Selasa, 10 September 2013

Limbo

Masih seputar Starting Overnya Nicko Widjaja. Everytime i read every page in this book i always feel 'ah. its true, i didn't do that'. Gue ga tau gue akan bertahan seperti ini berapa lama. Karena sekarang gue juga sudah mulai menerapkan apa yang dikatakan Nicko di buku ini, disciplining yourself. Karena disciplining yourself lead you to love your job. Karena passion itu tentative. Jujur, gue sendiri baru sadar kalau pernyataan bahwa passion itu tentative itu benar. Ga jarang seseorang quit from what she/he do just because 'that's not my passion' atau 'my passion is always in one aspect, so i think i will work with my passion' okelaahhhh itu bagus kalau kita bisa kerja dengan passion. tapi tetep aja sih, thats work. you will never change it to be a hobby.
Dan mungkin ada diantara kita yang sudah ada pada zona aman. Mau keluar gaji udah kegedean, dengan pengalaman yang itu itu aja. Karena selama ini kita hanya berkutat pada satu pekerjaan yang udah jadul, tapi terlalu besar untuk diperbaharui. Dilema antara keluar nyari pekerjaan baru dan pengalaman baru, atau tetap disini mempertahankan posisi yang sudah kita perjuangkan setelah sekian lama. Itu limbo #1.
Padahal kalau dipikir pikir, semisal kita adalah orang yang bekerja keras dan memulai semuanya dari 0. Kita bekerja mulai dari status magang, kemudian menjadi tenaga outsource, lanjut diangkat menjadi pegawai tetap tingkat officer, menjadi manager, direktur, ceo dan ga terasa kita udah mengerti kantor tersebut seakan akan itu telapak tangan kita sendiri. Dan paling mentok adalah kita menjadi salah satu stakeholder di perusahaan tersebut. Memang sih, semua orang di kantor akan tau kita siapa, seberapa besarnya pengaruh kita. Tapi tetep aja, perusahaan yang kita bangun bukan milik kita. Jika perusahaan tersebut besar dan memiliki koneksi yang besar pula, yang menikmati adalah anak dari owner perusahaan tersebut, atau cucunya. Kita? kita hanya salah satu stakeholdernya. Jadi, haruskah kita keluar dari perusahaan dan mendirikan perusahaan milik kita sendiri?? Itu limbo #2.
Semisal kita memiliki pemikiran untuk berwirausaha dan mendirikan perusahaan, apa yang harus kita lakukan pertama kali? Membangun citra perusahaan agar produk dan nama kita terkenal di market yang ada, atau kita langsung hajar promosi produk paralel dengan membangun citra? mungkinkah? Mungkin, tapi susah.
Sama dengan teori telur atau ayam. Keduanya sama sama penting, tapi dilema untuk memilih salah satu. Karena jika kita memilih telor atau membangun citra perusahaan terlebih dahulu, itu artinya kita harus menyiapkan uang diam untuk operasional beberapa bulan, karena kita tidak fokus pada menjual barang, akan tetapi membangun citra terlebih dahulu agar paling tidak orang orang menyadari keberadaan kita. Atau kita memilih ayam atau langsung hajar saja. Perkenalkan produk produknya. Itu juga membutuhkan dana yang tidak kecil, karena itu berarti resource yang kita miliki kita fokuskan untuk produksi barang, padahal belum tentu barang yang kita hasilkan memiliki banyak peminat. Dan maukah market menerima barang baru yang pabrik dan mutu kualitas dari barangnya belum diketahui. Operasional makin bertambah. Jadi, haruskah kita pecahkan saja telurnya?? Ini limbo #3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar