Selasa, 08 Oktober 2013

Starting Over, End.

Finallyy~~~ starting overnya kelar sodara sodaraaa. Semacam pengen baca ulang lagi dah. Dan tetep sampe akhir chapter of the book, decak kagum dan senyum siimpul setiap ketemu statement-statement nya Nicko tentang hal sepele. “iya juga sihh”, dalam hati. Dan well, this book totally great. Buat kalian yang kepingin move on dari kerjaan kalian sekarang, dari rutinitas kalian sekarang dan memulai untuk berwirausaha mending dipikir pikir dulu, kenapa harus berwirausaha. Dan dipikir dulu, is it the best? Jangaan sampe kalian sudah mantep notok njedok mengambil jalan berwirausaha dan melepas semua yang sudah diperjuangkan selama ini dan hanya akan berakhir kembali lagi ketempat yang akan kalian tinggalkan sekarang. Karena enterpreneur itu bukan kalian jalan sedikit sedikit, tapi langsung hajar. Habisakan apa yang kalian miliki, agar kalian tidak ada jalan untuk kembali. But wait, musti dipikir mateng mateng dulu kebijakannya. Jangan jadi bonek alias bondo nekat.
Disiplinkan diri kalian terlebih dahulu terhadap pekerjaan kalian ini.Karena kedisiplinan menuntut kita untuk tidak mendapatkan timbal balik dari apa yang kita dapatkan, kedisiplinan hanya sebuah bentuk dari sebab akibat. Cause success by disciplin. Karena jika langkah telah diambil dan ternyata kita kembali ke lingkaran setan, tidak ada yang bisa disalahkan melainkan diri kita sendiri. Karena kita mengatasnamakan passion untuk berwirausaha dan meninggalkan apa yang kita bangun. Limbo, huh? :) Selama kalian masih memiliki backup (red:perusahaan) yang (y) maka manfaatkanlah untuk membentuk partnership dengan rekan rekan yang lain. Tapi jangan terlena, karena itu hanya akan menjadi limbo yang lain, yang akhirnya hati berkata “ah disini aja lah sampe pensiun, udah nyaman ini”. Its ok jika mikir kayak gitu, tapi kita bertambah tua, yang artinya engine kita semakin soak, sementara bahan baku yang harus kita kelola semakin banyak dan cepat datangnya. Yang akan membawa kita kepada “ah mending jadi bos di perusahaan sendiri saja kalau begini” tapi pada akhirnya muncul limbo yang lain “tapi umur udah terlanjur banyak, gimana kalau gagal?” karena sebagian dari diri kita merasa bahwa partnership yang kita bentuk sudah kayak pohon beringin berumur puluhan tahun dan kita merasa “i'm big, many people know me. I can't fail” jadi kita takut untuk mencoba. Another limbo appear. Padahal kan secara teknis semakin banyak menghadapi limbo semakin banyak pula pengalaman. No pain no gain, right?
Tapi jangan pernah berfikir bahwa kita mulai bekerja lebih muda, so kita bisa ongkang ongkang di umur 40 / 50an. Makan malam di jakarta, sarapan di surabaya. Siang di KFC malem candle light dinner di hotel mewah. Sekali lagi jangan. Tidakkah terpikir bahwa ketika kita berhenti bekerja itu berarti menyuruh otak kita untuk berhenti bekerja. So, kalau otak ga berkerja apa yang akan dilakukannya? Kalau itu adalah sebuah kunci untuk bertahan hidup. :/
Ketika kita mencapai sebuah kemenganan, akan bijak jika kita menjernihkan pikiran. Karena kalau kita sudah kalap, banyak pertimbangan pertimbangan yang miss dari penglihatan kita. Karena mempertahankan itu lebih susah daripada meraih. Yang harus dipertahankan adalah the beginner's spirit. Yaitu the need to explore. Karena tidak akan ada habisnya jika kita mengeksplor sebuah pengetahuan. Jika matematika mungkin akan berakhir di statistika, maka ketika di eksplor akan muncul statistika terapan. Jika sebuah problem akan terselesaikan dengan simulasi maka akan muncul simulasi yang terintegrasi untuk memecahkan problem pada gerak partikel yang dipengaruhi gaya newton. Itu semua hanya tentang seberapa jauh kita ingin mengeksplornya. Fueled with eagerness and selfesness to learn something new. So, puaskan semangat newbie dalam diri kita, dan kita akan terkejut dengan apa yang akan kita temukan. Semakin banyak yang kita pelajari maka semakin lebar pula perspektif kita dalam melihat dunia ini. Mungkin para alkemis juga seperti ini. Mungkin mereka akan menjadi enterpreneur sukses. Tapi mungkin tidak, mereka tidak menginginkannya. Karena mereka bukan orang yang naif. The last page of starting over for me : An inspiration is like an inception, it will become your own idea and it will stick on you.

And acknowledgement from Nicko Widjaja
I was neither hesitant in writing this segment. Because this book is neither about my achievment nor me.
It's narrative on enterpreneurship (if it ever get its own anecdote).


So. I'm going to say this simple and short : Keep the beginner's spirit alive!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar