada pemeluknya untuk saling mencintai dna mengasihi. Berbagai bentuk cinta yang diajarkan agama, antara lain adalah,
1. Cinta Diri,
Cinta Diri ditandai dengan tindakan untuk mengembangkan potensi diri, mencintai hal-hal yang mendatangkan kebaikan pada dirinya, dan menghindari segala keburukan. Cinta diri hendaknya diimbangi dengan cinta kepada sesama, dan cinta kepada Tuhannya,
2. Cinta Kepada Sesama Manusia,
Agar manusia dapat hidup serasi dengan orang-orang di sekitarnya, diperlukan cinta kepada sesama manusia. Dengan cinta kepada sesama manusia, kehidupan akan menjadi harmonis. Hal ini bisa dilakukan dengan saling membantu, tidak mementingkan diri sendiri, kerjasama, dll.
3. Cinta Seksual,
Cinta erta kaitannya dengan dorongan seksual. Dorongan seksual disini mengandung perngertian lebih luas, yaitu ketika seseorang merasa nyaman dan tentram jika berada di dekat orang yang dicintainya, keserasian, kerjasama, dll.
4. Cinta Kebapakan,
Dorongan cinta bapak tidak bisa disamakan dengan cinta ibu, karena seorang bapak tidak memiliki ikatan fisiologis layaknya seorang ibu. Cinta seorang bapak, lebih ke cinta akibat dorongan psikis, yaitu kebanggaan, kesenangan, rasa aman, tanggung jawab, dll.
5. Cinta Kepada Rasul,
Seoarang beragama akan mencintai rasulnya, sebagai orang yang telah menunjukkan jalan keselamatan bagi dirinya.

C. Kasih Sayang,
Kasih sayang mengandung pengertian perasaan sayang, perasaan cinta, atau perasaan suka kepada seseorang. Seoarang muda mudi yang sudah menikah, maka mereka tak lagi bercinta-cintaan, namun juga berkasih sayang. Jika cinta adalah perasaan intim yang menunjukkan perasaan suka, maka sayang adalah aktualisasi dari rasa cinta itu.
Rasa kasih sayang ini dapat dilihat jelas dari orang tua kepada anaknya. Dari cara pemberian kasih sayang orang tua ini, dapat dibedakan menjadi beberapa macam :
1. Orang tua bersifat aktif, anak bersifat pasif.
Si orang tua memberikan segala kebutuhan si anak, dan si anak menerima saja. Ini menyebabkan si anak merasa takut, ketergantungan, dll, sehingga si anak tidak mempu berdiri sendiri,
2. Orang tua bersifat pasif, anak bersifta aktif,
dalam hal ini si anak berusaha menunjukkan rasa sayangnya, namun didiamkan saja oleh orang tua, sehingga si anak merasa tak diperhatikan,
3. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif,
hubungan ini mengakibatkan ketidakpeduliaan masing-masing subjek, sehingga keharmonisan mustahil tercapai,
4. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifta aktif,
kedua belah pihak saling memberikan kasih sayang, sehingga terjadinya keintiman, kemesraan, dan saling menghargai,

D. Kemesraan,
Kemesaraann berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yangakrab. Kemesraan adalah hubungan yang akrab antara dua subjek yang berbeda. Pada dasarnya kemesraan merupakan perwujudan dari kasih sayang yang mendalam. Dengan kemesraan ini, seseorang terserap ke dalam pribadi orang lain, dan pada gilirannya akan memperkaya kreatifitas dirinya, menimbulkan rasa tentram, merasakan apa yang dirasakan orang lain.


E. Pemujaan,
Pemujaan adalah manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan kepada Tuhannya biasanya dipahami menjadi dua hal yang berbeda.
1. Pemujaan karena rasa takut.
manusia menyadari bahwa Tuhan adalah sang pencipta. Namun ebgitu, manusia juga menyadari bahwa Tuhan adalah sang penghancur. Karena ketakutan akan kehancuran itulah, manusia mengadakan pemujaan kepada Tuhannya,
2. Pemujaan karena rasa cinta,
Rasa cinta kepada Tuhan menyebabkan seseorang merasa ingin dekat dengan Tuhannya. Cara untuk merasa dekat itu dilakukan dengan cara pemujaan, karena tidak mungkin cinta nya itu dinyatakan langsung kepada Tuhannya sama seperti kepada sesamanya,
Inti dari pemujaan adalah komunikasi antara manusia dengan Tuhan. untuk itu sebenarnya melalui pemujaan itu, manusia hendak berbincang dengan Tuhannya.

F. Belas Kasihan,
Kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain dan berusaha menunjukkan jalan keluar dari penderitaanya itu.
Setiap orang punya potensi belas kasihan, tapi tidak setiap orang mampu menggugah rasa belas kasihannya itu.
Banyak cara menyatakan belas kasih. Seperti yang telahs dicontohkan oleh para nabi dan rasul untuk berbelas kasih kepada mereka yang membutuhkan, seperti yatim piatu, janda miskin, orang-orang miskin, orang-orang sakit, dll,

G. Cinta Kasih Erotis,
Dari segala macam bentuk cinta kasih, cinta kasih erotis mungkin adalah cinta kasih yang eksklusif, dan tidak masuk akal. Misalnya, seoarang ibu cinta dan mengasihi anaknya yang tak berdaya, atau seseorangf mengasihi saudaranya. Hal ini dapat dijelaskan karena ada ikatan yang mendasari cinta kasih itu. Namun, cinta yang bersifat erotis tidak dapat dipahami secara akal sehat. Contohnya, seoarang wanita cantik jatuh cinta kepada seoarang pria hitam dan menurut sebagian orang tidak menarik. Ini, tidak dapat dijelaskan, namun jelas mengikat kedua orang ini.
Cinta erotis biasanya memuncak pada hubungan seksual. Hal ini tidak dikarenakan oleh kerakusan atau nafsu belaka, namun adanya dorongan penyatuan diri secara fisik, selain secara psikis yang telah didapatkan dengan saling mencintai. Biasanya rasa sepi lah yang mendorong keinginan seksual tersebut.
Cinta kasih pada hakekatya adalah kemauan untuk mencintai dan mengasihi dengan jiwanya sedalam-dalamnya dan dinyatakan dengan rasa sayang yang mendalam. Untuk itu sebenarnya tidak masalah dengan siapa seseoarang mencintai, atau apabila dalam pernikahan, tidak peduli apakah pasangannya adalah orang yang dipilihkan atau pilihan kita sendiri, hal itu tidak menjadi masalah, karena hakekatnya tujuan mencintai dan mengasihi adalah kemauan seseoarang untuk mau mencintai atau tidak, merasa tentram atau tidak, dan merasa nyaman atau tidak.

Manusia dan Kasustraan

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusatraan,

A. Pendekatan Kesusastraan,
Ilmu Budaya Dasar pada awalnya dinamakan Basic Humanities. Istilah Humanities sendiri berasal dari bahasa latin, humanus yang berari manusiawi, berbudaya, dan halus. Jadi, humantities berkaitan erat dengan nilai-nilai sebagai homo humanities.
Nilai-nilai itu bisa dipelajari, dan umumnya mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, dll.
Dari sekian banyak ilmu-ilmu humanities, seni dan sastra memagang peranan yang penting. Seni sendiri menjadi lebih efektif daripada cabang ilmu lainnya karena sifatnya yang fleksibel dan tidak terikat. Sementara itu sastra memegang peranan yang jauh lebih penting, karena beberapa alasan :
1. sastra menggunakan bahasa, dimana bahasa adalah sarana yang dapat menampung semua pernyataan dan kegiatan manusia, selain juga untuk berkomunikasi memahami diri sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya.
2. sastra lebih mudah berkomunikasi, karena sastra adalah penjabaran. Berbeda dengan tarian, yang merupakan abstraksi yang harus dijabarkan lagi.
3. Sastra didukung oleh cerita, sehingga gagasan lebih mudah tersampaikan dan oranga kan lebih tertarik,

Ilmu Budaya Dasar sendiri adalah ilmu yang mencakup semua cabang humanities tersebut, sehingga diharapkan dengan memperlajari ilmu budaya dasar, seseorang dapat mengembangkan kepribadiaanya menjadi homo humanities,

B. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Dengan Prosa,
Secara umum, prosa didefinisikan sebagai cerita fiksi ataui cerita rekaan yang memiliki pelaku, alur yang dihasilkan oleh daya imajinasi.
Dalam kesusastraan Indonesia, ada dua jenis prosa, yaitu prosa lama dan prosa baru.
1. Prosa lama meliputi : dongeng-dongeng, hikayat, sejarah, epos, kisash pelipur lara. Sedangkan prosa baru meliputi : cerita pendek, roman/novel, biografi, otobiografi, kisah, dll,

C. Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi,
Prosa fiksi adalah prosa yang menggambarkan cerita, sehingga di dalamnya pasti ada pesan moral yang ingin disampaikan. Adapaun nilai-nilai yang dapat diperoleh pembaca melaluiu prosa fiksi antara lain adalah :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan,
dari membaca prosa fiksi, pembaca akan dibawa ke dalam cerita, tempat-tempat yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh pembaca. Deangan begitu pembaca akan bebas berimajinasi,
2. Prosa fiksi memberikan informasi,
karya fiksi tidak terlepas dari unsur eksternal pengarangnya, yang biasanya menempatkan keadaan sekitarnya, atau angan-angannya di dalam ceritanya. Deangan begitu, pembaca akan mendapatkan informasi yang begitu nyata dan indah dengan dijabarkan secara lengkap di dalam cerita,
3. Prosa fiski memberikan warisan kultural,
prosa fiksi adalah sarana yang tepat untuk memindahkan dan mewariskan budaya ke generasi berikutnya. melalui karya fiksi, pembaca disuguhi budaya di masa lampau, kebanggaan, dan lain-lain, seperti yang digambarkan dalam epos mahabarata dan ramayana, roman siti nurbaya, layar terkembang, dll.
4. Prosa emmberikan keseimbangan wawasan,
melalui prosa fiksi, seorang pembaca akan dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang mungkin belum pernah dialami oleh dirinya, atau bahkan di luar nalar, beserta bagaimana pelaku dalam cerita menyelesaikannya. Dengan begitu, seorang pembaca akan memiliki banyak pengalaman dan perspektif dalam menghadapi masalah yanag real di kehiidupannya,


Selain itu prosa fiksi juga dapat dimanfaatkan untuk menggambarkan aspirasi jamannya seperti prosa di jaman perjuangan, Habis Gelap Terbitlah Terang, dll. Ada juga yang menggambarkan gejolak jamannya.
Ada begitu banyak nilai moral yang dapat kita pelajari dari sebuah prosa, karena pada dasarnya prosa adalah cerita yang terjadi di masyarakat. Prosa Epos Mahabarata dan Ramayana, memberikan kebanggan kepada kita sekaligus menunjukkan mana yang salah dan mana yang benar. Sama juga dengan hikayat Hang Tuah yang menggambarkan keberanian dalam menghadapi segala rintangan. Roman Siti Nurbaya yang memprotes adat istiadat, novel Laskar Pelangi yang menggambarkan indahnya persahabatan sekaligus perjuangan dalam menggapai mimpi-mimpi. Semua itu ada di dalam kehidupan kita sehari-hari, dan prosa fiksi mencoba menggambarkannya, dan sekaligus memberi perspektif bagaimana kita harus menghadapinya.


D. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Dengan Puisi,
Puisi adalah bagian dari sastra yang berisi ekspresi pengalaman penyair mengenai dirinya, alam, kehidupannya, Tuhannya memalui bahasa yang artistik, estetik, utuh, dan dipadatkan,
Keartistikan puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura Bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, sarkastik, dan lain-lain dengan tujuan memberikan gambaran dengan jelas kepada pembacanya,
2. Kata-kata yang ambigu atau memiliki banyak tafsir, sehingga setiap orang bisa menafsirkan dengan banyak hal,
3. Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang berisi perasaan, sehingga terasa hidup,
4. Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan tertentu, dengan tujuan memberikan kehidupan pada puisi,
5. Pengulangan, berfungsi untuk menegaskan, dan menggugah hati,

Alasan-alasan mengapa puisi dimasukkan ke dalam ilmu budaya antara lain :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia,
pada dasarnya puisi berisi pengalaman hidup penyair. Dengan memperlajari puisi, seseorang dapat menghubungkan pengalaman pribadinya dengan pengalaman penyair yang dituangkan dalam puisinya,
2. Puisi dengan keinsyafan/ kesadaran individual,
puisi berisi curahan hati penyairnya, sehingga apa yang dikeluarkan oleh hati, akan diterima pula oleh hati,
3. Puisi dan keinsyafan sosial,
banyak puisi yang menggambarkan kehidupan sosial manusia, baik kritik, pujian, sarkastik, dll. Secara imajinatif,biasanya puisi menggambarkan suasana penderitaan/ ketidakadilan, perjuangan, konflik dengan sesama, pemberontakan terhadap hukum Tuhan, cinta kasih, dll.

Untuk mengakhiri pembahasan ini, berikut adalah cuplikan puisi dari WS Rendra dalam puisinya Episode',

kami duduk berdua,
di bangku halaman rumah,
pohon jambu di halam itu,

berbuah dengan lebatnya,
dan kami senang memandangnya,
angin yang lewat,
memainkan daun yang berguguran,
tiba-tiba ia bertanya,
"mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka?",
aku hanya tertawa,
lalu ia sematkan dengan mesra,
sebuah peniti menutup bajuku,
sementara itu,
aku bersihkan,
guguran bunga jambu,
yang mengotori rambutnya,

Manusia dan Kebudayaan

manusia dan kebudayaan,

manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan. setiap budaya lahir dari kegiatan manusia, dan sebaliknya, manusia juga akan menghasikan budaya dari apa yang mereka lakukan.

tapi, apa sebenarnya manusia dan budaya itu sendiri?? untuk memahami lebih dalam tentang manusia dan kebudayaan, ikuti pembahasan berikut :

A. Pengertian Manusia,

Manusia dapat dipandang dari berbagai segi keimuan, baik secara kimia, fisika, biologi, ilmu ekonomi, dll. namun, dalam kaitannya dengan kebudayaan, tentulah pengertian kebudayaan berdasar ilmu sosial menjadi tepat kita pahami dalam pembahasan ini. Dipandang dari ilmu sosial, pengertian manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri, atau selalu membutuhkan orang lain untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Lebih jauh lagi, untuk paham apa dan siapa manusia itu sebenarnya, ada baiknya kita tahu unsur-unsur pembangun menusia. setidaknya ada dua pandangan mengenai unsur yang membangun manusia :
1. manusia teridiri dari empat unsur yang saling terkait,
a. Jasad : badan kasar manusia,
b. Hayat : mengandungunsur hidup, yang ditandai dengan gerak,
c. Ruh : pusat spiritual dan hubungan dengan Tuhan,
d. Nafs : kesadaran tentang diri sendiri,
2. manusia sebagai satu kepribadian yang terdiri dari tiga unsur,
a. Id : struktur kepribadian yang utama, yang berorientasi pada pemenuhan kesenangan diri, dan tidak berhubungan dengan dunia luar,
b. Ego : merupakan mediator antara Id dan dunia luar, yang menjadikan pemenuhan Id dapat diterima oleh oranglain,
c. Super Ego : terbentuk dari lingkungan eksternal, yang menanamkan aturan moral kepada manusia, agar Id dan Ego tidak menyimpang dari aturan di masyarakat,

B. Hakekat Manusia

1. Makhuk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh,
2. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya, dengan memiliki akal, perasaan, dan kehendak,
3. Makhluk Biokultural, yaitu makhuk hayati yang berbudaya, sehingga dapat dipelajari secara bilogi dan sosial,
4. Makhuk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena memiliki kemampuan bekerja dan berkerja, dan memiliki sifat estetis, etis, dan religius,

C. Kepribadian Bangsa Timur,
banyak orang membedakan antara kebudayaan timur dan kebudayaan barat. kebudayaan timur biasanya mengacu pada kerohanian, mist]ik, keramahtamahan, dan gotong royong. sedangkan kebudayaan barat biasanya mengacu pada kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna, dan individualisme.
namun, kedua hal itu dapat dilebur dalam pengertiannya manusia sebagai makhluk sosial budaya, terdiri dari delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran di sekitar diri pribadi.

7. Daerah tak sadar,
6. Daerah sub sadar,
kedua daerah ini terdiri dari bahan pikiran yang terdesak ke dalam, sehingga sering tak disadari oleh manusia, atau sadar tapi tak utuh. Misalnya gerakan-gerakan refleks, bernafas, dll.
5. Kesadaran yang tak dinyatakan terdiri dari gagasan yang disadari oleh diri, namun hanya disimpan dalam pikirannya. Misalnya : seseorang takut, sungkan, dan malu untuk menyatakan kesalahannya, atau karena takut dimarahi, dll,
4. Kesadaran yang dinyatakan, artinya gagasan di dalam ikiran itu dinyatakan dalam kehidupan. Misalnya : adat istiadat, sopan santun, dll,
3. Hubungan karib. Berisi konsepsi tentang orang, binatang, dan benda2 yang digauli secara dekat. Misalnya: hubungan kekeluargaan, binatang peliharaan, benda kesayangan, dll.
2. Hubungan berguna. Yaitu konsepsi yang memberdayakan diri danoranglain berdasar kemanfaatannya. Misalnya, cara memandang seorang murid terhadap gurunya, berada di dalam lingkaran ini,
1. Hubungan jauh. Merupakan pikiran tentang kebudayaan sendiri, namun tidak memiliki manfaat secara langsung, sehingga tidak ditindak lanjuti. Misalnya, orang pedalaman menganggap hidup di kota itu megah. namun hanya sebatas itu saja, tidak ada tindakan selanjutnya terhadap pikiran ini.
0. Hubungan Luar. Sama dengan no 1, namun gagasannya tentang sesuatu diluar kebudayaannya. Misalnya, pikiran seorang pelajar tentang kehidupan di Amerika, dll.

D. Pengertian Kebudayaan,
Menurut akar katanya, kebudayaan berasal dari kata budayah (sansekerta) yang berarti budi/ akal. Sedangkan dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colerece yang berati mengolah tanah. jadi secara umum,kebudayaan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dihasilkan olehakal/ pikiran maunsia dengan tujuan mengolah tanah tempat tiggalnya. Kebudayaan meliputi segala aspek kehidupan manusia, seperti : pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dll.

E. Unsur-Unsur Kebudayaan,
Banyak ilmuwan mencoba mendefinisikan kebudayaan ke dalam beberapa unsur penyusunnya agar mudah dimengerti. Diantaranya adalah C. Kluckhon yang membagi kebudayaan ke dalam tujuh unsur.
1. Sistem Religi,
manusia menyadari bahwa ada dzat lain yang maha besar, sehingga manusia takut dan menghamba kepada Nya. inilah yang kini kita sebut sebagai agama,
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan,
manusia bekerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya,
3. Sistem Pengetahuan,
sistem ini menghasilkan teknologi baru,
4. Sistem Mata pencaharian dan sistem ekonomi,
5. Sistem teknologi dan Peralatan,
6. Bahasa,
mulanya bahasa manusia diwuudkan dalam bahasa tanda/kode, kemudian menjadi bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan,
7. Kesenian,
Untuk memuaskan kebutuhan psikisnya,

Selain itu, ada pula yang berpendapat bahwa kebudayaan dibagai ke dalam dua hal, yaitu kebudayaan badaniyah, dan kebudayaan rohaniyah,

F. Wujud Budaya,
Ada tiga wujud kebudayaan,
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia,
Hanya ada di dalam pikiran manusia sebagai sistem, ide, gagasan, dll,
2. Kompleks Aktifitas,
berupa aktifitas manusia berupa interaksi, seperti cara bergaul, dll,
3. Wujud sebagai benda,
merupakan produk/ hasil dari gagasan2 yang dikaryakan/ dibendakan,

G. Orientasi Nilai Budaya,
Untuk memahami nilai budaya, perhatikan tabel berikut,


H. Evolusi Kebudayaan,
Terjadinya perubahan kebudayaan itu dapat disebebkan oleh beberapahal :
1. sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya  perubahan jumlah dan komposisi penduduk, inoveasi, dll,
2. sebab-sebab perubahan lingkungan dan fisik tempat mereka hidup, seperti perubahan iklim, alan, dll,
Selain itu ada pula aspek yang memperngaruhi perubahan itu, yang berasal dari kebudayaan lain, sepreti akulturasi, asimilasi, dll. Yang memperngaruhi akulturasi adalah :
1. Mudah tidaknya kebudayaan asing itu,
2. Kecepatan individu dalam menerima unsur-unsur yang baru,
3. Ketegangan apa yang timbul akibat akulturasi itu,

I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan,
Secara sederhana hubungan manusia dengan kebudayaan adalah : manusia sebagai perlaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia,
Dua hal ini nantinya akan melebur menjadi satu kesatuan, karena memang tak dapat dipisahkan. Pada masanya manusia menciptakan kebudayaan itu, dan akhirnya kebudayaan itu mengatur kehidupan manusia,