Akhirnya, long awaited third backpacker trip dilakoni juga. Setelah sebelumnya Sawarna dan Gunung Kidul, kali ini giliran mencicipi pemandangan bawah lautnya Karimun Jawa. Perjalanan sudah direncanakan sejak akhir desember taun lalu, berjanji bahwa secepatnya harus ke Karimun, dan kemarin akhirnya diriku menyadari, bahwa ngambang itu ga semudah ngambang yang selama ini kubayangkan. #skip
Perjalanan ke Karimun Jawa kali ini saya awali dari kosan ke Stasiun Senen, di stasiun senen saya sempat duduk duduk menunggu keberangkatan kereta di Sevel Stasiun Senen, kebiasaan ketika bepergian jauh, yaitu membeli Greentea Latte disana :p Pukul 16.20 kereta Brantas yang saya naiki berangkat (ngaret 10 menit dari jadwal) meninggalkan Ibu Kota. Perjalanan kali ini saya berangkat sendiri, karena teman teman yang sehati ke Karimun Jawa di tanggal tanggal seperti ini keduanya berasal dari Kota Malang. Sampai di Stasiun Semarang Poncol pukul 00.30 Sedikit lebih cepat dari jadwal sebenarnya. Saya duduk di peron stasiun menunggu 2 teman saya yang berangkat dari Malang. Kira kira pukul 01.00 kereta yang saya tunggu telah tiba, dan 2 teman saya turun dari gerbong 3 kereta tersebut, dengan wajah ngantuk dan capek. Capek karena ketika mereka baru bisa tidur dan ternyata mereka harus bangun karena telah sampai tujuan :)) Sampai kira kira pukul setengah 3 kami duduk duduk di peron stasiun, menunggu nyawa 2 teman saya terkumpul kembali sembari ngobrol ngobrol bagaimana kabar Kota Apel.
Setelah itu kami memutuskan untuk membeli makan di warteg yang berada dekat dengan stasiun. Setelah makan kami ngobrol ngobrol dengan ibu pemilik warteg (basicly si Dinank yang ngobrol karena baik saya maupun vincent cuman manggut manggut sambil makan pisang goreng), dan kami dipersilahkan istirahat di warteg tersebut sembari menunggu subuh.
Selesai sholat subuh di mushola kami naik bus ke terminal teroboyo, dan dari teroboyo kami lanjut minibus ke Jepara untuk nyebrang menggunakan kapal. Matahari masih belum terlalu terik ketika kami sampai di Dermaga Kartini, dan sekali lagi sesampainya disana pertanyaan yang diutarakan adalah 'makan dimana' #ampundah Dan kamipun makan di salah satu warteg disana yang di dalamnya ternyata ada sekitar 20an anak muda yang 'satu-spesies' dengan kami. Kebanyakan berasal dari Jakarta, Bandung, Cilegon, dan ada rombongan oppa alias abege dari Negeri Gingseng. Ih-wow banget ketika mereka ngomong pakai bahasa Indonesia. Ngelihat mereka ngomong bahasa Indonesia berasa nonton drama pake dubbing. ok! back to the topic
Sembari menunggu kami bertiga jalan jalan sejenak ke Kura Kura Ocean Park yang merupakan semacam wahana wisata keluarga yang terbilang masih di dalam area Pantai Kartini. Disini kami bisa melihat hiu yang di-akuariumkan, dan berbagai teman teman hiu yang lain. Disini juga bisa mencoba terapi ikan Nilem, saya hanya bisa berharap karena ikan Nilemnya ganas. Ketika kaki si Dinank mulaii masuk ke air langsung dikerubungi. Semacam geli saya jadinya, tapi toh si Dinank ketagihan terapi ikan Nilemnya. Setelah puas jalan jalan di Kura Kura Ocean Park, kami kembali ke geng warteg kami untuk menunggu keberangkatan kapal.
Selepas dhuhur kapal yang kami nanti datang juga, kami bertiga langsung memutuskan untuk duduk di geladak, atau kabin yah?? Entahlah yang pasti kami duduk di luar kapal yang tanpa sofa empuk, hanya beralaskan papan kayu beratapkan langit biru #abaikan
Untuk saran saja, sebelum naik kapal disarankan minum antimo bagi mereka yang belum pernah naik kapal, atau bagi mereka yang mudah mabuk. Karena perjalanan 2 jam ngambang diatas laut itu ga seindah roller-coaster. Roller-coaster hanya sebuah marry-go-around jika dibandingkan kapal ini. Saya sendiri minum antimo + plester di pusar agar tidak masuk angin dan mabuk, tapi si Dinank, dengan soknya tidak minum antimo dan entah apa yang ada di pikirannya karena sepanjang perjalanan diatas laut dia hanya menutup mata, dan mendadak wajahnya putih. Beruntung kami duduk di geladak sejak awal jadi kami bisa mendapatkan best spot untuk kita duduk. Karena orang orang yang didalam mendadak keluar ke geladak untuk mendapatkan angin segar yang membuat sisi geladak penuh :(
Perjalanan 2 jam akhirnya terselesaikan, pukul 16.00 kami sampai di dermaga Karimun, baru kali ini saya melihat semacam kampung nelayan. Begitu banyak perahu parkir di sisi dermaga. Dan ikan yang masih menempel di jala menyambut kedatangan kami di Karimun Jawa.
Kami pun pergi menuju penginapan, oh iya kali ini kkami tidak backpaker sepenuhnya, karena ini first trip kami untuk jelajah pulau-pulau kami menggunakan jasa karimun jawa backpaker. Yah harga masih dibilang backpaker beneran lah. Dan begitu sampai di penginapan saya sudah berniat untuk charge handphone yang telah KO sejak di Kura Kura Ocean Park. Tapi energi berkata lain, karena listriknya mati begitu kami datang. Usut punya usut ternyata listrik disini mati dari pagi hari hingga sore. Dan listrik akan mulai nyala dari Jam 18.00 yang artinya masih 2 jam lagi. hoh!!! Yang keren, mereka menggunakan panel surya untuk penerangan disini. Bener bener teladan. keren banget. tapi iyuh juga kalau pagi sampai sore ga ada listrik -_-
Nothing spesial untuk hari pertama, karena kami sampai sudah sore, jadi agendanya bebas, yang artinya mandi, makan, tidur. Dan kebiasaan saya ketika backpakeran, sebelum tidur masih ngobrol ngobrol ketika mendadak saya menghilang ke alam mimpi -_- plis deh nja
Dan hari kedua di karimun jawa is going to snorkeling!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar