Rabu, 27 Maret 2013

Elegi Dini

Elegi bukanlah karena kita jauh
Elegi juga bukan karena kita tidak saling melihat satu sama lain
Elegi bukan karena hanya mendengar suaramu saja aku sudah meneteskan air mata
Elegi hanyalah sebuah realita
Kenyataan yang harus kuterima karena aku sudah memilih jalanku sendiri
Elegi ini muncul karena rasa rinduku
Elegi ini hadir dini ini lewat sebuah bayang
Elegi karena kusadar potretmu saja aku tak punya
Elegi karena sampai sekarang aku masih belum bisa mandiri
Elegi karena sampai sekarang aku masih menangis ketika merindukanmu
Elegi karena aku masih lemah
Elegi karena aku masih egois ketika hatiku goyah
Elegi karena aku terkadang aku menyesal telah memilih jalan untukku sendiri
Elegi karena cambuk kecilku seakan akan membuatku menderita atas segalanya
Mataku menjerit jerit, sambil berfikir bahwa aku musti lepas dari kekalutan ini
Tapi ini adalah elegi-ku
Aku harus pulang
Sekalipun aku tak memiliki muka ketika bertemu engkau
Karena aku masih harus banyak berbenah
Tapi raut wajahmu tak pernah menunjukkan bahwa kau menolakku
Kau adalah orang pertama yang akan selalu menerimaku bagaimanapun kondisiku
Kau adalah orang yang tau bagaimana tangis dan tawaku
Kau adalah orang yang mengerti diriku
Orang yang akan aku peluk cium dan sayang selamanya
Orang yang mungkin tak tergantikan untukku
Orang yang entah sudah berapa banyak kuteteskan air mata ketika ku merindukan engkau
Tunggulah anakmu pulang, Pak

dedicated to Senja's Pa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar