ketika pelajaran menyanyi berganti menghitung
ketika pelajaran menari berganti lompat jauh
ketika pulang jam 10 berganti jam 11
ketika jajan cepek berganti gopek
ketika naik tingkat berganti naik kelas
ketika belajar 1+1 berganti 1x1
ketika 'saya bisa' berganti 'i can'
ketika 'bernafas' dijelaskan menjadi 'o2 menjadi CO2'
ketika tahu bahwa tulang manusia 206
ketika tahu bahwa bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari
ketika tahu bahwa sholat itu merupakan tanggung jawab
ketika akhirnya melewati ujian negara untuk pertama kalinya
ketika harus berjuang untuk meraih ....
ketika merah putih berganti biru putih
ketika sadar bahwa Kota Batu ga sekedar pesanggrahan
ketika LOL bahwa kita harus MOS
ketika sadar bahwa potong rambut ketika tahun ajaran baru itu TROLL
ketika kita menikmati belajar dan meraih nilai tinggi
ketika terkadang khilaf bolos ke kantin untuk makan gorengan
ketika sadar kemampuan beradaptasi kurang
ketika semua orang tahu siapa kita dan kita cuma 'oh'
ketika ketemu hobi yang disukai pertama kali
ketika pertama kalinya rambut diacak acak lembut ^^
ketika pertama kalinya tahu dimana letak alun alun
ketika pertama kali makan es cone di Plaza Batu
ketika pertama kali ikut jerit malam
ketika pertama kali bantu kwek kwek katakan cinta, padahal orangnya cumi
ketika ternyata masih berteman sama dina walau ga sekelas
ketika ketemu step kelas 2 tapi akrab kelas 3
ketika tentang dinank.....
ketika harus memilih jalan hidup yang harus ditempuh
ketika apa yang kita inginkan tak selalu yang kita dapatkan
ketika kadang memang jalan yang kita jalani itu baik untuk kita
ketika pada akhirnya bertemu mereka
ketika ketemu mereka yang angkuh dan merasa bisa
ketika ga kenal sekelas dan alone for 2 month
ketika ketemu my long last best family of RePoeBlic of opoae
ketika ngerjain pascal dan vb bareng
ketika ngemil di lab bareng
ketika makan siang bareng di 'pagupon' lantai 4
ketika foto bareng setelah ganti di kamar mandi
ketika bertemu mereka .....
ketika mbolang bareng, ngetroll bareng, nggosip bareng
ketika berjemur-sambil-ngerjain-pr bareng
ketika nge-broadcast radio bareng
ketika muncak panderman bareng
ketika nangis bareng, ketika marah bareng, ketika .....
ketika say-goodbye-never-say-goodbye ....
ketika opoae bahkan masih sampai sekarang
ketika ayo-bikin-usaha-bareng-rek
ketika iso-ga-iso-kudu-ngumpul-bareng
ketika akhirnya untuk sekian lama bisa ketemu walau bukan di malang dan ga semua
ketika itu ternyata menjadi kisah klasik yang masih terasa baru kemarin kita mengukir bersama-sama :')
Kamis, 24 April 2014
Selasa, 22 April 2014
D-5 : sedikit emosional
Countdown kedatangan sicon lebih dekat kesini. Ga ada hal spesial yang terjadi, ga ada persiapan meyakinkan yang harus disiapkan. Hanya harus menyiapkan diri untuk ga nangis. Karena akhir akhir ini sedikit sensitif. Mendadak nangis ketika nonton Runningman, mungkin karena kangen orang rumah. Dan kali ini entah kenapa ga ditahan. Kalau tahun tahun kemarin merasa ga ada gunanya nangis, musti tahan untuk ga nangis setiap kali inget orang rumah. Tapi tahun ini enggak, apa gunanya sekarang ga nangis tapi setiap pulang kerumah telp ke orang rumah pasti nangis denger suara bapak. Jadi lepaskan saja, nangis itu ga berarti lemah, ga berarti kita cengeng. Ada saatnya memang menangis itu perlu, daripada menyimpan dalam hati dan meluapkannya sekali setahun. Akan lebih menyakitkan bagi orang yang melihat bahwa kita menahan itu semua untuk bisa meluapkannya sekaligus.
Untuk porsi makan mulai menyimpang ke hal yang ...... Entah karena udah mulai tua atau kenapa, akhir akhir ini lebih suka makan nasi daripada junkfood, daripada mie, daripada pasta atau roti. Cemilan juga entahlah, air putih mungkin :/ Sedikit aneh akhir akhir ini
Dan yang bikin kesel adalah jam tidur. Ada kalanya jam 10 mata sudah berat kepingin menutup, tapi ada kalanya ketika bahkan sampai jam 3 masih gelindingan di kasur. Dan sekali tidur-jam-3 ini terjadi satu malem, akan berlangsung lumayan lama. Dan keadaan masih berlangsung sampai kemarin lusa. Bersyukur kemarin semacam terkena flu+pusing yang menyebabkan harus minum obat dan jam 9 sudah di alam mimpi. Berharap malam ini bisa tidur normal.
PS : hujan masih suka turun, walaupun begitu terkadang langit cerah membawa Acrux dan Gacrux
Untuk porsi makan mulai menyimpang ke hal yang ...... Entah karena udah mulai tua atau kenapa, akhir akhir ini lebih suka makan nasi daripada junkfood, daripada mie, daripada pasta atau roti. Cemilan juga entahlah, air putih mungkin :/ Sedikit aneh akhir akhir ini
Dan yang bikin kesel adalah jam tidur. Ada kalanya jam 10 mata sudah berat kepingin menutup, tapi ada kalanya ketika bahkan sampai jam 3 masih gelindingan di kasur. Dan sekali tidur-jam-3 ini terjadi satu malem, akan berlangsung lumayan lama. Dan keadaan masih berlangsung sampai kemarin lusa. Bersyukur kemarin semacam terkena flu+pusing yang menyebabkan harus minum obat dan jam 9 sudah di alam mimpi. Berharap malam ini bisa tidur normal.
PS : hujan masih suka turun, walaupun begitu terkadang langit cerah membawa Acrux dan Gacrux
Jumat, 11 April 2014
tentang the Ocean at the end of the lane
Kemarin lagi hunting buku Fortunatelly its a milk, tapi karena kurang diberkati akhirnya buku tersebut gagal didapatkan. Dan karena penasaran dengan buku-buku Neil Geiman akhirnya beli buku yang judulnya Di Ujung Jalan Setapak alias the Ocean at the end of the lane. Dan serius, ini buku memang aneh. Aneh dalam porsii yang positif kalau menurut saya. Karena so far saya suka buku jenis ini, semacam f5 untuk otak saya :D
Dan buku ini keren sumpah, karena genrenya yang fantasi misteri, dan karena Neil Geiman membawakan ceritanya dari sudut pandang seorang anak umur 7 tahun. Dan sosok fantasi yang ada dalam cerita juga dibawakan dengan apik. Walaupun alur ceritanya mundur tapi so far its nice. Cuman semacam kecewa, eh bukan, entah apa namanya, karena di ending ceritanya sedikit menggantung. Klimaksnya berasa cepet banget. Cepet mendadak naik, dan tiba tiba the end. Yahh walaupun si anak kecilnya kembali hidup normal, cuman ada something yang hilang, atau kurang. Entah perasaan saya doang atau memang bukunya ditulis sedemikian rupa. Atau entah karena saya baca buku sambil menunggu plecing bayem yang tak kunjung datang #abaikan
Bisa jadi itu artinya agar kita lebih menghargai proses daripada hasil, karena memang dalam proses membacanya saya berharap segera ingin tahu bagaimana ending ceritanya, walaupun di ending nya saya kecewa. Tapi kalau dipikir pikir terkadang dalam menjalani hidup kita juga seperti itu. Ingin segera mengakhiri ini semua dan membuka lembaran baru. tapi ketika kita sampai di ujung jalan kita bisa saja merasa kecewa atau senang. bagaimana kita bersikap saja.
Dan untuk a little piece of this book buku ini bercerita tentang pengalaman masa kecil dari seorang pria yang mengerikan, mencengangkan, mengesankan, worth it, dan lain sebagainya. Cerita bermula ketika ia berumur 7 tahun, dia dan keluarganya tinggal dengan bahagia di sebuah perkampungan kecil di Inggris. Kehidupannya berubah ketika keluarganya mengalami krisis finansial yang membuat keluarganya harus menyewakan sebuah kamar kosong di rumahnya. Sang penyewa merupakan seorang penambang opal dari Afrika Selatan. Nothings wrong dengan penambang ini. Tapi semua berubah ketikanegara api menyerang sang Penambang bunuh diri karena dia merasa bersalah kepada teman-temannya di Afrika Selatan karena ia telah menghabiskan uang yang telah dipercayakan kepadanya. Dan ternyata(lagi) kejadian ini merupakan rangkaian kejadian mengerikan yang disebabkan oleh Kutu. Makhluk pengganggu yang lolos dari Samudra. Anak itu tidak mengetahui asal muasal Kutu maupun Samudra, Kutu sendiri merupakan makhluk yang ditemukan keluarga Hempstock (keluarga Hempstock terdiri dari 3 orang, Littie, gienne, dan Mrs. Hempstock tua).
Kemudian si anak bertemu dengan Littie Hempstock, dan Littie mengajaknya ke perkebunan mereka di ujung jalan setapak. Kenapa mengajak si anak padahal si anak tidak mengetahui apa apa? Karena keluarga Hempstock lah yang pertama kali menemukan mayat si Penambang dan mereka merasa bertanggung jawab untuk melindungi si anak dari gangguan kutu.
Dan untuk lebih jelasnya silahkan beli dan baca bukunya. Next time ketika rasa malas tidak mengganjal akan saya lanjutkan lanjutan dari ceritanya :D
Dan buku ini keren sumpah, karena genrenya yang fantasi misteri, dan karena Neil Geiman membawakan ceritanya dari sudut pandang seorang anak umur 7 tahun. Dan sosok fantasi yang ada dalam cerita juga dibawakan dengan apik. Walaupun alur ceritanya mundur tapi so far its nice. Cuman semacam kecewa, eh bukan, entah apa namanya, karena di ending ceritanya sedikit menggantung. Klimaksnya berasa cepet banget. Cepet mendadak naik, dan tiba tiba the end. Yahh walaupun si anak kecilnya kembali hidup normal, cuman ada something yang hilang, atau kurang. Entah perasaan saya doang atau memang bukunya ditulis sedemikian rupa. Atau entah karena saya baca buku sambil menunggu plecing bayem yang tak kunjung datang #abaikan
Bisa jadi itu artinya agar kita lebih menghargai proses daripada hasil, karena memang dalam proses membacanya saya berharap segera ingin tahu bagaimana ending ceritanya, walaupun di ending nya saya kecewa. Tapi kalau dipikir pikir terkadang dalam menjalani hidup kita juga seperti itu. Ingin segera mengakhiri ini semua dan membuka lembaran baru. tapi ketika kita sampai di ujung jalan kita bisa saja merasa kecewa atau senang. bagaimana kita bersikap saja.
Dan untuk a little piece of this book buku ini bercerita tentang pengalaman masa kecil dari seorang pria yang mengerikan, mencengangkan, mengesankan, worth it, dan lain sebagainya. Cerita bermula ketika ia berumur 7 tahun, dia dan keluarganya tinggal dengan bahagia di sebuah perkampungan kecil di Inggris. Kehidupannya berubah ketika keluarganya mengalami krisis finansial yang membuat keluarganya harus menyewakan sebuah kamar kosong di rumahnya. Sang penyewa merupakan seorang penambang opal dari Afrika Selatan. Nothings wrong dengan penambang ini. Tapi semua berubah ketika
Kemudian si anak bertemu dengan Littie Hempstock, dan Littie mengajaknya ke perkebunan mereka di ujung jalan setapak. Kenapa mengajak si anak padahal si anak tidak mengetahui apa apa? Karena keluarga Hempstock lah yang pertama kali menemukan mayat si Penambang dan mereka merasa bertanggung jawab untuk melindungi si anak dari gangguan kutu.
Dan untuk lebih jelasnya silahkan beli dan baca bukunya. Next time ketika rasa malas tidak mengganjal akan saya lanjutkan lanjutan dari ceritanya :D
Selasa, 08 April 2014
separation means another meeting...
Finally, Ujian SMK sebentar lagi akan dilaksanakan. 14 April, ma'bestbro sicon akan ikut Ujian Negara. Good luck cooon~~ :* :*
Dan malem ini out of the blue si bapak telp, padahal biasanya cuman chatting atau bbm doang (bapak semacam gaol sekarang) tapi hari ini telp. Dan dengan sangat berat hati henpon sedang dalam mode silent dan gue ketiduran setelah dapet lapis bogor dari siDini -_- baru jam 10 nyadar kalau ada banyak missed call dari orang rumah.
Pas di telp balik ..... 'Condro tanggal 27 berangkat ke cilegon' Ada semacam perasaan campur aduk. Seneng karena sebentar lagi bakal bisa sering ketemu sicon, seneng akhirnya ada temen di rantau gini, seneng akhirnya sicon udah gede dan bakal mulai belajar menapak diatas kaki sendiri. Tapi sedih karena itu artinya bertambah satu lagi orang yang keluar dari rumah, sedih karena itu berarti bapak bakal lebih kesepian, ga akan ada lagi condro dirumah, ga akan ada lagi sicon yang rajin bikin kopi buat bapak. Tapi apa mau dikata ketika gue sendiri aja keluar dari rumah. Ga ada hak buat gue nahan agar sicon ngelamar kerja di deket rumah yang akan bersedia ngehire dia begitu ujian selesai, karena gue sendiri juga mengambil keputusan yang sama dengan yang condro ambil saat ini ketika gue lulus SMK.
Meski mengiyakan gue tau kalau bapak berat, karena beliau sendiri mengharapkan kita bikin lapangan pekerjaan dirumah. Di tempat kita bisa ngumpul semua, makan bareng, berantem dan berbaikan bareng bareng. Meski berat beliau tetep bilang 'biar dia dapet pengalaman kerja'. Well meski berat gue juga kepingin memberi kesempatan buat sicon merasakan dunia luar, agar dia berkembang. Karena dia cowok, the one who will lead someone in his life somewhen, somehow...
Karena ketika sicon memutuskan untuk berpisah itu artinya dia bersemangat untuk bertemu dengan orang baru, jalan baru, hidup baru.
Dan malem ini out of the blue si bapak telp, padahal biasanya cuman chatting atau bbm doang (bapak semacam gaol sekarang) tapi hari ini telp. Dan dengan sangat berat hati henpon sedang dalam mode silent dan gue ketiduran setelah dapet lapis bogor dari siDini -_- baru jam 10 nyadar kalau ada banyak missed call dari orang rumah.
Pas di telp balik ..... 'Condro tanggal 27 berangkat ke cilegon' Ada semacam perasaan campur aduk. Seneng karena sebentar lagi bakal bisa sering ketemu sicon, seneng akhirnya ada temen di rantau gini, seneng akhirnya sicon udah gede dan bakal mulai belajar menapak diatas kaki sendiri. Tapi sedih karena itu artinya bertambah satu lagi orang yang keluar dari rumah, sedih karena itu berarti bapak bakal lebih kesepian, ga akan ada lagi condro dirumah, ga akan ada lagi sicon yang rajin bikin kopi buat bapak. Tapi apa mau dikata ketika gue sendiri aja keluar dari rumah. Ga ada hak buat gue nahan agar sicon ngelamar kerja di deket rumah yang akan bersedia ngehire dia begitu ujian selesai, karena gue sendiri juga mengambil keputusan yang sama dengan yang condro ambil saat ini ketika gue lulus SMK.
Meski mengiyakan gue tau kalau bapak berat, karena beliau sendiri mengharapkan kita bikin lapangan pekerjaan dirumah. Di tempat kita bisa ngumpul semua, makan bareng, berantem dan berbaikan bareng bareng. Meski berat beliau tetep bilang 'biar dia dapet pengalaman kerja'. Well meski berat gue juga kepingin memberi kesempatan buat sicon merasakan dunia luar, agar dia berkembang. Karena dia cowok, the one who will lead someone in his life somewhen, somehow...
Karena ketika sicon memutuskan untuk berpisah itu artinya dia bersemangat untuk bertemu dengan orang baru, jalan baru, hidup baru.
Hopelessly, I feel like there might be something that I'll miss
Hopelessly, I feel like the windows closes oh so quick
Hopelessly, I'm taking a mental picture of you know
'Cause Hopelessly, the hope is we have so much to feel good about
Oh this gonna be a good life, this has gotta be a good life
This could really be a good life, goodlife
Langganan:
Postingan (Atom)