Selasa, 22 April 2014

D-5 : sedikit emosional

Countdown kedatangan sicon lebih dekat kesini. Ga ada hal spesial yang terjadi, ga ada persiapan meyakinkan yang harus disiapkan. Hanya harus menyiapkan diri untuk ga nangis. Karena akhir akhir ini sedikit sensitif. Mendadak nangis ketika nonton Runningman, mungkin karena kangen orang rumah. Dan kali ini entah kenapa ga ditahan. Kalau tahun tahun kemarin merasa ga ada gunanya nangis, musti tahan untuk ga nangis setiap kali inget orang rumah. Tapi tahun ini enggak, apa gunanya sekarang ga nangis tapi setiap pulang kerumah telp ke orang rumah pasti nangis denger suara bapak. Jadi lepaskan saja, nangis itu ga berarti lemah, ga berarti kita cengeng. Ada saatnya memang menangis itu perlu, daripada menyimpan dalam hati dan meluapkannya sekali setahun. Akan lebih menyakitkan bagi orang yang melihat bahwa kita menahan itu semua untuk bisa meluapkannya sekaligus.
Untuk porsi makan mulai menyimpang ke hal yang ...... Entah karena udah mulai tua atau kenapa, akhir akhir ini lebih suka makan nasi daripada junkfood, daripada mie, daripada pasta atau roti. Cemilan juga entahlah, air putih mungkin :/ Sedikit aneh akhir akhir ini
Dan yang bikin kesel adalah jam tidur. Ada kalanya jam 10 mata sudah berat kepingin menutup, tapi ada kalanya ketika bahkan sampai jam 3 masih gelindingan di kasur. Dan sekali tidur-jam-3 ini terjadi satu malem, akan berlangsung lumayan lama. Dan keadaan masih berlangsung sampai kemarin lusa. Bersyukur kemarin semacam terkena flu+pusing yang menyebabkan harus minum obat dan jam 9 sudah di alam mimpi. Berharap malam ini bisa tidur normal.

PS : hujan masih suka turun, walaupun begitu terkadang langit cerah membawa Acrux dan Gacrux

Jumat, 11 April 2014

tentang the Ocean at the end of the lane

Kemarin lagi hunting buku Fortunatelly its a milk, tapi karena kurang diberkati akhirnya buku tersebut gagal didapatkan. Dan karena penasaran dengan buku-buku Neil Geiman akhirnya beli buku yang judulnya Di Ujung Jalan Setapak alias the Ocean at the end of the lane. Dan serius, ini buku memang aneh. Aneh dalam porsii yang positif kalau menurut saya. Karena so far saya suka buku jenis ini, semacam f5 untuk otak saya :D
Dan buku ini keren sumpah, karena genrenya yang fantasi misteri, dan karena Neil Geiman membawakan ceritanya dari sudut pandang seorang anak umur 7 tahun. Dan sosok fantasi yang ada dalam cerita juga dibawakan dengan apik. Walaupun alur ceritanya mundur tapi so far its nice. Cuman semacam kecewa, eh bukan, entah apa namanya, karena di ending ceritanya sedikit menggantung. Klimaksnya berasa cepet banget. Cepet mendadak naik, dan tiba tiba the end. Yahh walaupun si anak kecilnya kembali hidup normal, cuman ada something yang hilang, atau kurang. Entah perasaan saya doang atau memang bukunya ditulis sedemikian rupa. Atau entah karena saya baca buku sambil menunggu plecing bayem yang tak kunjung datang #abaikan
Bisa jadi itu artinya agar kita lebih menghargai proses daripada hasil, karena memang dalam proses membacanya saya berharap segera ingin tahu bagaimana ending ceritanya, walaupun di ending nya saya kecewa. Tapi kalau dipikir pikir terkadang dalam menjalani hidup kita juga seperti itu. Ingin segera mengakhiri ini semua dan membuka lembaran baru. tapi ketika kita sampai di ujung jalan kita bisa saja merasa kecewa atau senang. bagaimana kita bersikap saja.
Dan untuk a little piece of this book buku ini bercerita tentang pengalaman masa kecil dari seorang pria yang mengerikan, mencengangkan, mengesankan, worth it, dan lain sebagainya. Cerita bermula ketika ia berumur 7 tahun, dia dan keluarganya tinggal dengan bahagia di sebuah perkampungan kecil di Inggris. Kehidupannya berubah ketika keluarganya mengalami krisis finansial yang membuat keluarganya harus menyewakan sebuah kamar kosong di rumahnya. Sang penyewa merupakan seorang penambang opal dari Afrika Selatan. Nothings wrong dengan penambang ini. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang sang Penambang bunuh diri karena dia merasa bersalah kepada teman-temannya di Afrika Selatan karena ia telah menghabiskan uang yang telah dipercayakan kepadanya. Dan ternyata(lagi) kejadian ini merupakan rangkaian kejadian mengerikan yang disebabkan oleh Kutu. Makhluk pengganggu yang lolos dari Samudra. Anak itu tidak mengetahui asal muasal Kutu maupun Samudra, Kutu sendiri merupakan makhluk yang ditemukan keluarga Hempstock (keluarga Hempstock terdiri dari 3 orang, Littie, gienne, dan Mrs. Hempstock tua).
Kemudian si anak bertemu dengan Littie Hempstock, dan Littie mengajaknya ke perkebunan mereka di ujung jalan setapak. Kenapa mengajak si anak padahal si anak tidak mengetahui apa apa? Karena keluarga Hempstock lah yang pertama kali menemukan mayat si Penambang dan mereka merasa bertanggung jawab untuk melindungi si anak dari gangguan kutu.
Dan untuk lebih jelasnya silahkan beli dan baca bukunya. Next time ketika rasa malas tidak mengganjal akan saya lanjutkan lanjutan dari ceritanya :D

Selasa, 08 April 2014

separation means another meeting...

Finally, Ujian SMK sebentar lagi akan dilaksanakan. 14 April, ma'bestbro sicon akan ikut Ujian Negara. Good luck cooon~~ :* :*

Dan malem ini out of the blue si bapak telp, padahal biasanya cuman chatting atau bbm doang (bapak semacam gaol sekarang) tapi hari ini telp. Dan dengan sangat berat hati henpon sedang dalam mode silent dan gue ketiduran setelah dapet lapis bogor dari siDini -_- baru jam 10 nyadar kalau ada banyak missed call dari orang rumah.

Pas di telp balik ..... 'Condro tanggal 27 berangkat ke cilegon' Ada semacam perasaan campur aduk. Seneng karena sebentar lagi bakal bisa sering ketemu sicon, seneng akhirnya ada temen di rantau gini, seneng akhirnya sicon udah gede dan bakal mulai belajar menapak diatas kaki sendiri. Tapi sedih karena itu artinya bertambah satu lagi orang yang keluar dari rumah, sedih karena itu berarti bapak bakal lebih kesepian, ga akan ada lagi condro dirumah, ga akan ada lagi sicon yang rajin bikin kopi buat bapak. Tapi apa mau dikata ketika gue sendiri aja keluar dari rumah. Ga ada hak buat gue nahan agar sicon ngelamar kerja di deket rumah yang akan bersedia ngehire dia begitu ujian selesai, karena gue sendiri juga mengambil keputusan yang sama dengan yang condro ambil saat ini ketika gue lulus SMK.

Meski mengiyakan gue tau kalau bapak berat, karena beliau sendiri mengharapkan kita bikin lapangan pekerjaan dirumah. Di tempat kita bisa ngumpul semua, makan bareng, berantem dan berbaikan bareng bareng. Meski berat beliau tetep bilang 'biar dia dapet pengalaman kerja'. Well meski berat gue juga kepingin memberi kesempatan buat sicon merasakan dunia luar, agar dia berkembang. Karena dia cowok, the one who will lead someone in his life somewhen, somehow...
Karena ketika sicon memutuskan untuk berpisah itu artinya dia bersemangat untuk bertemu dengan orang baru, jalan baru, hidup baru.

Hopelessly, I feel like there might be something that I'll miss
Hopelessly, I feel like the windows closes oh so quick
Hopelessly, I'm taking a mental picture of you know
'Cause Hopelessly, the hope is we have so much to feel good about
Oh this gonna be a good life, this has gotta be a good life
This could really be a good life, goodlife 

Minggu, 16 Maret 2014

my life, a beautiful things indeed

I like best friends on my dinner friday
my rainy day on my early saturday
my moonlight star on every night in my day
my delightful suspicious venomous grateful family on sunday
my tightly but hurt hug by my brother on every time i meet him
its easy to love easy to accept
unable to forget, even when that time already past for a long long time
its love because it doesn't require a reason
cause its a beautiful things indeed

Rabu, 12 Februari 2014

has been a serenade...

birthday new year already passed, we're in joy
newborn new friends new face, we met new feel

the tears we sheed the laughter we spread
the mask we wear, we're doing fine
we say that we are doing fine

the pain in our heart the secret sobs we let it out
swept away by the sunrise, drove away by a brand new day

seconds have turned minutes have turned hour
days have turned months have turned years
tears will turned into smile will turned into laughs
but tears will still remain
it getting harder, but we will still doing fine

Rabu, 22 Januari 2014

Ngelantur

Ditengah hiruk pikuk 'pesta tahunan' (banjir) yang meramaikan Jakarta, siang ini saya ngelantur. Bener bener ngelantur yang ngelantur. Berawal bbm grup dengan adanya slentingan pemilu mundur mulailah iseng gugling gugling, kayak gimana sih camuk -calon muka, red- negeri kita ini. Dan ketika gugling salah satu nama camuk yang menurut saya selama ini fine fine saja karena saya anggap beliau berwibawa ternyata membuat penilaian saya terhadap si Bapak berubah 180 derajat. Karena dari artikel yang saya baca saya ketagihan untuk membuka search engine dan mengetikkan 'kerusuhan mei 1998'. Yang dimana nama beliau disebutkan dan sampai sekarang sepertinya beberapa oknum masih dapat berjalan naik kendaraan mewah dikawal beberapa ... mmm calon oknum lain mungkin?? Who knows. Tapi sungguh, miris melihatnya. Karena saya baru tahu kalau kerusuhan mei 1998  itu adalah kerusuhan yang semacam itu. Bukan maksud rasis, tapi mungkin ada beberapa pribumi yang sampai sekarang diskriminasi terhadap ras lain, sekarang saya tidak mempermasalahkannya. Setelah apa yang terjadi pada mereka, bagaimanapun pasti sakit ketika orang yang disayangi seperti itu. Pandai pandai bersikap saja sekarang.
Kembali ke artikel pak camuk, disebutkan juga nama camuk yang lain yang sekarang partainya berlogo lambang negara kita, yang katanya di set up sebagai kambing hitam kasus kerusuhan tersebut. Entah cerita mana yang benar.
Dan kemudian dibentuknya Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang bahkan sampai sekarang tidak diketahui bagaimana hasil penyelidikannya. Bahkan tidak kepada terdakwanya. What kind of s**t is this?
Dari artikel juga akhirnya merujuk ke salah satu nama bapak kelahiran 1949 yang namanya sempat santer tahun 2008 karena kasus pembunuhan aktivis HAM dari kota kelahiran saya. Yang bahkan sampai sekarang kasunya masih abu-abu, terkesan hitam malah. Makin tak terlihat, yang telah dibentuk tim khusus untuk menyelidikinya oleh 'bapak presiden dua putaran' kita, tapi masih idem.
Saya berhenti membaca dan mencari membaca nama pollycarpus, 'teknisi' yang dikambing hitamkan menurut saya. Kambing yang dikorbankan untuk melindungi pemilik tercintanya.
Entah apa jadinya bulan April nanti, miris rasanya kalau melihat negara kita dibangun diatas berbagai macam mayat yang sampai saat ini masih abu abu bagaimana mayat2 tersebut bisa berbentuk sedemikian rupa.

Jumat, 27 Desember 2013

Trip Gunung Kidul

Finally keturutan setelah sekian lama berencana untuk menyambangi kota Gudeg. Kali ini dengan sedikit nekat sampe juga. Dan meskipun pagi pagi sekali sebelum subuh sampe di Jogja tetap saja ga sedingin kota Depok :3 Tapi tetep, karena saya telah menginjakkan kaki di salah satu Daerah Istimewa di Indonesia ada perasaan senang. Saya naik kereta Bogowonto dari Pasar Senen menuju stasiun Yogyakarta, berangkat dari Pasar senin pukul 18.30 dan sampai di St. Yogyakarta sekitar pukul 04.00 . Sesampainya di St. Yogyakarta, saya menikmati makan Gudeg sebentar sembari menunggu teman teman saya yang sudah sampai terlebih dahulu di Yogyakarta untuk menjemput saya. Kesan saya dengan gudeg yogya : this kind of food isn't my style. Terlalu manis :&
Sekitar pukul 4.30 teman saya sudah datang ke St. Yogyakarta dan membawa saya ke penginapan yang telah ditempati. Dari St. Yogyakarta ke penginapan kami menyewa sepeda motor 60.000/1 hari, lepas kunci. Alasan kita menyewa sepeda motor adalah karena hari ini kami berencana untuk ke Gua Pindul.
Sebelum sampai di Yogyakarta kami telah booking ke pihak pariwisata untuk datang ke Gua Pindul, dan kami minta jemput di alun alun Wonosari (karena sama sama buta arah :D ). Ada 3 paket wisata yang ada disana, cave tubing pindul (25.000), river tubing oyo (30.000) dan caving sioyot (25.000). Sayangnya kami tidak bisa mencoba caving sioyot karena masuk kesana minimal 7 orang :(
Untuk menyusuri goa kami menggunakan ban, benar benar seru. Perjalanan ngambang di dalam goa melalui 3 zona, zona terang, zona remang dan zona kegelapan abadi (berasa syuting digimon). Sepanjang perjalanan terdapat banyak stalagmit dan stalaktit, guide yang menuntun kita juga akan menjelaskan sedikit tentang sejarah di setiap zona.
Setelah perjalanan selama 1 jam menyusuri gua pindul, tour selanjutnya adalah menyusuri sungai oyo. Selepas dari gua pindul kita harus berjalan lagi untuk dapat mencapai sungai oyo. Di dekat sungai oyo ada air terjun yang tidak terlalu besar. Air terjun ini sering digunakan wisatawan yang berkunjung untuk mencoba terjun dari atas tebing, tak kalah saya pun mencoba. Tapi jangan salah, saya hanya mencoba melemparkan daun ke bawah. Kalau lompat sendiri ........

Jumat, 20 Desember 2013

Senja's Weather Forecast for Tomorrow

Udara masih terasa dingin dalam kelembutan angin yang bertiup lewat jendela yang terbuka. Sepertinya musim ini akan terasa sedikit lebih hangat karena teman yang datang bersama hembusan angin ^^. Senja ini adalah senja yang melembutkan hatiku. Tapi ada sedikit udara yang masuk di suatu tempat di kepalaku. Membuatku memiliki gejala aneh dan memusingkan @@