Rabu, 11 Juni 2014

tentang 'ohito yoshi'

gara gara kasih liat film gokusen ke si Cunge akhir akhir ini berasa hampir setiap hari ketemu orang jepun-indo. Adaaaa aja kata-kata slang yang meluncur dari mulutnya. Dan sudah hampir 2 mingguan ini doi selalu bilang kalau gue seorang ohitoyoshi.kepingin google translate tapi pengetahuan kanji masih kering banget. Jangankan kanji, katakana ataupun hiragana juga bagaikan sungai di musim panas. Tapi gugling ketemu gugling ohitoyoshi ( お人好し )  berarti nice guys, terkadang juga ditulis sebagai iihito いい人 . Tapi ohitoyoshi juga bisa diartikan dalam bentuk negativ.
Dan well ohitoyoshi lebih merujuk ke good-natured atau bisa diartikan mudah dikontrol atau digunakan oleh orang lain atau gampang dicurangin.  -_-
tapi ada benarnya juga sih, ketika diminta pertolongan terlalu sangat amat jarang jawabannya tidak, tidak bisa, ga mau, ga, enggak. mungkin dari situ ohitoyoshi diartikan sebagai nice guys, dimana negative meaning dari kata tersebut mengikuti -,-
Entahlah, masih terlalu ga mudeng ketika mempelajari sastra jepang. tata letak kata depan atau belakang aja sudah merubah arti kata. Dan disinilah, dengan si Cunge yang masih keranjingan drama - movie jepang, kehidupan penuh slang slang bahasa jepang dimulai. But well, its nice enough when he say that iam takane no hana for him ^^

Rabu, 07 Mei 2014

#randombend

"if travel teaches us how to see, how come every time all I see is you?"
-Keara-
from Antalogi Rasa, 63
"Hatiku berkata aku sedang jatuh cinta. Dan aku pun terlelap dengan senyuman di bibirku"
-Pilar-
  from By The River Piedra I Sat Down And Wept, 94

Sabtu, 03 Mei 2014

Karimun Jawa Trip #Take1

Akhirnya, long awaited third backpacker trip dilakoni juga. Setelah sebelumnya Sawarna dan Gunung Kidul, kali ini giliran mencicipi pemandangan bawah lautnya Karimun Jawa. Perjalanan sudah direncanakan sejak akhir desember taun lalu, berjanji bahwa secepatnya harus ke Karimun, dan kemarin akhirnya diriku menyadari, bahwa ngambang itu ga semudah ngambang yang selama ini kubayangkan. #skip
Perjalanan ke Karimun Jawa kali ini saya awali dari kosan ke Stasiun Senen, di stasiun senen saya sempat duduk duduk menunggu keberangkatan kereta di Sevel Stasiun Senen, kebiasaan ketika bepergian jauh, yaitu membeli Greentea Latte disana :p Pukul 16.20 kereta Brantas yang saya naiki berangkat (ngaret 10 menit dari jadwal) meninggalkan Ibu Kota. Perjalanan kali ini saya berangkat sendiri, karena teman teman yang sehati ke Karimun Jawa di tanggal tanggal seperti ini keduanya berasal dari Kota Malang. Sampai di Stasiun Semarang Poncol pukul 00.30 Sedikit lebih cepat dari jadwal sebenarnya. Saya duduk di peron stasiun menunggu 2 teman saya yang berangkat dari Malang. Kira kira pukul 01.00 kereta yang saya tunggu telah tiba, dan 2 teman saya turun dari gerbong 3 kereta tersebut, dengan wajah ngantuk dan capek. Capek karena ketika mereka baru bisa tidur dan ternyata mereka harus bangun karena telah sampai tujuan :)) Sampai kira kira pukul setengah 3 kami duduk duduk di peron stasiun, menunggu nyawa 2 teman saya terkumpul kembali sembari ngobrol ngobrol bagaimana kabar Kota Apel.
Setelah itu kami memutuskan untuk membeli makan di warteg yang berada dekat dengan stasiun. Setelah makan kami ngobrol ngobrol dengan ibu pemilik warteg (basicly si Dinank yang ngobrol karena baik saya maupun vincent cuman manggut manggut sambil makan pisang goreng), dan kami dipersilahkan istirahat di warteg tersebut sembari menunggu subuh.
Selesai sholat subuh di mushola kami naik bus ke terminal teroboyo, dan dari teroboyo kami lanjut minibus ke Jepara untuk nyebrang menggunakan kapal. Matahari masih belum terlalu terik ketika kami sampai di Dermaga Kartini, dan sekali lagi sesampainya disana pertanyaan yang diutarakan adalah 'makan dimana' #ampundah Dan kamipun makan di salah satu warteg disana yang di dalamnya ternyata ada sekitar 20an anak muda yang 'satu-spesies' dengan kami. Kebanyakan berasal dari Jakarta, Bandung, Cilegon, dan ada rombongan oppa alias abege dari Negeri Gingseng. Ih-wow banget ketika mereka ngomong pakai bahasa Indonesia. Ngelihat mereka ngomong bahasa Indonesia berasa nonton drama pake dubbing. ok! back to the topic
Sembari menunggu kami bertiga jalan jalan sejenak ke Kura Kura Ocean Park yang merupakan semacam wahana wisata keluarga yang terbilang masih di dalam area Pantai Kartini. Disini kami bisa melihat hiu yang di-akuariumkan, dan berbagai teman teman hiu yang lain. Disini juga bisa mencoba terapi ikan Nilem, saya hanya bisa berharap karena ikan Nilemnya ganas. Ketika kaki si Dinank mulaii masuk ke air langsung dikerubungi. Semacam geli saya jadinya, tapi toh si Dinank ketagihan terapi ikan Nilemnya. Setelah puas jalan jalan di Kura Kura Ocean Park, kami kembali ke geng warteg  kami untuk menunggu keberangkatan kapal.
Selepas dhuhur kapal yang kami nanti datang juga, kami bertiga langsung memutuskan untuk duduk di geladak, atau kabin yah?? Entahlah yang pasti kami duduk di luar kapal yang tanpa sofa empuk, hanya beralaskan papan kayu beratapkan langit biru #abaikan
Untuk saran saja, sebelum naik kapal disarankan minum antimo bagi mereka yang belum pernah naik kapal, atau bagi mereka yang mudah mabuk. Karena perjalanan 2 jam ngambang diatas laut itu ga seindah roller-coaster. Roller-coaster hanya sebuah marry-go-around jika dibandingkan kapal ini. Saya sendiri minum antimo + plester di pusar agar tidak masuk angin dan mabuk, tapi si Dinank, dengan soknya tidak minum antimo dan entah apa yang ada di pikirannya karena sepanjang perjalanan diatas laut dia hanya menutup mata, dan mendadak wajahnya putih. Beruntung kami duduk di geladak sejak awal jadi kami bisa mendapatkan best spot untuk kita duduk. Karena orang orang yang didalam mendadak keluar ke geladak untuk mendapatkan angin segar yang membuat sisi geladak penuh :(
Perjalanan 2 jam akhirnya terselesaikan, pukul 16.00 kami sampai di dermaga Karimun, baru kali ini saya melihat semacam kampung nelayan. Begitu banyak perahu parkir di sisi dermaga. Dan ikan yang masih menempel di jala menyambut kedatangan kami di Karimun Jawa.
Kami pun pergi menuju penginapan, oh iya kali ini kkami tidak backpaker sepenuhnya, karena ini first trip kami untuk jelajah pulau-pulau kami menggunakan jasa karimun jawa backpaker. Yah harga masih dibilang backpaker beneran lah. Dan begitu sampai di penginapan saya sudah berniat untuk charge handphone yang telah KO sejak di Kura Kura Ocean Park. Tapi energi berkata lain, karena listriknya mati begitu kami datang. Usut punya usut ternyata listrik disini mati dari pagi hari hingga sore. Dan listrik akan  mulai nyala dari Jam 18.00 yang artinya masih 2 jam lagi. hoh!!! Yang keren, mereka menggunakan panel surya untuk penerangan disini. Bener bener teladan. keren banget. tapi iyuh juga kalau pagi sampai sore ga ada listrik -_-
Nothing spesial untuk hari pertama, karena kami sampai sudah sore, jadi agendanya bebas, yang artinya mandi, makan, tidur. Dan kebiasaan saya ketika backpakeran, sebelum tidur masih ngobrol ngobrol ketika mendadak saya menghilang ke alam mimpi -_- plis deh nja
Dan hari kedua di karimun jawa is going to snorkeling!!!!

Kamis, 24 April 2014

sebuah kisah klasik..

ketika pelajaran menyanyi berganti menghitung
ketika pelajaran menari berganti lompat jauh
ketika pulang jam 10 berganti jam 11
ketika jajan cepek berganti gopek
ketika naik tingkat berganti naik kelas
ketika belajar 1+1 berganti 1x1
ketika 'saya bisa' berganti 'i can'
ketika 'bernafas' dijelaskan menjadi 'o2 menjadi CO2'
ketika tahu bahwa tulang manusia 206
ketika tahu bahwa bumi berputar pada porosnya dan mengelilingi matahari
ketika tahu bahwa sholat itu merupakan tanggung jawab
ketika akhirnya melewati ujian negara untuk pertama kalinya
ketika harus berjuang untuk meraih ....
ketika merah putih berganti biru putih
ketika sadar bahwa Kota Batu ga sekedar pesanggrahan
ketika LOL bahwa kita harus MOS
ketika sadar bahwa potong rambut ketika tahun ajaran baru itu TROLL
ketika kita menikmati belajar dan meraih nilai tinggi
ketika terkadang khilaf bolos ke kantin untuk makan gorengan
ketika sadar kemampuan beradaptasi kurang
ketika semua orang tahu siapa kita dan kita cuma 'oh'
ketika ketemu hobi yang disukai pertama kali
ketika pertama kalinya rambut diacak acak lembut ^^
ketika pertama kalinya tahu dimana letak alun alun
ketika pertama kali makan es cone di Plaza Batu
ketika pertama kali ikut jerit malam
ketika pertama kali bantu kwek kwek katakan cinta, padahal orangnya cumi
ketika ternyata masih berteman sama dina walau ga sekelas
ketika ketemu step kelas 2 tapi akrab kelas 3
ketika tentang dinank.....
ketika harus memilih jalan hidup yang harus ditempuh
ketika apa yang kita inginkan tak selalu yang kita dapatkan
ketika kadang memang jalan yang kita jalani itu baik untuk kita
ketika pada akhirnya bertemu mereka
ketika ketemu mereka yang angkuh dan merasa bisa
ketika ga kenal sekelas dan alone for 2 month
ketika ketemu my long last best family of RePoeBlic of opoae
ketika ngerjain pascal dan vb bareng
ketika ngemil di lab bareng
ketika makan siang bareng di 'pagupon' lantai 4
ketika foto bareng setelah ganti di kamar mandi
ketika bertemu mereka .....
ketika mbolang bareng, ngetroll bareng, nggosip bareng
ketika berjemur-sambil-ngerjain-pr bareng
ketika nge-broadcast radio bareng
ketika muncak panderman bareng
ketika nangis bareng, ketika marah bareng, ketika .....
ketika say-goodbye-never-say-goodbye ....
ketika opoae bahkan masih sampai sekarang
ketika ayo-bikin-usaha-bareng-rek
ketika iso-ga-iso-kudu-ngumpul-bareng
ketika akhirnya untuk sekian lama bisa ketemu walau bukan di malang dan ga semua
ketika itu ternyata menjadi kisah klasik yang masih terasa baru kemarin kita mengukir bersama-sama :')

Selasa, 22 April 2014

D-5 : sedikit emosional

Countdown kedatangan sicon lebih dekat kesini. Ga ada hal spesial yang terjadi, ga ada persiapan meyakinkan yang harus disiapkan. Hanya harus menyiapkan diri untuk ga nangis. Karena akhir akhir ini sedikit sensitif. Mendadak nangis ketika nonton Runningman, mungkin karena kangen orang rumah. Dan kali ini entah kenapa ga ditahan. Kalau tahun tahun kemarin merasa ga ada gunanya nangis, musti tahan untuk ga nangis setiap kali inget orang rumah. Tapi tahun ini enggak, apa gunanya sekarang ga nangis tapi setiap pulang kerumah telp ke orang rumah pasti nangis denger suara bapak. Jadi lepaskan saja, nangis itu ga berarti lemah, ga berarti kita cengeng. Ada saatnya memang menangis itu perlu, daripada menyimpan dalam hati dan meluapkannya sekali setahun. Akan lebih menyakitkan bagi orang yang melihat bahwa kita menahan itu semua untuk bisa meluapkannya sekaligus.
Untuk porsi makan mulai menyimpang ke hal yang ...... Entah karena udah mulai tua atau kenapa, akhir akhir ini lebih suka makan nasi daripada junkfood, daripada mie, daripada pasta atau roti. Cemilan juga entahlah, air putih mungkin :/ Sedikit aneh akhir akhir ini
Dan yang bikin kesel adalah jam tidur. Ada kalanya jam 10 mata sudah berat kepingin menutup, tapi ada kalanya ketika bahkan sampai jam 3 masih gelindingan di kasur. Dan sekali tidur-jam-3 ini terjadi satu malem, akan berlangsung lumayan lama. Dan keadaan masih berlangsung sampai kemarin lusa. Bersyukur kemarin semacam terkena flu+pusing yang menyebabkan harus minum obat dan jam 9 sudah di alam mimpi. Berharap malam ini bisa tidur normal.

PS : hujan masih suka turun, walaupun begitu terkadang langit cerah membawa Acrux dan Gacrux

Jumat, 11 April 2014

tentang the Ocean at the end of the lane

Kemarin lagi hunting buku Fortunatelly its a milk, tapi karena kurang diberkati akhirnya buku tersebut gagal didapatkan. Dan karena penasaran dengan buku-buku Neil Geiman akhirnya beli buku yang judulnya Di Ujung Jalan Setapak alias the Ocean at the end of the lane. Dan serius, ini buku memang aneh. Aneh dalam porsii yang positif kalau menurut saya. Karena so far saya suka buku jenis ini, semacam f5 untuk otak saya :D
Dan buku ini keren sumpah, karena genrenya yang fantasi misteri, dan karena Neil Geiman membawakan ceritanya dari sudut pandang seorang anak umur 7 tahun. Dan sosok fantasi yang ada dalam cerita juga dibawakan dengan apik. Walaupun alur ceritanya mundur tapi so far its nice. Cuman semacam kecewa, eh bukan, entah apa namanya, karena di ending ceritanya sedikit menggantung. Klimaksnya berasa cepet banget. Cepet mendadak naik, dan tiba tiba the end. Yahh walaupun si anak kecilnya kembali hidup normal, cuman ada something yang hilang, atau kurang. Entah perasaan saya doang atau memang bukunya ditulis sedemikian rupa. Atau entah karena saya baca buku sambil menunggu plecing bayem yang tak kunjung datang #abaikan
Bisa jadi itu artinya agar kita lebih menghargai proses daripada hasil, karena memang dalam proses membacanya saya berharap segera ingin tahu bagaimana ending ceritanya, walaupun di ending nya saya kecewa. Tapi kalau dipikir pikir terkadang dalam menjalani hidup kita juga seperti itu. Ingin segera mengakhiri ini semua dan membuka lembaran baru. tapi ketika kita sampai di ujung jalan kita bisa saja merasa kecewa atau senang. bagaimana kita bersikap saja.
Dan untuk a little piece of this book buku ini bercerita tentang pengalaman masa kecil dari seorang pria yang mengerikan, mencengangkan, mengesankan, worth it, dan lain sebagainya. Cerita bermula ketika ia berumur 7 tahun, dia dan keluarganya tinggal dengan bahagia di sebuah perkampungan kecil di Inggris. Kehidupannya berubah ketika keluarganya mengalami krisis finansial yang membuat keluarganya harus menyewakan sebuah kamar kosong di rumahnya. Sang penyewa merupakan seorang penambang opal dari Afrika Selatan. Nothings wrong dengan penambang ini. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang sang Penambang bunuh diri karena dia merasa bersalah kepada teman-temannya di Afrika Selatan karena ia telah menghabiskan uang yang telah dipercayakan kepadanya. Dan ternyata(lagi) kejadian ini merupakan rangkaian kejadian mengerikan yang disebabkan oleh Kutu. Makhluk pengganggu yang lolos dari Samudra. Anak itu tidak mengetahui asal muasal Kutu maupun Samudra, Kutu sendiri merupakan makhluk yang ditemukan keluarga Hempstock (keluarga Hempstock terdiri dari 3 orang, Littie, gienne, dan Mrs. Hempstock tua).
Kemudian si anak bertemu dengan Littie Hempstock, dan Littie mengajaknya ke perkebunan mereka di ujung jalan setapak. Kenapa mengajak si anak padahal si anak tidak mengetahui apa apa? Karena keluarga Hempstock lah yang pertama kali menemukan mayat si Penambang dan mereka merasa bertanggung jawab untuk melindungi si anak dari gangguan kutu.
Dan untuk lebih jelasnya silahkan beli dan baca bukunya. Next time ketika rasa malas tidak mengganjal akan saya lanjutkan lanjutan dari ceritanya :D

Selasa, 08 April 2014

separation means another meeting...

Finally, Ujian SMK sebentar lagi akan dilaksanakan. 14 April, ma'bestbro sicon akan ikut Ujian Negara. Good luck cooon~~ :* :*

Dan malem ini out of the blue si bapak telp, padahal biasanya cuman chatting atau bbm doang (bapak semacam gaol sekarang) tapi hari ini telp. Dan dengan sangat berat hati henpon sedang dalam mode silent dan gue ketiduran setelah dapet lapis bogor dari siDini -_- baru jam 10 nyadar kalau ada banyak missed call dari orang rumah.

Pas di telp balik ..... 'Condro tanggal 27 berangkat ke cilegon' Ada semacam perasaan campur aduk. Seneng karena sebentar lagi bakal bisa sering ketemu sicon, seneng akhirnya ada temen di rantau gini, seneng akhirnya sicon udah gede dan bakal mulai belajar menapak diatas kaki sendiri. Tapi sedih karena itu artinya bertambah satu lagi orang yang keluar dari rumah, sedih karena itu berarti bapak bakal lebih kesepian, ga akan ada lagi condro dirumah, ga akan ada lagi sicon yang rajin bikin kopi buat bapak. Tapi apa mau dikata ketika gue sendiri aja keluar dari rumah. Ga ada hak buat gue nahan agar sicon ngelamar kerja di deket rumah yang akan bersedia ngehire dia begitu ujian selesai, karena gue sendiri juga mengambil keputusan yang sama dengan yang condro ambil saat ini ketika gue lulus SMK.

Meski mengiyakan gue tau kalau bapak berat, karena beliau sendiri mengharapkan kita bikin lapangan pekerjaan dirumah. Di tempat kita bisa ngumpul semua, makan bareng, berantem dan berbaikan bareng bareng. Meski berat beliau tetep bilang 'biar dia dapet pengalaman kerja'. Well meski berat gue juga kepingin memberi kesempatan buat sicon merasakan dunia luar, agar dia berkembang. Karena dia cowok, the one who will lead someone in his life somewhen, somehow...
Karena ketika sicon memutuskan untuk berpisah itu artinya dia bersemangat untuk bertemu dengan orang baru, jalan baru, hidup baru.

Hopelessly, I feel like there might be something that I'll miss
Hopelessly, I feel like the windows closes oh so quick
Hopelessly, I'm taking a mental picture of you know
'Cause Hopelessly, the hope is we have so much to feel good about
Oh this gonna be a good life, this has gotta be a good life
This could really be a good life, goodlife 

Minggu, 16 Maret 2014

my life, a beautiful things indeed

I like best friends on my dinner friday
my rainy day on my early saturday
my moonlight star on every night in my day
my delightful suspicious venomous grateful family on sunday
my tightly but hurt hug by my brother on every time i meet him
its easy to love easy to accept
unable to forget, even when that time already past for a long long time
its love because it doesn't require a reason
cause its a beautiful things indeed