ini semua gara gara si Thor(iq), pas habis beli es saya liat dia buka buka situs 1CUK. Sebenernya mau lempar komentar "tiap hari bukanya ituuuu aja" tapi entah kenapa malah ngomong "wancuk" karena emang bacanya gitu kan? Eh dia malah bilang "mbak mbak, omongannya itu lho"
Dan sampailah saya nge googling apa itu artinya wancuk / jancuk / damput dan teman teman seperjancukannya.
Sebenernya jancuk ini adalah makian khas arek-arek Suroboyo. Tapi makian jenis ini sudah merambah ke daerah daerah Barat dari Jawa Timur, bahkan orang Bandung saja juga sudah hapal makian ini. Mungkin karena sudah banyaknya arek-arek Suroboyo atau arek-arek Jawa Timur yang melanglang buana kali ya. But bukan berarti mereka adalah orang orang yang jahat karena mengatakan Jancuk. After all it just saying
Jancuk memang memiliki penggal kata kalau tidak boleh disebut suku kata. Awal bentukan makian ini yaitu dari kata 'cuk'.Suku kata 'cuk' ini mudah dicari sumbernya, yaitu dari kata 'encuk' yang artinya persetubuhan. Kata 'encuk' masih dianggap jelek / porno oleh sebagian orang, karena itu mereka suka memakai kata jancuk sebagai makian
Varian dari Jancuk adalah diancuk, diamput, jamput, jangkrik atau mbokne ancuk. Jangkrik merupakan pengalihan atau penghalusan dari kata jancuk, yah, masih tergolong makian sih, cuma masih bisa disebut sebagai orang yang 'sedikit' sopan/ Tapi kalau sudah mau memaki orang dan sudah benar benar marah pasti kata yang dipakai adalah jancuk. Begitupula dengan jamput dan diamput. Levelnya sama dengan jancuk dan jangkrik. Hanya saja jamput dan diamput masih memiliki upaya untuk menekan makian agar tidak terdengar terlalu kasar, atau ketika berada di kerumunan kelompok, biasanya makian jenis ini diucapkan secara perlahan.
Meski kata jancuk dan teman seperjancukannnya sudah terdengar akrab di telinga arek-arek Suroboyo, penggunaan kata tersebut masih sering memicu kesalahpahaman. Dimulai dari kekagetan yang dimaki, lalu terjadi pandang-pandangan maka kesalahpahaman pasti akan muncul. Padahal maksudnya bukanlah memaki akan tetapi hanya kaget saja. Misalnya anda tersenggol barang panas, secara spontan dari mulut anda keluar kata 'Jancuk'. Jika orang yang menyenggol anda merasa tersinggung maka dia akan merespon 'mau apa lo!'
Kata jancuk juga tidak hanya digunakan untuk mengumpat. Biasanya makian ini juga digunakan untuk memberikan komentar seperti, 'jancuk suwene', itu karena mereka merasa begitu lama menunggu. Tapi tidak hanya ungkapan negatif yang bisa ditempeli kata jancuk. Jika kata jancuk ditempelkan dengan kata yang positif maka pemaki bermaksud tulus. Seperti ketika melihat cewek lewat, si mas mas bilang 'jancuk ayune' maka itu berarti mas mas tersebut benar benar merasa kalau cewek yang lewat itu adalah cewek cantik.
Selain itu jancuk bisa juga dijadikan sebagai predikat. Misalnya Susi orangnya adalah orang yang suka menghabiskan uang perusahaan untuk kepentingan sendiri, maka bisa juga ditempeli kata jancuk menjadi 'Susi iku jancukan poll!" atau 'Susi iku jancukan poll wis'.
Makian jancuk juga digunakan ketika kita sedang gemas, hanya saja intonasinya yang berbeda. Kata 'Jan' biasanya diteriakkan secara pendek lalu diikuti dengan teriakan 'cuk' yang panjang sampai rasa gemas hilang. Misalnya ketika kaki terbentur dinding biasanya akan mengatakan 'Jancuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk' sampai merasa puas.
But as I say, after all kata jancuk digunakan dalam berbagai kondisi, hanya saja untuk beberapa orang yang belum pernah mendengar kata ini atau tidak mengetahui arti / maksud kata Jancuk ga akan merasakan apa apa ketika mengucapkan kata ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar