Senin, 15 Juli 2013

Kegalauan Gue~~


draft 09 Juli 2013

Ga selamanya cari pacar tuh musti tampangnya cakep berkilau, tajir, berkepribadian buaik, dan berbagai macam point plus lainnya. Kasian cowok yang ga kayak gitu. Karena cowok yang kayak gitu tuh satu banding 100. Udah jarang banget ketemu cowok yang pure kayak gitu. Terlalu banyak tinta yang sudah tercoreng. Mungkin bagi para cowok juga gitu. Jarang ketemu cewek yang masih pure. Tapi ga tau juga sih.
For me, as long as dia muslim yang baik, pake kacamata, bisa bawa motor dan bisa main gitar is enough. Karena muslim yang baik berarti dia bisa jadi imam gue. Dan muslim yang baik berarti dia punya prinsip bekerja keras lah seakan akan dunia akan kiamat besok. Singkatnya dia adalah seorang hard-worker warrior. Pake kacamata itu opsional, ga harus dipake terus. Kali aja dia cuman pake kacamata waktu buka kompi, buat melindungi matanya. Karena bagaimanapun juga cowok berkacamata itu selalu memiliki kesan intelegence buat gue -^.^- Bisa bawa motor itu suatu keharusan. Bukan karena gue materialistis, tapi karena gue ga bisa bawa motor. Kalau bukan dia siapa lagi. Sukur kalau dia bisa bawa mobil juga. Lebih alhamdulillah lagi kalau dia yang punya motor dan mobil. Kekeke Kalau gitar itu buat penyeimbang. Dari opsi muslim yang bekerja keras itu berarti otak kiri dia berjalan dengan baik. Logika dan kemampuan bekerjanya plus. Gitar tuh berarti dia punya seni. Otak kanan nya jalan berarti. Dia bisa ngajarin gue dan anak gue belajar main gitar ntar. Hehehe
Dan akhir akhir ini gue juga mikir. Mungkin baik juga punya cowok yang akan pat my head. Entah itu gue doang atau semua cewek itu sama yah. Pada dasarnya tuh gue ga pengen punya cowok yang perhatiaaaan banget, atau yang protektif banget. Yah boleh sih protektif. That means dia care sama gue. Dia ngejagain gue dari cowok lain. Its ok kalau gue ga boleh begini begini asal ga kelewatan banget. Tapi paling ga ketika gue down dan kebetulan dia tahu gue down, dan dia ada di samping gue, gue ga nuntut dia buat kasih solusi ke gue. Atau console gue dengan kata kata yang blukutuk blukutuk, atau apa lah. Tapi paling ga dia akan diem di sebelah gue, duduk sama gue dan ngusap kepala gue. Just like he take care of child. Menurut gue itu udah lebih dari cukup. Karena gue tau ga semua masalah itu langsung ketemu jalan keluarnya. Yang musti gue lakukan cuman mendinginkan kepala gue aja. So I hope, he will help me cold my head with pat my head like that.
So far gue baru ketemu satu cowok yang pat my head. Gue ketemu cowok itu ketika gue SMP. Dia senior gue. Waktu gue masih gila ikut yang namanya Pramuka. He's nice. Ga tinggi, bisa dibilang pendek. Gue ga berharap sama dia waktu itu, karena dia punya cewek, gue cuma ngefans dan dia tau itu. Dia sering cerita tentang cewek cewek nya waktu itu. Dan karena dia lah gue ngerasa kalau semua cowok tuh ba*****n. Karena dia kayak gitu ke ceweknya. Tapi itu hidup dia. Gue ga akan koreksi dia. Tapi terlepas dari itu semua gue masih ngefans sama dia. Karena ketika gue down, ketika gue sedih dan pasang senyum palsu di muka gue, ketika gue pertend that everything is fine dia duduk di sebelah gue. Dia ga tanya apa apa, dia juga ga tanya kenapa gue pasang senyum palsu gitu, dia juga ga kasih nasehat atau apa. Tapi dia duduk tepat di sebelah gue, diam, dan cuma ngusap kepala gue. Itu kali pertama gue ketemu cowok ajaib kayak gitu. Dan gue masih ngefans sama dia sampe sekarang, walau gue ga tau kabar dia gimana, apa dia masih punya pacar atau bahkan dia udah meritd. But that make him one of my nice memory.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar