Uda kebiasaanku kayaknya seperti ini. Tiap nyesek pasti kangen rumah, yah bukan berarti kalau lagi seneng ga inget rumah. Cuman kalau lagi galau dan ga ada temen buat share pasti pengen pulang ke rumah, hiks hiks hiks
Tapi itu semua ga bisa aku lakuin. Yang bisa aku lakuin cuma nangis, istighfar dan berusaha menghibur diri sendiri. Everyone care, but we all live here with ownself. Harus jadi sebuah pelajaran bagiku. Ini bukan kota Malang. Ini Jakarta, walaupun dia belagak baik di depanmu tapi belum tentu dibelakangnya dia membawa madu. Mungkin saja pisau tumpul sudah digenggamnya sejak lama. Yah, banyak cerita mengisahkan bahwa pisau tumpul itu lebih menyakitkan daripada pisau tajam.
Dan ini untuk kesekian kalinya, dan akan jadi yang terakhir. Cukup untuk kamu, kamu, aku tidak akan pernah lagi memberikan apa yang menjadi milikku. Bahkan meminjamkannya pun tidak. Jika ketika aku tidak bisa bangun dengan kakiku sendiri kau tidak ada inisiatif untuk memberikan uluran tanganmu maka ketika kau jatuh, aku tidak akan menoleh padamu barang sedikitpun.
Jika kau baik kepadaku, maka aku akan membalasnya 1000x lebih baik, tapi jika kau buruk terhadapku maka aku pun akan membalasnya 1000x lebih buruk kepadamu. Karena ini bukan kali pertama kau melakukan itu kepadaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar