Jumat, 25 Oktober 2013

deadline mulur~

Sedang dalam masa masa gemar sekali mengeluh -_- dan ini tentang kerjaan. Semacam kasian sebenernya sama ini blog, jadi ajang keluh kesah gue doang. Dan kali ini kerjaan gue terbentur deadline yang kurang dari seminggu. Walaupun (perasaan) gue udah kerjain banyak tapi ternyata masih ada satu modul lagi yang belum terjamah sama sekali, malah gue menjamah modul lain. Dan gue baru tau hari ini. Rasanya tuh kayak dilempar ke langit tinggiiii banget, euforia ngeliat awan dan daratan dari atas ih-wow banget. Dan ternyata gue ditarik ke daratan melebihi kecepatan normal. mmm.. begitulah rasanya, dan pilihan gue sekarang adalah kerjain aja. Bukan pilihan sebenernya, tapi tuntutan. Yah gimana lagi, ini udah bidang gue.
Dan mau share aja, buat anyone yang mungkin belum tau, karena gue juga belajar. Bahwa pada dasarnya deadline dan timeline itu harus sinkron. Dan ketika seorang analyst menerjemahkan timeline yang dibuatnya kepada tukang ketik maka alangkah baiknya mengejar deadline di baris pertama pada timeline yang dibuat. Dan lagi, jangan memberikan deadline baris kedua sebelum deadline baris pertama 90% fix. Jadi ketika tukang ketik sudah mengerjakan line 2, dia tidak akan marathon bolak balik nengok line 1, dengan alasan masih ada kebutuhan. Dan gue paling benci dengan kata kata 'satu lagi' ketika request. Satu lagi itu tentative. Tak terhingga mameeenn. Dan ketika deadline approaching, barulah tersadar bahwa untuk memenuhi deadline di line1 masih ada modul yang belum terjamah. Dan.. tadaaa~~ saturday is monday, sunday is monday and absolutely, monday is monday.
Gue nyeletuk dan ber-sigh dan mengatakan bahwa kerjaan masih banyak, dan temen kampus gue si satria bergitar bilang 'kok kayaknya kamu itu ngeluh aja' dan gue bilang 'yah gimana lagi, daripada gue stress mendem beban sendiri'. Dan so far, gue ngerasa setelah uneg uneg yang ada gue lepas, gue lebih enjoy ngetik kerjaan gue. Sooooo.. mari kita lanjutkan ketikan kita yang masih.. mmm.... nevermind.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar