draft 03 Juli 2013
Yang
disebut usia 20-an adalah usia dimana kau bisa bertemu orang baru,
baik itu teman, sahabat, kenalan, gebetan, kolega, saudara atau siapa
saja. Itu memungkinkan. Karena umur 20-an adalah umur dimana kau
masih mencari dan membangun.
Usia
20-an adalah usia dimana kau harus dengan bangga menyatakan bahwa kau
telah lepas dari masa masa alay dan lebay. Menuju fase baru yang
disebut dewasa. Tapi usia 20-an tidak akan menjamin kau bisa dewasa
di umur ini. Karena kebanyakan kawanan di usia ini hanyalah remaja
yang bertambah usia :)
Di
usia 20-an kau mungkin masih akan bisa santai duduk duduk di kafe
tepi danau, atau makan pecel ayam di pinggir jalan nongkrong di
angkringan, bergaya borju nongkrong di mall bersama teman teman yang
lain membicarakan berbagai hal sepele tentang kehidupan. Tak peduli
seberapa keras pekerjaan yang kau miliki pembicaraan mu tidak akan
jauh dari hal hal sepele seperti penyakit flu burung yang sudah tak
ada kabarnya, tugas kuliah, atau malah membicarakan kesuksesan teman
teman lama semasa SMK ;) Dan diusia ini tak heran jika kau masih
goyah akan hasrat duniawi.
Beberapa
dari kalangan ini mungkin terlihat perfeksionis, beberapa mungkin
terlihat serius dan kaku. Tapi sebenarnya mereka hanyalah kalangan
20an dengan rasa humor dan pemikiran pemikiran yang lebih baik
daripada bapak bapak 40an. Karena mereka masih reckless, masih
memiliki mimpi besar yang ingin diwujudkan tak peduli itu mudah atau
tidak. Karena mereka masih percaya diri akan mimpi dan harapan
mereka. Karena mereka masih penuh keyakinan akan kerja keras mereka
yang tidak akan sia sia dan akan terbayar suatu hari nanti.
Tidak
heran jika di usia ini mungkin masih menikmati nonton anime, baca
komik, nulis puisi pujangga, koleksi mainan antik dan lain
sebagainya. Atau mungkin teriak ketakutan ketika nonton film horor,
nangis bombay nonton drama, nonton variety show sambil jawab
pertanyaan yang diajukan anouncer atau belagak seperti pemain pemain
film FTV karena keranjingan nonton setiap siang.
Di
umur 20an mungkin beberapa mulai berfikir buat married, tapi dalam
waktu yang bersamaan juga berfikir masih ingin membangun karir, masih
pengen seneng seneng, masih ingin menikmati masa masa remaja meski
sudah lewat usia remaja. Lebih bijak lagi mungkin berfikir kalau
dirinya masih belum dewasa. Atau untuk pemikiran yang lebih matang
lagi masih belum memiliki bekal yang mumpuni buat merit. Karena
setelah nikah tuh kita ga berubah dari makan nasi menjadi makan cinta
;)
Gue
sendiri merasa usia 20an ini adalah usia galau, di satu sisi ingin
segera mengakhiri kuliah TI gue karena gue ingin mengakhiri kehidupan
sebagai seorang programmer dan beralih kuliah Teknik Sipil yang juga
merupakan jenis kuliah Teknik yang ingin gue hindari. Selain itu gue
juga ingin berpandangan yang sedikit dewasa, tapi entah kenapa ketika
gue mencoba selalu gagal, I'm not mature enough. Di usia gue yang
baru 20 ini gue juga masih suka baca manga dan anime, sometimes juga
masih keranjingan nonton drama. Walaupun untuk porsi nonton drama ini
sudah berkurang 80% sekarang. But somehow I'm not mature enough.
But
setelah gw pikir pikir, gue bakal gini aja deh. Kedewasaan bakal gw
temuin suatu saat nanti. Gue kepingin menghargai diri gue yang
sekarang, meskipun gw masih sedikit childish dalam beberapa hal, toh
ga ada salahnya. Meskipun gw masih sering salah dan perlu diingatkan
gue masih muda. Cheerish what I have, so that when Iam old I can
remember myself as someone who life her life to the fullest. =D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar