draft 01
Juli 2013
"...
dari kepercayaan, harapan dan cinta, yang lebih penting adalah
persahabatan...", -Marry me Mary-
Kata
sahabat selalu terdengar lebih indah. Somehow soothe in my deepest
heart. Memang sih terdengar klise, tapi itulah kenyataannya, paling
tidak yang saat ini kurasakan :) Meskipun seorang sahabat terkadang
membuat kesal tapi entah bagaimana dibalik kekesalan itu selalu ada
pintu maaf bagi mereka. Mungkin pintu maaf tidak langsung terbuka,
tapi suatu saat ketika kita merenung kita akan dengan tulus
memaafkan, bahkan merasa bersalah karena kita marah sedemikian rupa.
Begitulah filosofi ku :)
Mungkin
tidak semua teman bisa menjadi sahabatku, tapi seburuk apapun mereka
aku tetap menerima mereka sebagai sahabatku. Bukan karena ikatan yang
sudah lama terjalin, bukan karena banyaknya waktu yang telah
terlewati, tapi karena kesan pertama sudah merasa kalau dia akan
menjadi sahabatku. Dan kesan itu masih ada hingga sekarang.
Meskipun
hingga saat ini telah membuat lubanng di hati, tapi kumerasa aku tak
harus mengisi lubang tersebut. Karena aku baik baik saja dengan ini
semua, ini tidak menyakitiku, hanya membuatku belajar lebih banyak.
Bahwa aku tak boleh membuatnya memiliki lubang di hati seperti
milikku. Karena aku tidak akan meninggalkan dia, karena aku ingin
setiap dekade aku mengingatnya sebagai sahabatku. Baik dulu, kini dan
nanti.
Meskipun
dia sudah seperti kaus kaki usang yang tak terpakai, meskipun
warnanya sudah memudar, meskipun jalan yang dilaluinya berbeda
denganku, meskipun dia sudah terjerembab dalam kubangan, meskipun dia
tak mampu lagi mengangkat wajahnya tapi kuharap dia akan tetap
melihat wajahku. Meskipun kata kataku tak pernah di dengarnya,
meskipun aku hanya merengek, tapi kuharap dia tetap ada sebagai
sahabatku.
Meskipun
kenangannya semakin memudar, tapi dia akan selalu ada dalam ingatan,
meskipun sedikit dia akan tetap ada. Meski bayangnya tak lagi kulihat
tapi dia akan menjadi langit yang bisa kulihat dari tempatku
berpijak.
“sometimes
teenager fight for no reason and became 'us' for no reason, when they
became 'us' that also can call friendship”Gentleman's
Dignity
Tidak ada komentar:
Posting Komentar