Finallyy~~~ starting overnya kelar
sodara sodaraaa. Semacam pengen baca ulang lagi dah. Dan tetep sampe
akhir chapter of the book, decak kagum dan senyum siimpul setiap
ketemu statement-statement nya Nicko tentang hal sepele. “iya juga
sihh”, dalam hati. Dan well, this book totally great. Buat kalian
yang kepingin move on dari kerjaan kalian sekarang, dari rutinitas
kalian sekarang dan memulai untuk berwirausaha mending dipikir pikir
dulu, kenapa harus berwirausaha. Dan dipikir dulu, is it the best?
Jangaan sampe kalian sudah mantep notok njedok mengambil jalan
berwirausaha dan melepas semua yang sudah diperjuangkan selama ini
dan hanya akan berakhir kembali lagi ketempat yang akan kalian
tinggalkan sekarang. Karena enterpreneur itu bukan kalian jalan
sedikit sedikit, tapi langsung hajar. Habisakan apa yang kalian
miliki, agar kalian tidak ada jalan untuk kembali. But wait, musti
dipikir mateng mateng dulu kebijakannya. Jangan jadi bonek alias
bondo nekat.
Disiplinkan diri kalian terlebih
dahulu terhadap pekerjaan kalian ini.Karena kedisiplinan menuntut
kita untuk tidak mendapatkan timbal balik dari apa yang kita
dapatkan, kedisiplinan hanya sebuah bentuk dari sebab akibat. Cause
success by disciplin. Karena jika langkah telah diambil dan ternyata
kita kembali ke lingkaran setan, tidak ada yang bisa disalahkan
melainkan diri kita sendiri. Karena kita mengatasnamakan passion
untuk berwirausaha dan meninggalkan apa yang kita bangun. Limbo, huh?
:) Selama kalian masih memiliki backup (red:perusahaan)
yang (y) maka manfaatkanlah untuk membentuk partnership dengan rekan
rekan yang lain. Tapi jangan terlena, karena itu hanya akan menjadi
limbo yang lain, yang akhirnya hati berkata “ah disini aja lah
sampe pensiun, udah nyaman ini”. Its ok jika mikir kayak gitu, tapi
kita bertambah tua, yang artinya engine kita semakin soak, sementara
bahan baku yang harus kita kelola semakin banyak dan cepat datangnya.
Yang akan membawa kita kepada “ah mending jadi bos di perusahaan
sendiri saja kalau begini” tapi pada akhirnya muncul limbo yang
lain “tapi umur udah terlanjur banyak, gimana kalau gagal?”
karena sebagian dari diri kita merasa bahwa partnership yang kita
bentuk sudah kayak pohon beringin berumur puluhan tahun dan kita
merasa “i'm big, many people know me. I can't fail” jadi kita
takut untuk mencoba. Another limbo appear. Padahal kan secara teknis
semakin banyak menghadapi limbo semakin banyak pula pengalaman. No
pain no gain, right?
Tapi jangan pernah berfikir bahwa
kita mulai bekerja lebih muda, so kita bisa ongkang ongkang di umur
40 / 50an. Makan malam di jakarta, sarapan di surabaya. Siang di KFC
malem candle light dinner di hotel mewah. Sekali lagi jangan.
Tidakkah terpikir bahwa ketika kita berhenti bekerja itu berarti
menyuruh otak kita untuk berhenti bekerja. So, kalau otak ga berkerja
apa yang akan dilakukannya? Kalau itu adalah sebuah kunci untuk
bertahan hidup. :/
Ketika
kita mencapai sebuah kemenganan, akan bijak jika kita menjernihkan
pikiran. Karena kalau kita sudah kalap, banyak pertimbangan
pertimbangan yang miss dari penglihatan kita. Karena mempertahankan
itu lebih susah daripada meraih. Yang harus dipertahankan adalah the
beginner's spirit. Yaitu the need to explore. Karena tidak akan ada
habisnya jika kita mengeksplor sebuah pengetahuan. Jika matematika
mungkin akan berakhir di statistika, maka ketika di eksplor akan
muncul statistika terapan. Jika sebuah problem akan terselesaikan
dengan simulasi maka akan muncul simulasi yang terintegrasi untuk
memecahkan problem pada gerak partikel yang dipengaruhi gaya newton.
Itu semua hanya tentang seberapa jauh kita ingin mengeksplornya.
Fueled with eagerness and selfesness to learn something new. So,
puaskan semangat newbie dalam diri kita, dan kita akan terkejut
dengan apa yang akan kita temukan. Semakin banyak yang kita pelajari
maka semakin lebar pula perspektif kita dalam melihat dunia ini.
Mungkin para alkemis juga seperti ini. Mungkin mereka akan menjadi
enterpreneur sukses. Tapi mungkin tidak, mereka tidak
menginginkannya. Karena mereka bukan orang yang naif. The last page
of starting over for me : An inspiration is like an inception, it
will become your own idea and it will stick on you.
And acknowledgement from Nicko
Widjaja
I was neither hesitant in writing
this segment. Because this book is neither about my achievment nor
me.
It's narrative on
enterpreneurship (if it ever get its own anecdote).
So. I'm going to say this simple
and short : Keep the beginner's spirit alive!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar