Jumat, 30 Agustus 2013

Karena Kurang Teori

Gue bersyukur meskipun gue sekarang berjalan di jalan yang ga mulus mulus amat(bisa dibilang makadam rusak) tapi dalam prosesnya gue ketemu sama orang orang yang bisa ngertiin gue, bisa baca jalan pikiran gue sehingga nasehat yang mereka kasih ke gue itu masuk kuping kanan ga mental keluar. Karena gue adalah orang yang ga bisa nerima semua nasehat. Kebanyakan mental, yang ada baru mau masuk ke kuping udah nabrak daun telinga duluan. Dan kemarin lusa gue ketemu sama satu orang. Gue bersyukur dia ga nganggep gue diatas angin setelah denger pengalaman kerja gue, gue juga bersyukur dia ga sekalipun nyanjung gue, karena gue ga suka. Tapi gue bersyukur bahwa dia ngasih gue pertanyaan simple yang ga bisa gue jawab simple, meskipun pengalaman kerja gue udah hampir 3 taun. Dan gue juga bersyukur dia ngasih jawaban atas pertanyaan dia dan dia juga menjelaskan kenapa gue ga bisa jawab pertanyaan tersebut. Karena kamu kurang dalam mempelajari teorinya.
Dalam otak gue, langsung ada sinyal "tring". Ah~~ betul juga, gue belum belajar teorinya secara mendalam. Itu yang bikin gue selama ini hanya bisa melanjutkan, tapi untuk build dari awal gue kepayahan. Karena selama ini gue langsung makan apa yang dikasih, gue dijejelin seberapa banyak pun gue tetep makan. Tapi ketika ditanya apa yang gue makan, gue cuman bisa sebutin nama makanannya tanpa tau gimana bikinnya dan apa aja bahan dari makanan yang gue makan. Dan nasehat yang gue dapet sederhana, kamu harus belajar teorinya juga. Karena sesempurna apapun praktek yang kamu kerjakan, kalau kamu lemah di teorinya dalam proses berjalan kamu akan terpincang pincang. Sederhana memang nasehatnya, hanya saja orang yang mengatakan dan alasan dia mengatakan itu yang bikin gue bisa menerima nasehat yang diberikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar