Jumat, 18 Januari 2013

Tugas Bahasa Indonesia I - Peranan Wireframe dalam Proses Development

 
Tema : Wireframe
Topik : Peranan Wireframe dalam proses development

Kerangka
  1. Apa itu Wireframe
  2. Jenis Jenis Wireframe
  • Desktop / Web Based
  • Mobile / Tablet
  • Andoid
  1. Tujuan dibuat Wireframe
  2. Fungsi Wireframe
  • Fungsi Dokumentasi
  • Fungsi Development
  • Fungsi Acuan Testing

Kebanyakan orang mungkin berfikir ketika mereka ingin membuat sebuah aplikasi mereka hanya perlu mencari orang untuk membuatkan mereka aplikasi, kemudian menyampaikan ide yang masih segar dalam bayangan mereka agar si pembuat aplikasi membuatkannya sesuai dengan apa yang mereka bayangkan. Jika kebetulan si Pembuat Aplikasi bisa mengerti keinginan user maka aplikasi yang akan dibangun olehnya akan memuaskan si Pemberi Ide. Tapi tak jarang si Pembuat Aplikasi malah membuat aplikasi yang menurut mereka lebih simple dan praktis. Padahal meskipun memiliki fungsi yang sama akan tetapi dengan interface yang berbeda tentu user akan bingung ketika menggunakan aplikasi tersebut.

Oleh karena itu wireframe sebagai salah satu jembatan antara si Pemberi Ide (user) dengan si Pembuat Aplikasi (programmer) adalah salah satu metode untuk mengurangi kesalahan tersebut. Wireframe merupakan prototype atau rencana dari aplikasi yang akan dibuat oleh programmer. Dalam pembuatannya Wireframe sudah harus memikirkan bagaimana bentuk interface yang akan dibangun oleh programmer, harus sesuai dengan yang diinginkan user dan juga harus memungkinka n dibangun dengan menggunakan teknologi yang ada oleh Programmer.

Di dalam Wireframe juga sudah harus terdapat gambaran bagaimana bentuk database dan business process yang akan dihadapi oleh Programmer. Tujuannya agar Programmer tidak harus mengulang pekerjaan yang sama hanya karena salah field di database atau kesalahan alur dalam business process nya. Bentuk dari wireframe ini sendiri harus 80% mirip dengan apa yang akan dibentuk oleh Programmer dan harus 80% sama dengan apa yang diinginkan oleh user.

Wireframe sendiri dapat dibuat dengan bentuk sebagai Desktop / Web Based Application, Mobile / Tablet Application ataupun Android Application. Yang paling rentan adalah pembuatan wireframe untuk aplikasi Web Based sekaligus aplikasi Android. Karena jika pada wireframe menggunakan fitur yang terlalu kompleks ketika digunakan di aplikasi Android akan memungkinkan beberapa fitur dibuang atau dialihkan menjadi fitur yang lebih banyak prosesnya.

Selain itu WireFrame juga berfungsi sebagai alat dokumentasi. Wireframe yang telah dibuat akan menjadi arsip / dokumentasi awal sebuah aplikasi dibuat. Pada awal awal pembuatan aplikasi akan banyak perubahan wireframe yang memungkinkan Wireframe memiliki beberapa versi. Di masa yang akan datang dokumentasi inilah yang dapat digunakan untuk berbagai fungsi.

Ketika Wireframe telah menjadi sistem design maka ketika ada Programmer lain yang ingin melanjutkan aplikasi ini maka Programmer pertama tidak perlu menjelaskan secara rinci bagaimana jalannya aplikasi ini. Karena Wireframe ini juga berfungsi sebagai panduan development untuk programmer dalam mengatasi debug atau menambah fitur baru.

Ketika sebuah development diselesaikan maka proses selanjutnya adalah proses testing oleh user. Tak jarang seorang user akan merasa bahwa aplikasi yang dibuat oleh programmer masih memiliki fitur yang tidak lengkap dan meminta ditambahkan berbagai fitur. Disinilan peran Wireframe sebagai acuan Unit Testing berlaku. Ketika proses development akan dilakukan baik user maupun programmer telah menyepakati bahwa interface dan fitur yang ada di Wireframe adalah benar dan sesuai dengan kedua belah pihak. Jika Programmer membangun aplikasi sesuai dengan Wireframe yang ada maka user tidak akan mampu menyangkal bahwa fitur yang telah disepakati telah dikerjakan sepenuhnya oleh Programmer.

Nama : Senja Wahyu Putri Ananda
Kelas : 3KA22 / TIA10
NPM : 58410289
Tugas : Bahasa Indonesia I

Tidak ada komentar:

Posting Komentar