Kamis, 24 Februari 2011

Manusia dan Keindahan

A. Keindahan
Kata keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dsb. Benda yang mempunyai sifat indah adalah segala hasil seni. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.
a. Apakah Keindahan itu
Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Dalam pembatasan fisafat kedua pengertian itu kadang - kadang dicampuradukkan saja. DIsamping itu terdapat perbedaan menurut luasnya pengertian, yaitu:
a) keindahan dalam arti luas
b) keindahan dalam arti estetis murni
c) keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penghilatan
Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu yang didalamnya tercakup pula kebaikan. Pendeknya pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi :
- keindahan seni
- keindahan alam
- keindahan moral
- keindahan intelektual
Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya.
Dari pembagian dan pembedaan terhadap keindahan diatas, masih belum jelas apakah sesungguhnya itu. Keindahan sebenarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu, yang paling sering disebut adalah kesatuan(unity), keselarasan(harmoby), kesetangkupan(symmetry), keseimbangan(balance) dan perlawanan(contrast0.
Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan bahwa keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata - kata. Filsuf merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan - pencerapan inderawi kita(beauty is unity of formal relations of our sense perceptions). Sebagian filsuf ain menghubungkan pengertian keindahan dengan ide kesenangan yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran.

b. NIlai Estetik
Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan nilai kemasyarakat. Nilai ekstrensik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya, yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu. Nilai instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
c. Kontemplasi dan ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Apabila kontemplasi dan ekstansi itu dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi itu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ekstansi itu berbeda-beda antara setiap manusia, maka tanggapan terhadap keindahan karya seni juga berbeda beda.
d. Apa sebab manusia menciptakan keindahan?
KEindahan itu pada dasarnya adalah alamiah. Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oelh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Berikut ini akan coba diuraikan alasan dan tujuan seniman menciptakan keindahan :
1) Tata nilai yang telah usang
Tata nilai yang terjelma dalam adat istiadat ada yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan, sehingga dirasakan sebagai hambatan yang merugikan dan mengorbakankan nilai nilai kemanusiaan. Tata nilai ini yang dipandang mengurangi nilai moral kehidupan masyarakat, sehingga dikatakan tidak indah.
2) Kemerosotan Zaman
Keadaan yang merendahkan derajad dan nilai kemanusiaan ditandai dengan kemerosotan moral.
3) Penderitaan Manusia
Banyak fator yang membuat manusia itu menderita, tetapi manusia itu sendiri yang menentukan faktornya. Keadaan demikian ini tidak mempunyai daya tarik dan tidak menyenangkan, karena nilai kemanusiaan telah diabaikan dan dikatakan tidak indah.
4)Keagungan Tuhan
Keagungan tuhan dapat dibuktikan melalui keindahan alam dan keteraturan alam semesta serta kejadian kejadian alam. Keindahan alam merupakan keindahan mutlak ciptaan Tuhan. Manusia hanya dapat meniru saja, seindah indah tiruan yangn dibuat tidak akan menyamaai keindahan ciptaan Tuhan itu sendiri.

d. Keindahan Menurut pandangan Romantik
Pada hakekatnya negatife capability adalah suatu proses. Keraguan, ketidaktentuan dan misteri adalah suatu proses. Proses inilah yang kemudian membuat seseorang menjadi kreatif. Orang yang tidak memiliki negative capability tidak akan kreatif, karena baginya segala sesuatu sudah jelas adanya.

B. Renungan
Renungan berasal dari kata renung artinya diam diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, diantaranya: teori pengungkapan, teori metafisik, dan teori psikologik.
a) Teori Pengungkapan
Dalil teori ini adalah bahwa ' art is an expression of human feeling'. Tokoh teori ekspresi paling terkenal adalah filsuf Italia Benedeto Croce, beliau menyatakan bahwa 'art is expression of impressions'. Seorang tokoh lainnya dari teori pengungkapan adalah Leo Tostoi, dia menegaskan bahwa kegiatan seni adalah memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang telah mengalaminya setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan berbagai gerak, garis, warna, suara, dan bentuk yang diungkapkan dalam kata kata memindahkan perasaan itu sehingga orang orang mengalami perasaan yang sama.
b) Teori Metafisik
Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari Plato yang karya karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan, dan teori seni. Dalam jaman modern suatu teori senia lainnya yang juga bercorak metafisis dikemukakan oleh filsuf Arthur Schopenhauer, menurutnya seni adalah suatu bentuk dari pemahaman terhadap realita.
c) Teori Psikologis
Teori teori metafisis dari para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsepsi konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller dan Herbert Spencer. MEnurut Shciller, asal mula senia adalah dorongan batin untuk bermain main yang ada di dalam diri seseorang. Bagi Spencer permainan itu berperanan untuk mencegah kemampuan kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia siakan.
SEbuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan yang memandang seni sebagai suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia.

C. Keserasian
Keserasian berasal dari kata serasi, kata dasar rasi, artinya cocok, kena benar, sesuai benar. Kata cocok, kena benar, sesuai benar mengandung unsur perpaduan, pertentangan, ukuran dan seimbang.
Dalam pengertian perpaduan misalnya, orang berpakaian harus dipadukan warnanya bagian atas dengan bawah, atau warna kulit. Pertentangan pun menghasilkan keserasian,misal dalam dunia musik. Sebenarnya irama yang ada adalah pertentangan suara tinggi rendah, panjang pendek, dan keras lembut.
Karena itu dalam keindahan ini sebagian ahli fikir menjelaskan bahwa keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kualitas / pokok tertentu yang terdapat pada sesuatu hal.
a) Teori Obyektif dan Teori Subyektif
Salah satu persoalan pokok dari teori keindahan adalah mengenai sifat dasar dari keindahan. Dari persoalan tersebut lahirlah dua kelompok teori yang sangat terkenal sebagai teori obyektif dan teori subyektif.
Teori Obyektif berpendapat bahwa keindahan atau ciri ciri yang mencipta nilai estetik adalah sifat(kualitas) yang memang telah melekat pada bentuk indah yan gbersangkutan, terlepas dari itu oran gsudah mengamatinya.
Teori Subyektif menyatakan bahwa ciri ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri seseorang yang mengamati sesuatu benda. Yang tergolong teori subyektif ialah orang yang memandang keindahan dalam suatu hubungan diantara suatu benda dengan alam pikiran seseorang yang mengamatinya seperti misalnya yang berupa menyukai atau menikmati benda itu.
b)Teori Perimbangan
Teori obyektif memandan gkeindahan sebagai suatu kwalita dari benda benda. Teori perimbangan tentang keindahan dari bangsa YUnani Kuno dulu dipahami pula dalam arti yang lebih terbatas, yakni secara kualitatif yang diungkapkan dengan angka angka. Bangsa Yunani menemukan bahwa hubungan hubungan matematik yang cermat sebagaimana terdapat dalam ilmu ukur dan berbagai pengukuran proporsi ternyata dapat diwujudkan dalam benda benda bersusun indah. Teori perimbangan berlaku dari abad ke 5 sebelum masehi sampai abad ke 17 masehi, teori tersebut runtuh karena desakan filsafat empirisme dan aliran aliran termasuk dalam seni. Keindahan hanya ada pada pikiran orang yang menerangkannya dan setiap pikiran melihat suatu keindahan yang berbeda beda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar