Tema : Wireframe
Topik : Peranan Wireframe dalam proses
development
Kerangka
- Apa itu Wireframe
- Jenis Jenis Wireframe
- Desktop / Web Based
- Mobile / Tablet
- Andoid
- Tujuan dibuat Wireframe
- Fungsi Wireframe
- Fungsi Dokumentasi
- Fungsi Development
- Fungsi Acuan Testing
Kebanyakan orang mungkin berfikir ketika mereka ingin membuat sebuah aplikasi mereka hanya perlu mencari orang untuk membuatkan mereka aplikasi, kemudian menyampaikan ide yang masih segar dalam bayangan mereka agar si pembuat aplikasi membuatkannya sesuai dengan apa yang mereka bayangkan. Jika kebetulan si Pembuat Aplikasi bisa mengerti keinginan user maka aplikasi yang akan dibangun olehnya akan memuaskan si Pemberi Ide. Tapi tak jarang si Pembuat Aplikasi malah membuat aplikasi yang menurut mereka lebih simple dan praktis. Padahal meskipun memiliki fungsi yang sama akan tetapi dengan interface yang berbeda tentu user akan bingung ketika menggunakan aplikasi tersebut.
Oleh karena itu wireframe sebagai
salah satu jembatan antara si Pemberi Ide (user) dengan si Pembuat
Aplikasi (programmer) adalah salah satu metode untuk mengurangi
kesalahan tersebut. Wireframe merupakan prototype atau rencana dari
aplikasi yang akan dibuat oleh programmer. Dalam pembuatannya
Wireframe sudah harus memikirkan bagaimana bentuk interface yang akan
dibangun oleh programmer, harus sesuai dengan yang diinginkan user
dan juga harus memungkinka n dibangun dengan menggunakan teknologi
yang ada oleh Programmer.
Di dalam Wireframe juga sudah harus
terdapat gambaran bagaimana bentuk database dan business process yang
akan dihadapi oleh Programmer. Tujuannya agar Programmer tidak harus
mengulang pekerjaan yang sama hanya karena salah field di database
atau kesalahan alur dalam business process nya. Bentuk dari wireframe
ini sendiri harus 80% mirip dengan apa yang akan dibentuk oleh
Programmer dan harus 80% sama dengan apa yang diinginkan oleh user.
Wireframe sendiri dapat dibuat dengan
bentuk sebagai Desktop / Web Based Application, Mobile / Tablet
Application ataupun Android Application. Yang paling rentan adalah
pembuatan wireframe untuk aplikasi Web Based sekaligus aplikasi
Android. Karena jika pada wireframe menggunakan fitur yang terlalu
kompleks ketika digunakan di aplikasi Android akan memungkinkan
beberapa fitur dibuang atau dialihkan menjadi fitur yang lebih banyak
prosesnya.
Selain itu WireFrame juga berfungsi
sebagai alat dokumentasi. Wireframe yang telah dibuat akan menjadi
arsip / dokumentasi awal sebuah aplikasi dibuat. Pada awal awal
pembuatan aplikasi akan banyak perubahan wireframe yang memungkinkan
Wireframe memiliki beberapa versi. Di masa yang akan datang
dokumentasi inilah yang dapat digunakan untuk berbagai fungsi.
Ketika Wireframe telah menjadi sistem
design maka ketika ada Programmer lain yang ingin melanjutkan
aplikasi ini maka Programmer pertama tidak perlu menjelaskan secara
rinci bagaimana jalannya aplikasi ini. Karena Wireframe ini juga
berfungsi sebagai panduan development untuk programmer dalam
mengatasi debug atau menambah fitur baru.
Ketika sebuah development diselesaikan
maka proses selanjutnya adalah proses testing oleh user. Tak jarang
seorang user akan merasa bahwa aplikasi yang dibuat oleh programmer
masih memiliki fitur yang tidak lengkap dan meminta ditambahkan
berbagai fitur. Disinilan peran Wireframe sebagai acuan Unit Testing
berlaku. Ketika proses development akan dilakukan baik user maupun
programmer telah menyepakati bahwa interface dan fitur yang ada di
Wireframe adalah benar dan sesuai dengan kedua belah pihak. Jika
Programmer membangun aplikasi sesuai dengan Wireframe yang ada maka
user tidak akan mampu menyangkal bahwa fitur yang telah disepakati
telah dikerjakan sepenuhnya oleh Programmer.
Kelas : 3KA22 / TIA10
NPM : 58410289
Tugas : Bahasa Indonesia I
Tidak ada komentar:
Posting Komentar