Senin, 08 September 2014

Unplanned sights of blue sea, white wave and black coral

First, ingin mengucapkan maaf buat Condro 'coco' karena lambe. Yang artinya take a trip to Goa Cina dan ga ngajak ngajak. Dan parahnya cuman kirim foto buat pamer bahwa IAM AT GOA CINA!!!!! Yeeee!!!!! *fireworks*

Second sorry send to Mas Sep. Sorry mas, ternyata kakiku telah menjejakkan kaki di Pulau Sempu :D

Berawal dari jumat kemarin ketika mendapat Whatsapp 'Sabtu ikut ke Goa Cina ga?' dan bales punya bales akhirnya diputuskan bahwa hari ini balik, sabtu pagi otw ke Goa Cina. Beruntung karena tinggal bawa badan, duduk manis do mobil dan ikut ke Goa Cina. Just take a responsibility for our team food. Yang artinya masakin kita nanti disana, kata mereka.

So far perjalanan menyenangkan karena jalanan yang dilewati terasa familier. Memasuki daerah Turen, mulai terasa suasana pedesaan. Kiri kanan jalan yang merupakan hutan jati dan hutan sengon adalah pemandangan yang alamiah. Begitu sampai di daerah sumbermanjing mulai terasa sekali bahwa we are at the real village. Triggernya adalah tiap rumah memiliki halaman yang luas, dan memiliki pekarangan. Ditambah jalanan yang masih sepiiiiii. Perjalanan setelah melewati sumbermanjing adalah jalan 2 arah tanpa rumah. Usut punya usut ternyata jalan yang dilewati berada di puncak gunung, yang artinya bagian kiri dan kanan adalah jurang. Belum mastiin sih, but that's what they said. And i believe without any compromise karena sejauh mata memandang kita hanya melihat bagian atas dari sebuah gunung kapur/ bukit atau apalah mereka menyebutnya. Dan melihat pemandangan gunung kapur yang ditambang entah oleh siapa, just like when i go to Sawarna last time.

Perjalanan dikatakan sudah dekat ketika kita telah sampai di Sitiharjo. Tak perlu takut kesasar, karena banyak palang palang ga bergerak yang menunjukkan arah ke Goa Cina. Dan sampailah di jalan kecil yang menuju ke Goa Cina, dimana jalannya masih merupakan jalan makadam. Yeah, feel the pain in the as*. Seandainya itu jalanan beraspal paling ga sampai 5 menit kita sudah melihat birunya laut, tapi karena makadam...... you know what lah.
Tapi pain in the as* terbayar ketika kita telah melewati pintu masuk tiket dan melihat laut. And the view is just... blue with a white wave plus some coral on the side. Memaaaangg.. warna biru dari laut adalah cerminan dari warna biru di langit. But its just.. woaaahh...

Hanya saja di Goa Cina sangat minim sekali tempat untuk meneduh, entah karena trip on Saturday or its always like this. Tapi ketika melihat pantai berasa melihat gula kacang. Semua ngumpuuulll. Tapi disisi kanan pantai tempat karang masih berdiri kokoh tidak terlalu ramai karena ombak agak tinggi. But still, its so crowded. Satu jam setelah bermain air laut yang berasa dingin + take a photo + pamer ke beberapa whatsapp contact perjalanan dilanjutkan ke Sendang Biru. Dermaga yang akan membawa ke Pulau Sempu.

Dan ketika di Sendang biru kami sempat mampir untuk melihat TPI, alias tempat pelelangan ikan. Dimana ikan Tuna sekilo hanya dihargai 15rb. Dan yang awesome adalah itu ikan segede betis bapak dihargai 30rb. Woaaahhh~~~ Sempat ada juga ikan tuna yang lebih besar, lebih tinggi daripada gue. Sempat lihat juga ada hiu seukuran anak sd kelas 3 yang tertangkap. Dan sekali lagi woaaahhh~~
Dibagian sebelah kiri ada penjual tuna yang menawarkan ikan sepanjang lengan bapak seharga 15rb. Sempat tergiur ingin membeli kalau nggak inget bahwa kita akan ke Sempu. Kapan lagi beli ikan murah. But guys, if you hate fishy smells or muddy environment or weak stomach, you better get away from here. Trust me.

Di dermaga sendang biru juga ada area memancing yang free dan sakkarepmu dewe. As long as you've fishing equipment. Area memancing ini merupakan bagian paling tepi dermaga yang terdapat banyak karang. Fish?? you don't have to ask. Bahkan terlihat juga bulu babi, abalon, clown fish, hairtail fish and i-dont-know-what-their-name fish. Tapi kita kesini bukan buat memancing, kita kesini untuk naik kapal nelayan menyeberangi laut untuk sampai ke pulau sempu yang terlihat di depan kita!!!

Setelah menyeberang perahu untuk sampai di Pulau Sempu kita harus berjalan di hutan yang tanahnya berlumpur, bukan tanahnya yang berlumpur actually. Tapi medannya berlumpur, karena everywhere we see semuanya lumpur, dan alhamdulillah tidak melihat adanya lumpur hidup. Perjalanan di medan tempur eh ralat lumpur ini adalah dari sisi belakang pulau (pantai sendang biru) menuju ke sisi depan pulau yang merupakan hamparan laut pantai selatan. And once more, this sea is just soooo blue with white wave plus some coral in the middle of the sea.

Sebagian dari kami langsung menyambut ombak yang datang, sebagian menata barang bawaan dan mendirikan tenda untuk nanti malam. Dan gueee??? Tentu saja menyambut ombak yang datang. Sore hari ombak makin naik ke daratan, beruntung karena tempat kita ngecamp lumayan jauh dan tinggi dari bibir pantai, not so close tapi kita masih bisa melihat pantai dan ombaknya. Setelah makan kegiatan nongkrong, main gitar, ngopi, main kartu dilakukan di depan tenda dan api unggun. Sebagai info : kayu kering yang sering terkena air laut berwarna biru ketika dibakar :D

Besok paginya kami kembali menyusuri medan lumpur untuk come back hoommeee. Sebelumnya kami janjian dengan bapak pemilik kapal nelayan untuk menjemput kami di tepi pulau jam 11 siang. Dan setelah kami sampai di Sendang Biru, kami lantas berjalan ke TPI untuk membeli ikan tuna untuk oleh oleh orang rumah. Tanpa mandi kami langsung cuss kembali ke Malang. Di perjalan kami berpapasan dengan rombongan karnaval di Turen. Ternyata refreshing hari itu tak berhenti di Sendang Biru karena sepanjang perjalanan kami juga menikmati melihat karnaval di sepanjang jalan di Turen.

Hanya saja, next time ketika kita balik kesini lagi, don't ever go when holiday season either weekend. Jalanannya macet paraaaaahh.



PS : Ndro, next time when you want to go there, call me and i'll be the guide ;)

Senin, 01 September 2014

something i already missed...

Ini tentang orang baru, temat baru dan suasana baru. Akan dimulai babak baru bercanda dan bertengkar dengan orang  baru. Yah gue kira gue telah keluar dari lingkaran setan Merumeru, tapi ternyata toh enggak. Sama aja. Sekali lagi gue ketemu orang merumeru, not particularly work there actually.  He's just my senior high school junior that have been taken internship there a year. And yeaah, iam glad to meet him here. But somewhere in my heart i say, yeah.. welcome to the lingkaran setan again, Nja.

Dan di tempat baru gue ini sepertinya everything's gonna be ok. So far suasana di kantor cerah ceria, kadang doang mendung walaupun tak pernah menjadi badai. Dan walaupun ada beberapa orang yang terkesan dingin tapi gue cuek, karena gue juga ga ngomong banyak. Yaahh... so far gue masih benci ketemu orang baru.

Dan in ibelum lama gue meninggalkan depok, tapi gue sudah kangen beberapa orang disana. Walaupun yang gue kangeni hal yang sepele, tapi karena itu adalah hal yang sepele, makanya gue kangen banget. Beberapa hari yang lalu gue nonton tv dan yang dibahas di acara iitu adalah Pantai di Pelabuhan Ratu yang pernah gue datengin. Bukan karena gue sentimentil atau apa, tapi karena itu pantai adalah kick off gue untuk memulai kegiatan backpacker gue. Dan karena perjalanan kesana itu perjuangan banget, karena kita kesana ketika liburan idul Adha dan cuma berdua doang. Pasalnya semua yang diajak pada menggagalkan diri. Dan so far pantai pantai yang gue datengin sawarna ga pernah mengecewakan gue, bersihnya itu lhoo..
Dan ketika gue melihat ulasan Pantai Sawarna gue jadi kangen temen kuliah gue dulu yang pergi ke Sawarna bareng bareng gue. Kangen ketika pagi pagi keluar dari kosan jalan ke St. pondok Cina, sampe ketika kita naik Elf satu-satunya yang lewat sampai ke Sawarna. Ahh.. kangen juga ketika malem malem kita nungguin makanan, tapi ternyata ibu pemilik penginapan ga tau kalau kita nungguin makanan.

Dari situ gue jadi kangen temen kosan juga. Yang biasanya rempong kalau gue nonton apa apa. Yang selalu nerobos kamar gue dan ngerecokin gue yang lagi nonton. Dan sekarang ini ga ada orang yang gue tanyain ada anime apa yang bagus, pun ga ada orang yang ngerecokin gue kalau gue lagi nonton. Walaupun kadang gue kesel kalau ditanyain mulu ketika nonton tapi gue tetep kangen.
Dan ketika selesai magrib gue biasanya sms / WA si Ellmo, temen kosan gue juga untuk menanyakan dia dikosan atau enggak. Karena kalau di kosan gue mau makan bareng dia. Dan sekarang kalau habis magrib gue cuma ngintip jendela, berharap ada orang yang jualan :3
Dan satu lagi enaknya ngekos di depok adalah ketika gue kepingin beli buku baru, gue tinggal jalan 10-15 menit dan gue udah sampe di gramedia. Disini?? Jangan harap. Jauh banget soalnya...
Dan entah sudah beberapa bulan ini gue udah ga menyambangi gramedia, jadi kangen condro juga ih. Biasanya ke gramed bareng dia. :(

Rabu, 20 Agustus 2014

Every promised that made and said...

Sebulan lamanya udah ga pernah ngeblog disini, padahal kalau di liat draft-nya udah banyak banget yang kepingin dipublish. Tapi yaaaahh... adaaa aja alasannya.
Lebaran kali ini adalah lebaran yang not good enough for me. Gimana mau good good aja kalau ketika silaturahmi ke sodara sodara gue hampir selalu dapat pertanyaan "kapan iki rabine??" jleb banget dah. Gue pasang senyum gue yang paling manis dan bilang "tajik dangu" sambil melirik ke bapak memohon pertolongan agar gue bisa lepas dari topik topik sejenis ini. Yang parah adalah dirumah salah satu kakek gue yang namanya Pak Gino, karena dari dulu gue paling care, demen, klik, cocok sama kakek yang notabenenya kakak dari nenek gue ini, gue dengan rela rela saja stay dirumah beliau setengah hari lebih. Dan itu ternyata bukan pilihan bagus, karena sodara sodara yang mayoritas gue ga kenal pada datang kesitu semua, dan topik pembicaraan yang paling gue hindari malah dengan lancarnya mengalir disana. Yang paling parah adalah ketika Pak Gino mau ngenalin gue ke salah satu anak dari temannya, ugghh~~ gue yakin muka gue udah kayak tomat busuk waktu itu. Dan yang dapat gue katakan adalah next time ketika gue pulang ke Batu dan ketemu beliau lagi akan gue pikirkan. Come on, gue masih 22 dan masih banyak yang belum gue capai di umur gue ini T_T That was the first promise. Stupid me.
Dan dirumah, kali ini gue bisa makan sebanyak mungkin, bahkan lebih banyak yang dari gue bayangin. Karena bapak menganggap kalau gue kurusan, walhasil tiap pulang dari rumah sodara beliau selalu ngajak gue makan di warung, mulai dari Pecel Amin (finally after waiting for 3 years, gue kesampean juga makan inii pecel), Tahu Campur, Nasi Empok dan yang paling membangkitkan selera makan adalah makanan dirumah. Apalagi kalau bukan nasi + selada + ikan pindang + sambel-made-by-wawan. Gue ga tau kenapa, tapi gue bisa makan sampai nambah dirumah, padahal gue cuma makan pake telor ceplok + nasi. Hmmm... home sweet home is true. And the promise that said 3 years ago that i will make some nasi kuning is finally come true. Bukan karena paksaan tapi keinginan pribadi pingin nyobain teknik masak gue yang udah ga keasah, ternyata nasi kuning gue jadi beneran. Maksudnya enak dan ga malu maluin, dan ayam santan masak pedas gue sukses besar, bahkan tengah hari gue musti masak nasi lagi, karena ternyata bukan cuma kita sekeluarga aja yang makan, tapi peliharaan wawan, sicondro, siucrit juga ikut makan. Ga heran badan mereka bisa cepet banget tingginya. Dan ucrit, plis jangan tambah tinggi lagi, gue bener bener berasa diketekin kalau lagi berdiri disebelah lo. Cuma sicon yang tingginya manusiawi kalau deket sama gue :/
And the promised that made with Sensei buat makan di Spesial Sambel kesampean, walaupun musti menempuh perjalanan panjang dan macet (alay) akhirnya kesampean juga. Dan kali ini berhasil nyeret wawan, yang notabenenya paling anti sama tempat tempat rame.
And you know, lebaran kemarin gue berasa jadi resepsionis dadakan. Karena mendadak banyak anak anak cewek yang silaturahmi ke rumah, nyari siapa lagi kalau bukan nyari wawan + wahyu. Selama ini gue ga pernah menyangka kalau adek adek gue yang gue pikir pasti minim dengan pheromone bisa narik cewek cewek, apalagi wawan. Yang dari kecil selalu main sama gue, yang selalu pulang sekolah bareng gue dari dia TK, SD, SMP sampe satu tahun di SMK. ternyata banyak juga fans ceweknya, dan yang bikin gue lebih kaget adalah cewek cewek itu gue kenal baik, dan makin bikin gue bete karena mereka seolah menjadikan gue sebagai mak comblangnya. Wan, please get me out of here.

Minggu, 20 Juli 2014

dedicated to siCon

so far sudah 4 taun menginjakkan kaki di Ibu kota. ga terasa juga kali ini adalah puasa kedua di kosan. Dan yah!! kabar baru, temen kosan gue si Dini bulan kemarin udah ga ngekos lagi, dan si Elly, nanti tanggal 23 juga ga ngekos lagi, dan bagaikan kita janjian ntar tanggal 23 aku juga bakal beberes barang, pulang ke malang dan paketin barang barang yang ada dikosan ke BSD. Yeah, secara teknis hampir 2 bulan ini aku musti kudu bolak balik BSD-depok. Karena baju dan barang barang di Depok.
Dan yang paling wow adalah ketemu Condro. Dia makin tinggi, yang kalau jalan bikin aku minder, pendek banget kayaknya. Dan dia punya janggut, meskipun Cilegon daerahnya panas tapi dia kelihatan lebih bersih, yang berarti dia cocok dengan udara disana. Dan yang paling keren adalah akhirnya ada keluarga yang real keluarga disini ^^ Thanks con
Dan lebaran kali ini (meskipun belum officially lebaran) sicon ngebeliin gitar buat aku. Yeah.. gitar akustik warna putih, just like what i want. Dan he said, this time i shouldn't buy cookies or anything else. Just leave everything to him. Meskipun baru 3 bulan tapi salut sama sicon, dia hardworker, punya target dan keinginan yang kuat untuk mewujudkannya. And everytime we talked on the phone he always said, if there are anything wrong talk to me, iam here. 
He always that gentle, always care and nice to his family. 3 bulannya dia disini mungkin pencapaian setahunku selama di jakarta :) don't know why but i just proud of him, glad he didn't follow my footstep, glad he had his own life plan, glad he never leave his family. glad because he is my precious brother.

Selasa, 17 Juni 2014

roommate bring me the first poem

it's not that i suddenly become melancholic or whatever you call it, it just recently i watched some korean variety show called roommate which shin sung woo was one of the guest. I noticed this guy before as one of musical's actor, Jack The Ripper as a role Jack. And i started watch roommate because one of YG artist were there, yeah its Park Bom. But when i realized Shin Sung Woo there all of my concent going to him.
And in that episode i watched there are always-at least one time- they played Shin Sung Woo song. What?? he is a singer?? And more of that  rocker. I feel little disappointment in myself, why i didn't realize that before.
And one of his best song is The First Poem, first launched was at 1994, that i were 2 y'old. And until now many artist sing that song as their practice song. So far, now his voice is more manly and more husky. Kinda like it now >//.//<
And.... maybe its already two weeks that my-now-playing is playing the first poem. Repeat repeat and repeat. And in Derawan before i find that it really feel like .... i feel some i-don't-know-feel when i hear this music while i sat down at manggar beach, his husky voice is more husky along with the wave.

And i feel like i was going home while i heard it on the way to Tanjung redeb. But when i hear his husky voice in this song while sat down watching sunset somehow i feel butterfly filled up my stomach. Don't know because of the sunset or because of there is someone sit beside me. But i know for sure, that now when i hear this song i always see that sunset in derawan that i see, and without fail i feel butterfly, again...

Rabu, 11 Juni 2014

tentang 'ohito yoshi'

gara gara kasih liat film gokusen ke si Cunge akhir akhir ini berasa hampir setiap hari ketemu orang jepun-indo. Adaaaa aja kata-kata slang yang meluncur dari mulutnya. Dan sudah hampir 2 mingguan ini doi selalu bilang kalau gue seorang ohitoyoshi.kepingin google translate tapi pengetahuan kanji masih kering banget. Jangankan kanji, katakana ataupun hiragana juga bagaikan sungai di musim panas. Tapi gugling ketemu gugling ohitoyoshi ( お人好し )  berarti nice guys, terkadang juga ditulis sebagai iihito いい人 . Tapi ohitoyoshi juga bisa diartikan dalam bentuk negativ.
Dan well ohitoyoshi lebih merujuk ke good-natured atau bisa diartikan mudah dikontrol atau digunakan oleh orang lain atau gampang dicurangin.  -_-
tapi ada benarnya juga sih, ketika diminta pertolongan terlalu sangat amat jarang jawabannya tidak, tidak bisa, ga mau, ga, enggak. mungkin dari situ ohitoyoshi diartikan sebagai nice guys, dimana negative meaning dari kata tersebut mengikuti -,-
Entahlah, masih terlalu ga mudeng ketika mempelajari sastra jepang. tata letak kata depan atau belakang aja sudah merubah arti kata. Dan disinilah, dengan si Cunge yang masih keranjingan drama - movie jepang, kehidupan penuh slang slang bahasa jepang dimulai. But well, its nice enough when he say that iam takane no hana for him ^^

Rabu, 07 Mei 2014

#randombend

"if travel teaches us how to see, how come every time all I see is you?"
-Keara-
from Antalogi Rasa, 63
"Hatiku berkata aku sedang jatuh cinta. Dan aku pun terlelap dengan senyuman di bibirku"
-Pilar-
  from By The River Piedra I Sat Down And Wept, 94

Sabtu, 03 Mei 2014

Karimun Jawa Trip #Take1

Akhirnya, long awaited third backpacker trip dilakoni juga. Setelah sebelumnya Sawarna dan Gunung Kidul, kali ini giliran mencicipi pemandangan bawah lautnya Karimun Jawa. Perjalanan sudah direncanakan sejak akhir desember taun lalu, berjanji bahwa secepatnya harus ke Karimun, dan kemarin akhirnya diriku menyadari, bahwa ngambang itu ga semudah ngambang yang selama ini kubayangkan. #skip
Perjalanan ke Karimun Jawa kali ini saya awali dari kosan ke Stasiun Senen, di stasiun senen saya sempat duduk duduk menunggu keberangkatan kereta di Sevel Stasiun Senen, kebiasaan ketika bepergian jauh, yaitu membeli Greentea Latte disana :p Pukul 16.20 kereta Brantas yang saya naiki berangkat (ngaret 10 menit dari jadwal) meninggalkan Ibu Kota. Perjalanan kali ini saya berangkat sendiri, karena teman teman yang sehati ke Karimun Jawa di tanggal tanggal seperti ini keduanya berasal dari Kota Malang. Sampai di Stasiun Semarang Poncol pukul 00.30 Sedikit lebih cepat dari jadwal sebenarnya. Saya duduk di peron stasiun menunggu 2 teman saya yang berangkat dari Malang. Kira kira pukul 01.00 kereta yang saya tunggu telah tiba, dan 2 teman saya turun dari gerbong 3 kereta tersebut, dengan wajah ngantuk dan capek. Capek karena ketika mereka baru bisa tidur dan ternyata mereka harus bangun karena telah sampai tujuan :)) Sampai kira kira pukul setengah 3 kami duduk duduk di peron stasiun, menunggu nyawa 2 teman saya terkumpul kembali sembari ngobrol ngobrol bagaimana kabar Kota Apel.
Setelah itu kami memutuskan untuk membeli makan di warteg yang berada dekat dengan stasiun. Setelah makan kami ngobrol ngobrol dengan ibu pemilik warteg (basicly si Dinank yang ngobrol karena baik saya maupun vincent cuman manggut manggut sambil makan pisang goreng), dan kami dipersilahkan istirahat di warteg tersebut sembari menunggu subuh.
Selesai sholat subuh di mushola kami naik bus ke terminal teroboyo, dan dari teroboyo kami lanjut minibus ke Jepara untuk nyebrang menggunakan kapal. Matahari masih belum terlalu terik ketika kami sampai di Dermaga Kartini, dan sekali lagi sesampainya disana pertanyaan yang diutarakan adalah 'makan dimana' #ampundah Dan kamipun makan di salah satu warteg disana yang di dalamnya ternyata ada sekitar 20an anak muda yang 'satu-spesies' dengan kami. Kebanyakan berasal dari Jakarta, Bandung, Cilegon, dan ada rombongan oppa alias abege dari Negeri Gingseng. Ih-wow banget ketika mereka ngomong pakai bahasa Indonesia. Ngelihat mereka ngomong bahasa Indonesia berasa nonton drama pake dubbing. ok! back to the topic
Sembari menunggu kami bertiga jalan jalan sejenak ke Kura Kura Ocean Park yang merupakan semacam wahana wisata keluarga yang terbilang masih di dalam area Pantai Kartini. Disini kami bisa melihat hiu yang di-akuariumkan, dan berbagai teman teman hiu yang lain. Disini juga bisa mencoba terapi ikan Nilem, saya hanya bisa berharap karena ikan Nilemnya ganas. Ketika kaki si Dinank mulaii masuk ke air langsung dikerubungi. Semacam geli saya jadinya, tapi toh si Dinank ketagihan terapi ikan Nilemnya. Setelah puas jalan jalan di Kura Kura Ocean Park, kami kembali ke geng warteg  kami untuk menunggu keberangkatan kapal.
Selepas dhuhur kapal yang kami nanti datang juga, kami bertiga langsung memutuskan untuk duduk di geladak, atau kabin yah?? Entahlah yang pasti kami duduk di luar kapal yang tanpa sofa empuk, hanya beralaskan papan kayu beratapkan langit biru #abaikan
Untuk saran saja, sebelum naik kapal disarankan minum antimo bagi mereka yang belum pernah naik kapal, atau bagi mereka yang mudah mabuk. Karena perjalanan 2 jam ngambang diatas laut itu ga seindah roller-coaster. Roller-coaster hanya sebuah marry-go-around jika dibandingkan kapal ini. Saya sendiri minum antimo + plester di pusar agar tidak masuk angin dan mabuk, tapi si Dinank, dengan soknya tidak minum antimo dan entah apa yang ada di pikirannya karena sepanjang perjalanan diatas laut dia hanya menutup mata, dan mendadak wajahnya putih. Beruntung kami duduk di geladak sejak awal jadi kami bisa mendapatkan best spot untuk kita duduk. Karena orang orang yang didalam mendadak keluar ke geladak untuk mendapatkan angin segar yang membuat sisi geladak penuh :(
Perjalanan 2 jam akhirnya terselesaikan, pukul 16.00 kami sampai di dermaga Karimun, baru kali ini saya melihat semacam kampung nelayan. Begitu banyak perahu parkir di sisi dermaga. Dan ikan yang masih menempel di jala menyambut kedatangan kami di Karimun Jawa.
Kami pun pergi menuju penginapan, oh iya kali ini kkami tidak backpaker sepenuhnya, karena ini first trip kami untuk jelajah pulau-pulau kami menggunakan jasa karimun jawa backpaker. Yah harga masih dibilang backpaker beneran lah. Dan begitu sampai di penginapan saya sudah berniat untuk charge handphone yang telah KO sejak di Kura Kura Ocean Park. Tapi energi berkata lain, karena listriknya mati begitu kami datang. Usut punya usut ternyata listrik disini mati dari pagi hari hingga sore. Dan listrik akan  mulai nyala dari Jam 18.00 yang artinya masih 2 jam lagi. hoh!!! Yang keren, mereka menggunakan panel surya untuk penerangan disini. Bener bener teladan. keren banget. tapi iyuh juga kalau pagi sampai sore ga ada listrik -_-
Nothing spesial untuk hari pertama, karena kami sampai sudah sore, jadi agendanya bebas, yang artinya mandi, makan, tidur. Dan kebiasaan saya ketika backpakeran, sebelum tidur masih ngobrol ngobrol ketika mendadak saya menghilang ke alam mimpi -_- plis deh nja
Dan hari kedua di karimun jawa is going to snorkeling!!!!

Kamis, 24 April 2014

sebuah kisah klasik..

ketika pelajaran menyanyi berganti menghitung
ketika pelajaran menari berganti lompat jauh
ketika pulang jam 10 berganti jam 11
ketika jajan cepek berganti gopek
ketika naik tingkat berganti naik kelas
ketika belajar 1+1 berganti 1x1
ketika 'saya bisa' berganti 'i can'
ketika 'bernafas' dijelaskan menjadi 'o2 menjadi CO2'
ketika tahu bahwa tulang manusia 206
ketika tahu bahwa bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari
ketika tahu bahwa sholat itu merupakan tanggung jawab
ketika akhirnya melewati ujian negara untuk pertama kalinya
ketika harus berjuang untuk meraih ....
ketika merah putih berganti biru putih
ketika sadar bahwa Kota Batu ga sekedar pesanggrahan
ketika LOL bahwa kita harus MOS
ketika sadar bahwa potong rambut ketika tahun ajaran baru itu TROLL
ketika kita menikmati belajar dan meraih nilai tinggi
ketika terkadang khilaf bolos ke kantin untuk makan gorengan
ketika sadar kemampuan beradaptasi kurang
ketika semua orang tahu siapa kita dan kita cuma 'oh'
ketika ketemu hobi yang disukai pertama kali
ketika pertama kalinya rambut diacak acak lembut ^^
ketika pertama kalinya tahu dimana letak alun alun
ketika pertama kali makan es cone di Plaza Batu
ketika pertama kali ikut jerit malam
ketika pertama kali bantu kwek kwek katakan cinta, padahal orangnya cumi
ketika ternyata masih berteman sama dina walau ga sekelas
ketika ketemu step kelas 2 tapi akrab kelas 3
ketika tentang dinank.....
ketika harus memilih jalan hidup yang harus ditempuh
ketika apa yang kita inginkan tak selalu yang kita dapatkan
ketika kadang memang jalan yang kita jalani itu baik untuk kita
ketika pada akhirnya bertemu mereka
ketika ketemu mereka yang angkuh dan merasa bisa
ketika ga kenal sekelas dan alone for 2 month
ketika ketemu my long last best family of RePoeBlic of opoae
ketika ngerjain pascal dan vb bareng
ketika ngemil di lab bareng
ketika makan siang bareng di 'pagupon' lantai 4
ketika foto bareng setelah ganti di kamar mandi
ketika bertemu mereka .....
ketika mbolang bareng, ngetroll bareng, nggosip bareng
ketika berjemur-sambil-ngerjain-pr bareng
ketika nge-broadcast radio bareng
ketika muncak panderman bareng
ketika nangis bareng, ketika marah bareng, ketika .....
ketika say-goodbye-never-say-goodbye ....
ketika opoae bahkan masih sampai sekarang
ketika ayo-bikin-usaha-bareng-rek
ketika iso-ga-iso-kudu-ngumpul-bareng
ketika akhirnya untuk sekian lama bisa ketemu walau bukan di malang dan ga semua
ketika itu ternyata menjadi kisah klasik yang masih terasa baru kemarin kita mengukir bersama-sama :')

Selasa, 22 April 2014

D-5 : sedikit emosional

Countdown kedatangan sicon lebih dekat kesini. Ga ada hal spesial yang terjadi, ga ada persiapan meyakinkan yang harus disiapkan. Hanya harus menyiapkan diri untuk ga nangis. Karena akhir akhir ini sedikit sensitif. Mendadak nangis ketika nonton Runningman, mungkin karena kangen orang rumah. Dan kali ini entah kenapa ga ditahan. Kalau tahun tahun kemarin merasa ga ada gunanya nangis, musti tahan untuk ga nangis setiap kali inget orang rumah. Tapi tahun ini enggak, apa gunanya sekarang ga nangis tapi setiap pulang kerumah telp ke orang rumah pasti nangis denger suara bapak. Jadi lepaskan saja, nangis itu ga berarti lemah, ga berarti kita cengeng. Ada saatnya memang menangis itu perlu, daripada menyimpan dalam hati dan meluapkannya sekali setahun. Akan lebih menyakitkan bagi orang yang melihat bahwa kita menahan itu semua untuk bisa meluapkannya sekaligus.
Untuk porsi makan mulai menyimpang ke hal yang ...... Entah karena udah mulai tua atau kenapa, akhir akhir ini lebih suka makan nasi daripada junkfood, daripada mie, daripada pasta atau roti. Cemilan juga entahlah, air putih mungkin :/ Sedikit aneh akhir akhir ini
Dan yang bikin kesel adalah jam tidur. Ada kalanya jam 10 mata sudah berat kepingin menutup, tapi ada kalanya ketika bahkan sampai jam 3 masih gelindingan di kasur. Dan sekali tidur-jam-3 ini terjadi satu malem, akan berlangsung lumayan lama. Dan keadaan masih berlangsung sampai kemarin lusa. Bersyukur kemarin semacam terkena flu+pusing yang menyebabkan harus minum obat dan jam 9 sudah di alam mimpi. Berharap malam ini bisa tidur normal.

PS : hujan masih suka turun, walaupun begitu terkadang langit cerah membawa Acrux dan Gacrux

Jumat, 11 April 2014

tentang the Ocean at the end of the lane

Kemarin lagi hunting buku Fortunatelly its a milk, tapi karena kurang diberkati akhirnya buku tersebut gagal didapatkan. Dan karena penasaran dengan buku-buku Neil Geiman akhirnya beli buku yang judulnya Di Ujung Jalan Setapak alias the Ocean at the end of the lane. Dan serius, ini buku memang aneh. Aneh dalam porsii yang positif kalau menurut saya. Karena so far saya suka buku jenis ini, semacam f5 untuk otak saya :D
Dan buku ini keren sumpah, karena genrenya yang fantasi misteri, dan karena Neil Geiman membawakan ceritanya dari sudut pandang seorang anak umur 7 tahun. Dan sosok fantasi yang ada dalam cerita juga dibawakan dengan apik. Walaupun alur ceritanya mundur tapi so far its nice. Cuman semacam kecewa, eh bukan, entah apa namanya, karena di ending ceritanya sedikit menggantung. Klimaksnya berasa cepet banget. Cepet mendadak naik, dan tiba tiba the end. Yahh walaupun si anak kecilnya kembali hidup normal, cuman ada something yang hilang, atau kurang. Entah perasaan saya doang atau memang bukunya ditulis sedemikian rupa. Atau entah karena saya baca buku sambil menunggu plecing bayem yang tak kunjung datang #abaikan
Bisa jadi itu artinya agar kita lebih menghargai proses daripada hasil, karena memang dalam proses membacanya saya berharap segera ingin tahu bagaimana ending ceritanya, walaupun di ending nya saya kecewa. Tapi kalau dipikir pikir terkadang dalam menjalani hidup kita juga seperti itu. Ingin segera mengakhiri ini semua dan membuka lembaran baru. tapi ketika kita sampai di ujung jalan kita bisa saja merasa kecewa atau senang. bagaimana kita bersikap saja.
Dan untuk a little piece of this book buku ini bercerita tentang pengalaman masa kecil dari seorang pria yang mengerikan, mencengangkan, mengesankan, worth it, dan lain sebagainya. Cerita bermula ketika ia berumur 7 tahun, dia dan keluarganya tinggal dengan bahagia di sebuah perkampungan kecil di Inggris. Kehidupannya berubah ketika keluarganya mengalami krisis finansial yang membuat keluarganya harus menyewakan sebuah kamar kosong di rumahnya. Sang penyewa merupakan seorang penambang opal dari Afrika Selatan. Nothings wrong dengan penambang ini. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang sang Penambang bunuh diri karena dia merasa bersalah kepada teman-temannya di Afrika Selatan karena ia telah menghabiskan uang yang telah dipercayakan kepadanya. Dan ternyata(lagi) kejadian ini merupakan rangkaian kejadian mengerikan yang disebabkan oleh Kutu. Makhluk pengganggu yang lolos dari Samudra. Anak itu tidak mengetahui asal muasal Kutu maupun Samudra, Kutu sendiri merupakan makhluk yang ditemukan keluarga Hempstock (keluarga Hempstock terdiri dari 3 orang, Littie, gienne, dan Mrs. Hempstock tua).
Kemudian si anak bertemu dengan Littie Hempstock, dan Littie mengajaknya ke perkebunan mereka di ujung jalan setapak. Kenapa mengajak si anak padahal si anak tidak mengetahui apa apa? Karena keluarga Hempstock lah yang pertama kali menemukan mayat si Penambang dan mereka merasa bertanggung jawab untuk melindungi si anak dari gangguan kutu.
Dan untuk lebih jelasnya silahkan beli dan baca bukunya. Next time ketika rasa malas tidak mengganjal akan saya lanjutkan lanjutan dari ceritanya :D

Selasa, 08 April 2014

separation means another meeting...

Finally, Ujian SMK sebentar lagi akan dilaksanakan. 14 April, ma'bestbro sicon akan ikut Ujian Negara. Good luck cooon~~ :* :*

Dan malem ini out of the blue si bapak telp, padahal biasanya cuman chatting atau bbm doang (bapak semacam gaol sekarang) tapi hari ini telp. Dan dengan sangat berat hati henpon sedang dalam mode silent dan gue ketiduran setelah dapet lapis bogor dari siDini -_- baru jam 10 nyadar kalau ada banyak missed call dari orang rumah.

Pas di telp balik ..... 'Condro tanggal 27 berangkat ke cilegon' Ada semacam perasaan campur aduk. Seneng karena sebentar lagi bakal bisa sering ketemu sicon, seneng akhirnya ada temen di rantau gini, seneng akhirnya sicon udah gede dan bakal mulai belajar menapak diatas kaki sendiri. Tapi sedih karena itu artinya bertambah satu lagi orang yang keluar dari rumah, sedih karena itu berarti bapak bakal lebih kesepian, ga akan ada lagi condro dirumah, ga akan ada lagi sicon yang rajin bikin kopi buat bapak. Tapi apa mau dikata ketika gue sendiri aja keluar dari rumah. Ga ada hak buat gue nahan agar sicon ngelamar kerja di deket rumah yang akan bersedia ngehire dia begitu ujian selesai, karena gue sendiri juga mengambil keputusan yang sama dengan yang condro ambil saat ini ketika gue lulus SMK.

Meski mengiyakan gue tau kalau bapak berat, karena beliau sendiri mengharapkan kita bikin lapangan pekerjaan dirumah. Di tempat kita bisa ngumpul semua, makan bareng, berantem dan berbaikan bareng bareng. Meski berat beliau tetep bilang 'biar dia dapet pengalaman kerja'. Well meski berat gue juga kepingin memberi kesempatan buat sicon merasakan dunia luar, agar dia berkembang. Karena dia cowok, the one who will lead someone in his life somewhen, somehow...
Karena ketika sicon memutuskan untuk berpisah itu artinya dia bersemangat untuk bertemu dengan orang baru, jalan baru, hidup baru.

Hopelessly, I feel like there might be something that I'll miss
Hopelessly, I feel like the windows closes oh so quick
Hopelessly, I'm taking a mental picture of you know
'Cause Hopelessly, the hope is we have so much to feel good about
Oh this gonna be a good life, this has gotta be a good life
This could really be a good life, goodlife 

Minggu, 16 Maret 2014

my life, a beautiful things indeed

I like best friends on my dinner friday
my rainy day on my early saturday
my moonlight star on every night in my day
my delightful suspicious venomous grateful family on sunday
my tightly but hurt hug by my brother on every time i meet him
its easy to love easy to accept
unable to forget, even when that time already past for a long long time
its love because it doesn't require a reason
cause its a beautiful things indeed

Rabu, 12 Februari 2014

has been a serenade...

birthday new year already passed, we're in joy
newborn new friends new face, we met new feel

the tears we sheed the laughter we spread
the mask we wear, we're doing fine
we say that we are doing fine

the pain in our heart the secret sobs we let it out
swept away by the sunrise, drove away by a brand new day

seconds have turned minutes have turned hour
days have turned months have turned years
tears will turned into smile will turned into laughs
but tears will still remain
it getting harder, but we will still doing fine

Rabu, 22 Januari 2014

Ngelantur

Ditengah hiruk pikuk 'pesta tahunan' (banjir) yang meramaikan Jakarta, siang ini saya ngelantur. Bener bener ngelantur yang ngelantur. Berawal bbm grup dengan adanya slentingan pemilu mundur mulailah iseng gugling gugling, kayak gimana sih camuk -calon muka, red- negeri kita ini. Dan ketika gugling salah satu nama camuk yang menurut saya selama ini fine fine saja karena saya anggap beliau berwibawa ternyata membuat penilaian saya terhadap si Bapak berubah 180 derajat. Karena dari artikel yang saya baca saya ketagihan untuk membuka search engine dan mengetikkan 'kerusuhan mei 1998'. Yang dimana nama beliau disebutkan dan sampai sekarang sepertinya beberapa oknum masih dapat berjalan naik kendaraan mewah dikawal beberapa ... mmm calon oknum lain mungkin?? Who knows. Tapi sungguh, miris melihatnya. Karena saya baru tahu kalau kerusuhan mei 1998  itu adalah kerusuhan yang semacam itu. Bukan maksud rasis, tapi mungkin ada beberapa pribumi yang sampai sekarang diskriminasi terhadap ras lain, sekarang saya tidak mempermasalahkannya. Setelah apa yang terjadi pada mereka, bagaimanapun pasti sakit ketika orang yang disayangi seperti itu. Pandai pandai bersikap saja sekarang.
Kembali ke artikel pak camuk, disebutkan juga nama camuk yang lain yang sekarang partainya berlogo lambang negara kita, yang katanya di set up sebagai kambing hitam kasus kerusuhan tersebut. Entah cerita mana yang benar.
Dan kemudian dibentuknya Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang bahkan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana hasil penyelidikannya. Bahkan tidak kepada terdakwanya. What kind of s**t is this?
Dari artikel juga akhirnya merujuk ke salah satu nama bapak kelahiran 1949 yang namanya sempat santer tahun 2008 karena kasus pembunuhan aktivis HAM dari kota kelahiran saya. Yang bahkan sampai sekarang kasunya masih abu-abu, terkesan hitam malah. Makin tak terlihat, yang telah dibentuk tim khusus untuk menyelidikinya oleh 'bapak presiden dua putaran' kita, tapi masih idem.
Saya berhenti membaca dan mencari membaca nama pollycarpus, 'teknisi' yang dikambing hitamkan menurut saya. Kambing yang dikorbankan untuk melindungi pemilik tercintanya.
Entah apa jadinya bulan April nanti, miris rasanya kalau melihat negara kita dibangun diatas berbagai macam mayat yang sampai saat ini masih abu abu bagaimana mayat2 tersebut bisa berbentuk sedemikian rupa.