Senin, 15 Juli 2013

Kepercayaan, harapan dan cinta


draft 01 Juli 2013

"... dari kepercayaan, harapan dan cinta, yang lebih penting adalah persahabatan...", -Marry me Mary-
Kata sahabat selalu terdengar lebih indah. Somehow soothe in my deepest heart. Memang sih terdengar klise, tapi itulah kenyataannya, paling tidak yang saat ini kurasakan :) Meskipun seorang sahabat terkadang membuat kesal tapi entah bagaimana dibalik kekesalan itu selalu ada pintu maaf bagi mereka. Mungkin pintu maaf tidak langsung terbuka, tapi suatu saat ketika kita merenung kita akan dengan tulus memaafkan, bahkan merasa bersalah karena kita marah sedemikian rupa. Begitulah filosofi ku :)
Mungkin tidak semua teman bisa menjadi sahabatku, tapi seburuk apapun mereka aku tetap menerima mereka sebagai sahabatku. Bukan karena ikatan yang sudah lama terjalin, bukan karena banyaknya waktu yang telah terlewati, tapi karena kesan pertama sudah merasa kalau dia akan menjadi sahabatku. Dan kesan itu masih ada hingga sekarang.
Meskipun hingga saat ini telah membuat lubanng di hati, tapi kumerasa aku tak harus mengisi lubang tersebut. Karena aku baik baik saja dengan ini semua, ini tidak menyakitiku, hanya membuatku belajar lebih banyak. Bahwa aku tak boleh membuatnya memiliki lubang di hati seperti milikku. Karena aku tidak akan meninggalkan dia, karena aku ingin setiap dekade aku mengingatnya sebagai sahabatku. Baik dulu, kini dan nanti.
Meskipun dia sudah seperti kaus kaki usang yang tak terpakai, meskipun warnanya sudah memudar, meskipun jalan yang dilaluinya berbeda denganku, meskipun dia sudah terjerembab dalam kubangan, meskipun dia tak mampu lagi mengangkat wajahnya tapi kuharap dia akan tetap melihat wajahku. Meskipun kata kataku tak pernah di dengarnya, meskipun aku hanya merengek, tapi kuharap dia tetap ada sebagai sahabatku.
Meskipun kenangannya semakin memudar, tapi dia akan selalu ada dalam ingatan, meskipun sedikit dia akan tetap ada. Meski bayangnya tak lagi kulihat tapi dia akan menjadi langit yang bisa kulihat dari tempatku berpijak.

sometimes teenager fight for no reason and became 'us' for no reason, when they became 'us' that also can call friendship”Gentleman's Dignity

Tidak ada komentar:

Posting Komentar