Ditengah hiruk pikuk 'pesta tahunan' (banjir) yang meramaikan Jakarta, siang ini saya ngelantur. Bener bener ngelantur yang ngelantur. Berawal bbm grup dengan adanya slentingan pemilu mundur mulailah iseng gugling gugling, kayak gimana sih camuk -
calon muka, red- negeri kita ini. Dan ketika gugling salah satu nama camuk yang menurut saya selama ini fine fine saja karena saya anggap beliau berwibawa ternyata membuat penilaian saya terhadap si Bapak berubah 180 derajat. Karena dari artikel yang saya baca saya ketagihan untuk membuka search engine dan mengetikkan 'kerusuhan mei 1998'. Yang dimana nama beliau disebutkan dan sampai sekarang sepertinya beberapa oknum masih dapat
berjalan naik kendaraan mewah dikawal beberapa ... mmm calon oknum lain mungkin?? Who knows. Tapi sungguh, miris melihatnya. Karena saya baru tahu kalau kerusuhan mei 1998 itu adalah kerusuhan yang semacam itu. Bukan maksud rasis, tapi mungkin ada beberapa pribumi yang sampai sekarang diskriminasi terhadap ras lain, sekarang saya tidak mempermasalahkannya. Setelah apa yang terjadi pada mereka, bagaimanapun pasti sakit ketika orang yang disayangi seperti itu. Pandai pandai bersikap saja sekarang.
Kembali ke artikel pak camuk, disebutkan juga nama camuk yang lain yang sekarang partainya berlogo lambang negara kita, yang katanya di set up sebagai kambing hitam kasus kerusuhan tersebut. Entah cerita mana yang benar.
Dan kemudian dibentuknya Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang bahkan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana hasil penyelidikannya. Bahkan tidak kepada terdakwanya. What kind of s**t is this?
Dari artikel juga akhirnya merujuk ke salah satu nama bapak kelahiran 1949 yang namanya sempat santer tahun 2008 karena kasus pembunuhan aktivis HAM dari kota kelahiran saya. Yang bahkan sampai sekarang kasunya masih abu-abu, terkesan hitam malah. Makin tak terlihat, yang telah dibentuk tim khusus untuk menyelidikinya oleh 'bapak presiden dua putaran' kita, tapi masih idem.
Saya berhenti membaca dan mencari membaca nama pollycarpus, 'teknisi' yang dikambing hitamkan menurut saya. Kambing yang dikorbankan untuk melindungi pemilik tercintanya.
Entah apa jadinya bulan April nanti, miris rasanya kalau melihat negara kita dibangun diatas berbagai macam mayat yang sampai saat ini masih abu abu bagaimana mayat2 tersebut bisa berbentuk sedemikian rupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar