Rabu, 18 September 2013

Giginya condro

Sekarang ini media lagi marak maraknya meliput perihal kecelakaan di Tol Jagorawi yang dialami bos Republik Cinta Management, Ahmad Dani. Siapa lagi kalau bukan AQJ atau lebih dikenal Dul yang merupakan anak paling bontot. Dan dengan adanya kegiatan tersebut sekarang pihak sekolah dan silup juga ikut ikutan marak menggelar razia SIM dan lain sebagainya. Pak silup juga masih ada tebusan 20rb per kepala kayak gue waktu SMA dulu ga yah?? :/ Walaupun sebenernya menurut gue ga ada masalah sih kalau anak sekolah bawa motor, kembali ke pribadi anak dan bimbingan orang tuanya. Mau gimana lagi kalau itu memang bisa bikin ngirit dan lebih praktis. Cuman yah harusnya ketika dibekali motor buat berangkat sekolah orang tua sebagai penanggung jawab musti ngasih wejangan. Kalau naik motor ati ati, jangan ngebut, jangan buat maen, yaah~~ 'jalan' yang lurus lurus aja lah. Tapi yah kembali lagi ke pribadi si anaknya lagi.
Dan kemarin malem, ibuk telpon. Biasanya kalau telp malem malem suka curhat ga jelas, intinya telp cuman buat biar gue ngomong sesuatu sampe beliau ngantuk. (Separah itukah gue kalau ngobrol?? :/ ) Dan gue dikasih kabar, bahwa adek gue sicon, yang sekarang kelas 3 SMK, yang anak ke3, yang paling keras, yang tiap hari bawa motor ke sekolah untuk pulang pergi, pagi hari jam 6.30 waktu kota batu dan sekitarnya habis ndlosor alias jatuh dari motor. Kesrempet atau gimanaa gitu. 3 motor sekaligus, sama sama anak sekolah juga :/ Pas denger semacam deg! tapi untungnya dia gak papa, dan dia langsung pulang kerumah, untungnya masih bisa pulang naik motor dengan selamat. Ga ada korban jiwa, tapi luka luka. Disinyalir tangan dan kaki sicon babras-babras dan mulut jontor. Dan yang bikin gue ngikik(jahatnya gue) adalah gue denger kalau giginya ompong. Bukan maksud ngejek, tapi gue ngerasa dari dulu itu anak selalu adaaa aja masalh dengan bagian mukanya kalau jatuh atau berantem. Dan hari ini gue wall dia di fesbuk, gue tanyain gimana keadaannya, dan dia bilang bahwa giginya yang tengah keropos, ga putus, cuman putus separuh. wkwkwkwkwk ngebayangin doang bikin gue ketawa. Sorry~~
Well, ndro makanya kalau berangkat sekolah tuh langsung berangkat, ga usah belok kemana mana dulu. Kasian tuh motor dari dulu diservis mulu karena ikutan ndlosor terus :3

Selasa, 10 September 2013

Limbo

Masih seputar Starting Overnya Nicko Widjaja. Everytime i read every page in this book i always feel 'ah. its true, i didn't do that'. Gue ga tau gue akan bertahan seperti ini berapa lama. Karena sekarang gue juga sudah mulai menerapkan apa yang dikatakan Nicko di buku ini, disciplining yourself. Karena disciplining yourself lead you to love your job. Karena passion itu tentative. Jujur, gue sendiri baru sadar kalau pernyataan bahwa passion itu tentative itu benar. Ga jarang seseorang quit from what she/he do just because 'that's not my passion' atau 'my passion is always in one aspect, so i think i will work with my passion' okelaahhhh itu bagus kalau kita bisa kerja dengan passion. tapi tetep aja sih, thats work. you will never change it to be a hobby.
Dan mungkin ada diantara kita yang sudah ada pada zona aman. Mau keluar gaji udah kegedean, dengan pengalaman yang itu itu aja. Karena selama ini kita hanya berkutat pada satu pekerjaan yang udah jadul, tapi terlalu besar untuk diperbaharui. Dilema antara keluar nyari pekerjaan baru dan pengalaman baru, atau tetap disini mempertahankan posisi yang sudah kita perjuangkan setelah sekian lama. Itu limbo #1.
Padahal kalau dipikir pikir, semisal kita adalah orang yang bekerja keras dan memulai semuanya dari 0. Kita bekerja mulai dari status magang, kemudian menjadi tenaga outsource, lanjut diangkat menjadi pegawai tetap tingkat officer, menjadi manager, direktur, ceo dan ga terasa kita udah mengerti kantor tersebut seakan akan itu telapak tangan kita sendiri. Dan paling mentok adalah kita menjadi salah satu stakeholder di perusahaan tersebut. Memang sih, semua orang di kantor akan tau kita siapa, seberapa besarnya pengaruh kita. Tapi tetep aja, perusahaan yang kita bangun bukan milik kita. Jika perusahaan tersebut besar dan memiliki koneksi yang besar pula, yang menikmati adalah anak dari owner perusahaan tersebut, atau cucunya. Kita? kita hanya salah satu stakeholdernya. Jadi, haruskah kita keluar dari perusahaan dan mendirikan perusahaan milik kita sendiri?? Itu limbo #2.
Semisal kita memiliki pemikiran untuk berwirausaha dan mendirikan perusahaan, apa yang harus kita lakukan pertama kali? Membangun citra perusahaan agar produk dan nama kita terkenal di market yang ada, atau kita langsung hajar promosi produk paralel dengan membangun citra? mungkinkah? Mungkin, tapi susah.
Sama dengan teori telur atau ayam. Keduanya sama sama penting, tapi dilema untuk memilih salah satu. Karena jika kita memilih telor atau membangun citra perusahaan terlebih dahulu, itu artinya kita harus menyiapkan uang diam untuk operasional beberapa bulan, karena kita tidak fokus pada menjual barang, akan tetapi membangun citra terlebih dahulu agar paling tidak orang orang menyadari keberadaan kita. Atau kita memilih ayam atau langsung hajar saja. Perkenalkan produk produknya. Itu juga membutuhkan dana yang tidak kecil, karena itu berarti resource yang kita miliki kita fokuskan untuk produksi barang, padahal belum tentu barang yang kita hasilkan memiliki banyak peminat. Dan maukah market menerima barang baru yang pabrik dan mutu kualitas dari barangnya belum diketahui. Operasional makin bertambah. Jadi, haruskah kita pecahkan saja telurnya?? Ini limbo #3

Jumat, 06 September 2013

tentang 'starting over'nya Nicko Widjaja

Senin malem, gue ngasih buku ke salah satu temen gue. About accidental enterpreneurship. Yang sebenernya untuk gue sendiri gue perlu. Tapi gue mencoba untuk ga beli, karena gue punya target yang belum terselesaikan (lulus kuliah). Juga karena gue ga mau jadi kepikiran enterpreneurship dulu, intinya gue fokus ke kuliah dulu baru target yang lain. Karena kuliah ini adalah seluk beluk asal mula ketersendatan ini semua. Tapi apa mau dikata, dia malah ngebeliin gue buku yang sama dan berkata, "gue tau lo kepingin buku ini. Semoga dengan buku ini lo jadi lebih disiplin". Kaget denger dia bilang gitu, dan akhirnya gue pajang bukunya di lemari baju paliiiing belakang, tertutup berbagai gombalan yang sehari hari gue pakai. Dan kemarin malem setelah bosen nonton Guilty Crown gue memutuskan untuk ngintip sedikit isi dari buku itu.
Dan.. tada~ gue ga menargetkan untuk enterpreneurship. Meskipun gue baru baca sampe page 25 sih. Butuh pemahaman yang !@#$%^&*() Ternyata enterpreneur di indonesia itu ga ada yang sekali coba langsung sukses. Pasti ada cerita dia dipecat, dia nganggur, dia waiting time dan lain lain. Dan yang pasti enterpreneur itu ga tring! terus muncul ide terus diskusi dengan temen sebagai rekan bisnis dan realisasi. Itu semua butuh proses. Dan proses itu dari bagaimana cara kita bekerja. Kalau gue sih menilai proses gue untuk jadi enterpreneurship masih 20%. Why??? Karena gue masih mementingkan passion daripada disiplin ketika gue bekerja. Okelah kita harus punya passion. Tapi toh itu semua adalah pekerjaan, yang lambat laun bikin kita capek, yang bikin kita dikejar deadline, yang bikin kita lembur ketika passion tersebut masih numpuk. Well, tak selamanya juga kan hobi itu menyenangkan. Jadi passion sebagai nomor 1 adalah kurang tepat. Lebih tepat ketika kita menempatkan disiplin di urutan pertamax. Kita musti disiplin dengan deadline, disiplin dengan research, disiplin waktu dan berbagai disiplin yang lainnya. Ketika kita sudah mendisiplinkan diri kita dengan passion passion itu barulah kita merambah ke urutan yang lain seperti passion, motivasi, rekreasi dan lain lain. 
Dan untuk menjadi enterpreneurship ga ada salahnya memulai di umur 30 kok. Karena Indonesia juga nomor 3 dengan potensi enterpreneurship tersukses di dunia, setelah Amerika dan Kanada. Dan ada 2 kondisi untuk menjadi enterpreneurship. Antara mereka mau bikin startup usaha dari awal atau mereka mau bergabung dengan group yang sudah punya market dan produk yang dipercaya masyarakat. Not easy, huh. So sekarang yang jadi fokus utama gue adalah Lulus Kuliah! Mari selesaikan berbagai kemuakan ini. Dan mulailah disiplin ketika kau bekerja!!!

Jumat, 30 Agustus 2013

Karena Kurang Teori

Gue bersyukur meskipun gue sekarang berjalan di jalan yang ga mulus mulus amat(bisa dibilang makadam rusak) tapi dalam prosesnya gue ketemu sama orang orang yang bisa ngertiin gue, bisa baca jalan pikiran gue sehingga nasehat yang mereka kasih ke gue itu masuk kuping kanan ga mental keluar. Karena gue adalah orang yang ga bisa nerima semua nasehat. Kebanyakan mental, yang ada baru mau masuk ke kuping udah nabrak daun telinga duluan. Dan kemarin lusa gue ketemu sama satu orang. Gue bersyukur dia ga nganggep gue diatas angin setelah denger pengalaman kerja gue, gue juga bersyukur dia ga sekalipun nyanjung gue, karena gue ga suka. Tapi gue bersyukur bahwa dia ngasih gue pertanyaan simple yang ga bisa gue jawab simple, meskipun pengalaman kerja gue udah hampir 3 taun. Dan gue juga bersyukur dia ngasih jawaban atas pertanyaan dia dan dia juga menjelaskan kenapa gue ga bisa jawab pertanyaan tersebut. Karena kamu kurang dalam mempelajari teorinya.
Dalam otak gue, langsung ada sinyal "tring". Ah~~ betul juga, gue belum belajar teorinya secara mendalam. Itu yang bikin gue selama ini hanya bisa melanjutkan, tapi untuk build dari awal gue kepayahan. Karena selama ini gue langsung makan apa yang dikasih, gue dijejelin seberapa banyak pun gue tetep makan. Tapi ketika ditanya apa yang gue makan, gue cuman bisa sebutin nama makanannya tanpa tau gimana bikinnya dan apa aja bahan dari makanan yang gue makan. Dan nasehat yang gue dapet sederhana, kamu harus belajar teorinya juga. Karena sesempurna apapun praktek yang kamu kerjakan, kalau kamu lemah di teorinya dalam proses berjalan kamu akan terpincang pincang. Sederhana memang nasehatnya, hanya saja orang yang mengatakan dan alasan dia mengatakan itu yang bikin gue bisa menerima nasehat yang diberikan.

Senin, 26 Agustus 2013

Ke'Otaku'an temen gue

Otaku menurut gue adalah seseorang yang sudah tergila gila atau freak dengan karakter karakter dunia maya, lebih spesifik kepada karakter anime, game atau manga. Istilah otaku ini berasal dari bahasa Jepang. Dan well, mungkin karena ini karakter dibuat oleh manusia berdasarkan keinginan manusia, jadi ya~~ don't know what to say lagi lah.
Dan sambil makan siang hari ini, gue ngobrol dengan salah satu temen gue yang gue anggap otaku. Meskipun diluar dia ga kelihatan otaku, tapi ketika dia mulai duduk di depan komputer / labtop maka terkuaklah bahwa dia seorang otaku. Dan ketika makan siang iseng iseng gue menanyakan kenapa dia menyukai anime. Menurut dia karakter anime itu sempurna. Seperti apa yang diinginkan olehnya, karena karakter itu punya skill dan daya tarik yang menurut dia sempurna. Dan dia menyukainya. Tapi dia sadar bahwa itu ga nyata, tapi ah~ entahlah. Dia menyukainya, dan gue nothing to say. Speechless lebih tepatnya.
Dan ketika kita udah balik dari makan siang, dia sekilas buka fesbuknya. Dan dia bilang ke gue

temen gue : aku bingung..
gue           : pegangan
                  (langsung pegangan meja..)
temen gue : bingung aku, sumpah..
gue           : bingung kenapa? (mulai serius)
temen gue : aku bingung sama Miku (muka tetep serius)
gue           : (bengong) kenapa memang miku?
temen gue : dia lho, tetep 17 tahun aja dari dulu
gue           : he em, ga nambah terus umurnya. Dulu dia jadi kakakmu, terus jadi temenmu, terus sekarang kakakmu, suatu saat dia pasti bakal jadi anak dan cucumu
temen gue : Beuh~ sempurna Miku ini
gue           : tapi dia lho ga real
temen gue : aku tauuu, aku yo masih suka sama cewek, tapi Miku ini suka yang beda
gue           : hehe (speechless)
temen gue : seandainya gue ga nonton anime 3 bulan, ga dengerin lagu anime 3 bulan, terus page anime di fb gue hide semua gue sembuh ga yah?
gue           : bisa kok. Gue juga udah ga freak banget sama korea, yaaah~ masih ada sisa sisa dikit sih, tapi gue jadi suka anime sekarang (bingung sendiri)
temen gue : apa gue coba aja yah? aah~ tapi bisa ga yah?
gue           : antara lo bisa lulus sebagai otaku atau lo semakin dalam menjadi otaku. Siapa tau lo nahan diri 3 bulan, dan lo balas dendam kemudiannya
temen gue : iya yah. kesempatannya 50:50

Dan gue jadi inget sama Keima-sama. Salah satu Otamegane. Singkatan dari Otaku dan Megane(berkaca mata). Dia suka sama cewek, tapi bukan cewek dunia nyata. HANYA cewek yang ada di game PSP saja. Dan semua game yang dia mainkan adalah game dengan cewek sebagai karakter utamanya. Dan menurut gue temen gue ini adalah satu spesies dengan Keima-sama. Ketika gue mengutarakan pendapat bahwa dia dan Keima-sama adalah sama, dia ketawa. Pada awalnya gue pikir dia akan tersinggung karena Keima-sama adalah the real freak otaku. Tapi dia malah bilang bahwa Keima-sama adalah gurunya. Gue mendadak lol. Bengong. Speechless. Dan temen gue otaku. Dan dia tau semua anime yang pernah gue tonton. Dan dari dia gue juga tau bahwa Hatsune Miku ternyata hanyalah sebuah  karakter belaka. Karakter yang bisa menyanyi. Bukan bagian dari sebuah anime. Hanya karakter yang dibuat untuk memproyeksikan lagu yang dibuat dari sebuah software. Dan.. temen gue otaku.

Senin, 19 Agustus 2013

unintended post

Bismillah #MenghelaNafasPanjang #MemejamkanMataSejenak

Gue takut, meskipun gue ga menghasut. Tapi gue ngerasa karena kondisi gue yang baik baik saja memicu yang lain untuk mengikuti jejak gue. Gue takut akan merembet ke gue, gue akan disalahkan karena kondisi gue yang baik baik saja. Dan lagi semuanya benar menghubungi gue sebelum kejadian ini. Apa memang harus seperti ini? Gue takut, serius.
Pikiran gue sedikit sulit untuk diajak berdamai. Gue kepingin optimis, tapi sepertinya ini bukan saatnya gue untuk bisa berfikir semua akan baik baik saja. Karena ini semua hanya sebuah permulaan, bahwa hari cerah selalu datang ketika badai telah berlalu. Dan badai belum datang. Kita tidak tau kapan itu akan datang, tapi ketika badai akan datang tanda tanda nya sudah jelas, kita harus siaga. Dan gue ga tau musti gimana sekarang ini. Di satu sisi, posisi dimana gue berdiri sekarang adalah berseberangan dengan mereka, gue udah ga berdiri di satu platform yang sama. Dan ketika mereka ingin berpijak di platform yang sama dengan gue, gue dianjurkan untuk mencegah. Tapi apa yang harus gue katakan jika mereka bertanya apakah aku baik baik saja berdiri di platform ku yang sekarang? :( Aku juga pernah timbul tenggelam bersama mereka di platform tempat mereka berdiri sekarang.
Aissh~ satu sisi selfish banget pingin selamet sendiri, tapi ya mau gimana lagi? Setiap orang punya tragedinya sendiri sendiri. Dan gue ga suka dalam keadaan yang seperti ini. Karena gue orang yang ga bisa nolak, jadi ostosmastis pasti gue akan bantu mereka. Aissh~ Dan gue ga bisa tidur. Hanya karena ini semua. Tapi cepat atau lambat mata gue pasti akan terpejam. Seberapa berat beban yang gue coba pikul, seberapa sulit rintangan yang coba gue tempuh ga akan menghentikan gue. Gue akan tetap tidur ketika gue ngantuk, gue akan makan ketika gue laper. Dan gue berasa pengen nangis banget, serius. Kenapa gitu? Kalau dipikir pikir juga kenapa gue mesti mikirin mereka gitu? Kenapa gue musti pusing pusing mikirin gimana kelanjutannya ini semua ketika mereka masih fine fine aja dan ga mikir seperti gue. Gue kangen bapak, pengen cerita ke beliau tentang ini semua, tapi gue mesti kuat. Kalau gue sudah memutuskan untuk memikirkan ini semua ya salah gue, jangan ikut membawa orang lain untuk ikut mikirin ini semua.

Sabtu, 17 Agustus 2013

Djajalah bangsakoe, Madjoelah di Indonesiakoe

Dirgahayu Indonesiaku yang ke 68.

Dari Sabang sampai Merauke, segenap bangsa ini memujimu. Mengumandangkan Indonesia Raya, mengibarkan sang Saka Merah Putih dan mengikrarkan kembali. Bahwa bangsa yang berdiam di Indonesia ini telah merdeka. Kemerdekaan yang telah dipilih dan dimenangkan oleh bangsa bangsa terdahulu sebelum kita, bukan dengan negosiasi, bukan dengan materi. Tapi dengan kebulatan tekad dan semangat. Tak terhitung tetesan darah dan cucuran keringat yang telah tercurah demi kita sekarang untuk bisa mengibarkan merah putih di tanah ini dan dengan bangga mengumandangkan Indonesia Raya. Sekarang, kita tidak harus berjuang melawan penjajah atau yang lain sebagainya, hanya berdiri tegap sajalah di lapangan luas, saksikan sang Saka Merah Putih dinaikkan ke tiang tertinggi di bumi pertiwi ini. Sembari kau menyaksikannya, kumandangkanlah lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh khidmat. Apa jatungmu tak berdetak dengan cepatnya ketika kau menyanyikan lagu itu? :)

Jumat, 16 Agustus 2013

My Blurry Eyes

Kenapa yah? setiap lebaran gue selalu nangis. Setiap gue mau sungkem ke bapak pasti ga bisa, bahkan waktu gue ngeliat beliau aja gue udah berlinang air mata. Dan akhirnya gue ga jadi sungkem. Tapi ketika gue ngeliat beliau lagi gue udah ga nangis. Lebaran kali ini juga gitu. Tapi lebaran kali ini gue berhasil ga nangis ketika gue berhadapan sama bapak. Tapi... pas gue baru bilang "Pak.." tes.. tes.. nangis aja. Padahal ga sedih juga, cuman ada perasaan bersalaaaahhh banget sama Bapak. Dan akhirnya, seperti tahun tahun sebelumnya, gue cuman bisa nangis sambil sungkem sambil sesenggukan ga jelas ngomongnya. Dan berakhir duduk disebelah bapak gue, minta ditenangin. Pas nangis udah berhenti malu aja sama adek-adek gue. "Udah gede kok nangis mbak siiin", kata si condro. Wawan diem aja, lebih baik dia begitu. Karena sekarang ketika dia buka mulut yang keluar dari mulutnya adalah nasehat nasehat buat gue. Gue malu dinasehatin dia mulu setiap ketemu. Sadar ga sadar, mau ga mau, gue tau sekarang dia udah dewasa. Dan gue mengakui kalau dia lebih dewasa daripada gue. Pemikiran gue bahwa dengan gue hidup sendiri gue bisa lebih dewasa adalah salah. Yang ada biasa aja. Karena ketika gue jauh dari rumah gue ga tiap hari dapet wejangan dari bapak. Dan ini juga yang bikin gue nangis setiap gue salim sama bapak. Anak perempuan satu-satunya pergi jauh dari rumah, anak perempuan yang sedari kecil dijagain sama beliau. Ah, gue nangis lagi dah.
bapak n gue
bukan HD

Tangis lebaran gue bertambah satu. Kali ini sama mbak Imey, adek bungsu bapak gue. Sebenernya ga ada alasan sih, gue cuman kemarin main kerumah dia. Nah terus gue minal aidzin wal faidzin, ga nangis kok. Nah pas gue mau pulang, ga tau kenapa pengen nangis, satu tetes doang. Eh pas pamit pulang, dan bilang "ati ati ya Nja" gue nangis aja. Eh mbak imey ikutan nangis. For the first time, ada orang yang peluk gue erat sambil nangis. Rasanya gimanaaaaa gitu. Berasa dapet kasih sayang seorang Ibu. :)