Jumat, 06 September 2013

tentang 'starting over'nya Nicko Widjaja

Senin malem, gue ngasih buku ke salah satu temen gue. About accidental enterpreneurship. Yang sebenernya untuk gue sendiri gue perlu. Tapi gue mencoba untuk ga beli, karena gue punya target yang belum terselesaikan (lulus kuliah). Juga karena gue ga mau jadi kepikiran enterpreneurship dulu, intinya gue fokus ke kuliah dulu baru target yang lain. Karena kuliah ini adalah seluk beluk asal mula ketersendatan ini semua. Tapi apa mau dikata, dia malah ngebeliin gue buku yang sama dan berkata, "gue tau lo kepingin buku ini. Semoga dengan buku ini lo jadi lebih disiplin". Kaget denger dia bilang gitu, dan akhirnya gue pajang bukunya di lemari baju paliiiing belakang, tertutup berbagai gombalan yang sehari hari gue pakai. Dan kemarin malem setelah bosen nonton Guilty Crown gue memutuskan untuk ngintip sedikit isi dari buku itu.
Dan.. tada~ gue ga menargetkan untuk enterpreneurship. Meskipun gue baru baca sampe page 25 sih. Butuh pemahaman yang !@#$%^&*() Ternyata enterpreneur di indonesia itu ga ada yang sekali coba langsung sukses. Pasti ada cerita dia dipecat, dia nganggur, dia waiting time dan lain lain. Dan yang pasti enterpreneur itu ga tring! terus muncul ide terus diskusi dengan temen sebagai rekan bisnis dan realisasi. Itu semua butuh proses. Dan proses itu dari bagaimana cara kita bekerja. Kalau gue sih menilai proses gue untuk jadi enterpreneurship masih 20%. Why??? Karena gue masih mementingkan passion daripada disiplin ketika gue bekerja. Okelah kita harus punya passion. Tapi toh itu semua adalah pekerjaan, yang lambat laun bikin kita capek, yang bikin kita dikejar deadline, yang bikin kita lembur ketika passion tersebut masih numpuk. Well, tak selamanya juga kan hobi itu menyenangkan. Jadi passion sebagai nomor 1 adalah kurang tepat. Lebih tepat ketika kita menempatkan disiplin di urutan pertamax. Kita musti disiplin dengan deadline, disiplin dengan research, disiplin waktu dan berbagai disiplin yang lainnya. Ketika kita sudah mendisiplinkan diri kita dengan passion passion itu barulah kita merambah ke urutan yang lain seperti passion, motivasi, rekreasi dan lain lain. 
Dan untuk menjadi enterpreneurship ga ada salahnya memulai di umur 30 kok. Karena Indonesia juga nomor 3 dengan potensi enterpreneurship tersukses di dunia, setelah Amerika dan Kanada. Dan ada 2 kondisi untuk menjadi enterpreneurship. Antara mereka mau bikin startup usaha dari awal atau mereka mau bergabung dengan group yang sudah punya market dan produk yang dipercaya masyarakat. Not easy, huh. So sekarang yang jadi fokus utama gue adalah Lulus Kuliah! Mari selesaikan berbagai kemuakan ini. Dan mulailah disiplin ketika kau bekerja!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar